Jumat, 26 Maret 2021 Hidup baru realitas baru

Roma 13:8-14"Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat." (ayat 8) Hutang adalah kewajiban yang harus selalu dilunasi. Namun ada hutang yang akan terus ada, yaitu hutang mengasihi. Terjemahan harfiah dari ayat 8a adalah, "Janganlah kamu berhutang apa pun kepada siapa pun kecuali (berhutang) untuk mengasihi satu sama lain." Kuasa Injil memang mencondongkan orientasi hidup kita untuk mengasihi sesama, dan kasih adalah kegenapan dari hukum Taurat (ayat 8-10). Dalam pasal 6:14-15, Paulus berkata bahwa orang percaya tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat. Ini tidak…

Continue ReadingJumat, 26 Maret 2021 Hidup baru realitas baru

Kamis, 25 Maret 2021 Takluk kepada pemerintah

Roma 13:1-7"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah." Pemerintah yang baik tentu disukai rakyat. Lalu bagaimana jika kita berada di bawah pemerintahan yang lalim? Rasul Paulus mengingatkan bahwa bagaimana pun baik atau buruknya pemerintah, orang percaya tetap harus tunduk. Paulus sendiri menulis Surat Roma ini ketika Nero menjadi kaisar Romawi yang sangat kejam (54-68 M). Apa alasan Paulus menyatakan demikian? Pertama, karena keberadaan semua pemerintah ada di dalam kedaulatan Allah (ayat 1). Jika pemerintah itu jahat maka Allah sendiri yang akan menumbangkan…

Continue ReadingKamis, 25 Maret 2021 Takluk kepada pemerintah

Rabu, 24 Maret 2021 Wujud nyata kasih

Roma 12:9-21"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (ayat 9) Betapa ajaib sikap dan tindakan Tuhan Yesus, ketika Ia dalam kasih mengerjakan rencana penyelamatan Allah untuk kita. Akan dahsyat juga kenyataan hidup dan pelayanan kita, bila kasih yang sama kita izinkan beroperasi nyata! Apa saja wujud kasih dalam kehidupan dan pelayanan kita?Pertama, kasih serasi dengan kekudusan dan kebaikan. Kasih akan membuat kita tidak menjahati sesama, tetapi melakukan hal yang membangun dan membuat indah hidup sesama (ayat 9).Kedua, kasih menempatkan penilaian tentang diri dan sesama jadi serasi dengan penilaian Allah terhadap setiap orang (ayat 16). Kasih…

Continue ReadingRabu, 24 Maret 2021 Wujud nyata kasih

Selasa, 23 Maret 2021 Melayani sesuai karunia

Roma 12:6-8"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita." (ayat 6) Tahukah Saudara ciri apa yang ada pada orang yang mengalami kemurahan Allah, dalam gaya hidup keseharian dan dalam konteks persekutuan? Ia insyaf bahwa dirinya bukan lagi miliknya. Maka ada dorongan kuat untuk memberi, memberkati, dan melayani sesamanya! Inikah ciri kita? Dalam ayat 1-5 (renungan kemarin, 22 Maret) kita telah melihat bahwa hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, tetapi milik Kristus sebab Kristus telah membeli kita dari perbudakan kejahatan, dengan korban…

Continue ReadingSelasa, 23 Maret 2021 Melayani sesuai karunia

Senin, 22 Maret 2021 Mempersembahkan hidup

Roma 12:1-5"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (ayat 1) Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan. Paulus mengatakan bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan (ayat 1-2) dan konsep hidup berjemaat sebagai tubuh Kristus (ayat 3-5). Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Kata "mempersembahkan" di dalam PL berkaitan dengan para imam yang mempersembahkan korban kepada Tuhan. Ada syarat agar…

Continue ReadingSenin, 22 Maret 2021 Mempersembahkan hidup

Sabtu, 20 Maret 2021 Tak terselami hikmat dan kuasa Allah

Roma 11:25-36"O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!" (ayat 33) Pernahkah Saudara merenungkan keadaan Saudara sebelum mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Sesudah Saudara masuk dalam anugerah penyelamatan itu, bagaimana kesan Saudara tentang jalan Allah yang menyelamatkan? Dalam perenungannya yang dalam dan luas, Paulus sanggup melihat ke masa depan. Yaitu pengharapan bahwa melalui ketidaktaatan Israel untuk sesaat, dimungkinkan terjadinya penyelamatan sejumlah besar orang dari bangsa-bangsa bukan pilihan Allah (ayat 25). Suatu hal yang sangat tidak mungkin untuk diimpikan. Bayangkan, bagaimana mungkin orang Etiopia, orang Romawi, orang Yunani, orang Tiongkok, orang…

Continue ReadingSabtu, 20 Maret 2021 Tak terselami hikmat dan kuasa Allah

Jumat, 19 Maret 2021 Kemurahan dan kekerasan Allah

Roma 11:11-24"Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga." (ayat 22) Pelajaran apakah yang kita terima tentang Allah dari sikap-Nya terhadap penolakan Israel dan dari bagaimana Ia menghasilkan keselamatan bangsa-bangsa lain? Allah keras berpegang pada prinsip, tetapi bukan berarti kejam atau sewenang-wenang. Maksudnya, Allah tidak berubah-ubah dalam ketetapan, keadilan, dan kebenaran-Nya. Bahkan umat pilihan yang berkeras menolak anugerah dalam Kristus harus menanggung akibat mengerikan, yaitu kebinasaan. Karena Allah keras dan tidak main-main dengan ketetapan anugerah-Nya, maka…

Continue ReadingJumat, 19 Maret 2021 Kemurahan dan kekerasan Allah

Kamis, 18 Maret 2021 Selalu ada yang percaya

Roma 11:1-10"Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin." (ayat 1) Bagaimana sikap kita terhadap orang yang menolak kebaikan? Kita mungkin tidak akan memedulikan mereka lagi karena kecewa dan sakit hati. Bagaimana dengan Allah, apakah Ia juga bersikap demikian terhadap penolakan Israel? Paulus mengatakan: Sekali-kali tidak! Allah tetap peduli dan mengasihi mereka. Untuk menguatkan pernyataannya, Paulus memaparkan beberapa bukti.Pertama, dirinya sendiri. Ia adalah contoh terbaik bahwa Allah sama sekali tidak menolak Israel. Ia adalah keturunan Abraham, tetapi Allah berkenan menyelamatkan dan memanggilnya menjadi rasul bagi…

Continue ReadingKamis, 18 Maret 2021 Selalu ada yang percaya

Rabu, 17 Maret 2021 Beritakanlah terus

Roma 10:16-21"Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" (ayat 16) Israel dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Mereka memang keras kepala dan tidak mudah percaya. Sehingga walaupun telah mendengar firman Tuhan, mereka belum tentu mau memberikan respons positif (ayat 18). Begitu pula mengenai pemberitaan tentang keselamatan di dalam Kristus. Mereka menolak Mesias yang sebenarnya sudah dinanti-nantikan oleh bangsa Israel sejak lama. Maka Allah beralih kepada bangsa-bangsa lain (Yes 65:10). Allah memperdengarkan berita keselamatan itu kepada bangsa-bangsa di luar Israel. Bangsa-bangsa ini kemudian merespons dengan iman dan menerima anugerah…

Continue ReadingRabu, 17 Maret 2021 Beritakanlah terus

Selasa, 16 Maret 2021 Kebenaran karena iman

Roma 10:4-15"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." (ayat 9) Apakah kegagalan Israel memenuhi tuntutan hukum Taurat menghilangkan harapan untuk memperoleh kebenaran? Paulus berkata tidak. Sebab Yesus telah datang untuk memenuhi segala tuntutan Taurat sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh kebenaran itu dari Allah. Berbeda dengan 'kebenaran karena Taurat' yang sulit bahkan mustahil dicapai, 'kebenaran oleh iman' mudah diperoleh. Manusia tidak perlu naik ke surga untuk membawa Yesus turun atau pergi ke jurang maut untuk membawa Yesus naik dari…

Continue ReadingSelasa, 16 Maret 2021 Kebenaran karena iman