Kamis, 31 Desember 2021 Penghiburan dan Penguatan

Wahyu 22:6-21"Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!" (ayat 7) Wahyu ditulis oleh Yohanes atas perintah Tuhan Yesus untuk menguatkan umat Tuhan yang sedang menghadapi penganiayaan yang kian hari kian berat. Intisari kitab Wahyu adalah bahwa Allah berdaulat atas sejarah dunia ini. Kuasa Iblis yang memakai pemimpin dan budaya dunia untuk menyesatkan umat manusia, tetap ada di bawah kendali Sang Pencipta dan Pemilik. Kristus telah memastikan bahwa semua rencana Allah bagi dunia dan bagi keselamatan umat-Nya tercapai dengan sempurna. Pada perikop penutup ini sekali lagi Yohanes mendapatkan penegasan bahwa baik semua yang ia lihat dan…

Continue ReadingKamis, 31 Desember 2021 Penghiburan dan Penguatan

Kamis, 30 Desember 2021 Yerusalem Baru

Wahyu 21:1-22:5"Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah." (ayat 10) Di langit dan bumi yang baru, kota suci Allah hadir sebagai takhta Allah memerintah umat-Nya secara kekal (ayat 2). Perikop hari ini fokus pada Yerusalem. Pada masa lampau, Yerusalem ialah kota yang Allah berkenan hadir di tengah umat-Nya, melalui bait Allah tempat ibadah-ibadah kudus dilaksanakan. Pada masa lampau, Yerusalem dan bait Allah pernah disalah mengerti dan disalah gunakan. Yerusalem dan bait Allah saat itu menjadi berhala yang menjerat…

Continue ReadingKamis, 30 Desember 2021 Yerusalem Baru

Rabu, 29 Desember 2021 Patutlah Allah Dipuji dan Disembah Sepanjang Abad

Wahyu 15:1-4"Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! " Di pasal 15 ini—melalui penglihatan Yohanes—kita diingatkan kembali tentang sifat Allah yang adil dan benar; Allah yang menghukum dan memulihkan; Allah yang dalam segala perbuatan-Nya, selalu mengingatkan umat akan perbuatan-perbuatan-Nya terdahulu. Dalam penglihatan Yohanes di teks tersebut sangat serupa dengan keadaan yang terdapat di kitab Keluaran pasal 14 dan 15 (ayat 2). Penglihatan ini memaparkan kepada kita tentang ungkapan syukur orang-orang Israel kepada Allah ketika menyeberangi Laut…

Continue ReadingRabu, 29 Desember 2021 Patutlah Allah Dipuji dan Disembah Sepanjang Abad

Selasa, 28 Desember 2021 Anak Domba Yang Disembelih

Wahyu pasal 5"katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (ayat 12) Salah satu gambaran yang menjelaskan makna kematian Kristus ialah Anak Domba. Inilah yang menjadi fokus penglihatan Yohanes. Yohanes melihat sentralitas Kristus dalam karya penyelamatan Allah. Gulungan kitab yang dimeteraikan menunjukkan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan berita yang amat penting, yang hanya dapat dibuka oleh orang yang berhak membuka meterainya. Apa isi gulungan kitab itu? Penghukuman Allah, yang merupakan bagian dari keseluruhan rencana Allah yang akan mencapai puncaknya saat kedatangan…

Continue ReadingSelasa, 28 Desember 2021 Anak Domba Yang Disembelih

Jumat, 24 Desember 2021 Pusat Penyembahan

Wahyu 4:1-11"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." (ayat 11) Siapa yang menjadi pusat penyembahan kita? Mungkin Anda menjawab: Allah. Namun apakah kebenaran ini selalu kita hayati? Seberapa sering kita menjalankan ibadah dan penyembahan dengan sungguh-sungguh menyadari keagungan Allah sebagaimana yang dilihat Yohanes? Penglihatan Yohanes menunjukkan Allah dalam kebesaran dan kemuliaan-Nya. Takhta Allah berada pada pusat penglihatan ini. Allah yang tidak terbatas digambarkan melalui beberapa hal: permata menunjukkan keagungan Allah dan pelangi mengingatkan kita akan anugerah dan kesetiaan-Nya, kilat…

Continue ReadingJumat, 24 Desember 2021 Pusat Penyembahan

Kamis, 23 Desember 2021 Suam-suam kuku

Wahyu 3:14-22"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku." (ayat 15-16) Surat yang ketujuh ditujukan kepada jemaat di Laodikia. Tuhan memulai surat-Nya dengan memperkenalkan diri-Nya 'Amin', artinya 'benar atau pasti atau setia', untuk menegaskan bahwa Dia dapat dipercayai. Dia adalah 'Saksi yang setia dan benar' (ayat 14). Firman-Nya benar, berotoritas dan dapat dipercayai. Yesus menasihati untuk menyelamatkan jemaat Laodikia dari kondisi rohani 'suam-suam kuku', tidak dingin atau tidak panas (ayat 15-16). Suam-suam kuku terjadi apabila…

Continue ReadingKamis, 23 Desember 2021 Suam-suam kuku

Rabu, 22 Desember 2021 Jemaat Yang Setia

Wahyu 3:7-13"Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku." (ayat 8) Filadelfia adalah kota termuda di antara ketujuh kota yang disebut dalam kitab Wahyu. Kota ini dibangun oleh Raja Attalus II sekitar tahun 150 SM. Attalus membangun kota itu untuk menyatakan rasa kasih yang begitu besar kepada Eumenes, saudara laki-lakinya. Karena itu kota ini diberi nama Filadelfia, dari kata Yunani yang artinya "orang yang mengasihi saudara laki-lakinya". Yesus mengirimkan surat kepada jemaat ini untuk memuji pekerjaan…

Continue ReadingRabu, 22 Desember 2021 Jemaat Yang Setia

Selasa, 21 Desember 2021 Jemaat Yang Tertidur

Wahyu 3:1-6"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!" (ayat 1) Berbeda dengan surat-surat lainnya, surat kepada jemaat Sardis ini tidak merinci satu pun musuh atau bahaya dari dalam atau dari luar. Masalah yang ada di dalam jemaat ini bukan dengan orang-orang Yahudi, maupun kekaisaran Romawi atau dengan guru-guru palsu, tetapi semata-mata dengan dirinya sendiri (ayat 1). Demikianlah kondisi rohani jemaat di Sardis. Mereka terlena dengan reputasi yang mereka miliki, yakni dikenal sebagai gereja yang hidup. Akan tetapi Yesus…

Continue ReadingSelasa, 21 Desember 2021 Jemaat Yang Tertidur

Senin, 20 Desember 2021 Toleransi Yang Keliru

Wahyu 2:18-29"Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala." (ayat 20) Tuhan, Raja Gereja, kali ini mengingatkan sidang jemaat di Tiatira, yang di satu sisi masih memiliki hal-hal yang indah, yakni kasih dan iman sebagaimana terungkap dalam pelayanan dan ketekunan mereka. Istilah ketekunan barangkali menyiratkan adanya rintangan-rintangan dalam pelayanan yang jeaat Tiatira kerjakan. Namun, mereka tidak undur dari pelayanan tersebut. Bahkan, kasih dan iman mereka itu berbuahkan pelayanan yang secara kuntitatif semakin meningkan (ayat 9). Jemaat Tiatira adalah jemaat yang aktif, dan itu berakar…

Continue ReadingSenin, 20 Desember 2021 Toleransi Yang Keliru

Sabtu, 18 Desember 2021 Jangan Mendua Hati

Wahyu 2:12-17"Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah." (ayat 14) Kristus mengatakan bahwa jemaat Kristen di kota ini berada di takhta Iblis, di tengah-tengah masyarakat yang menyembah berhala (ayat 13). Kristus memperkenalkan diri sebagai yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua, yaitu Ia akan memerangi para pengikut Nikolaus, jika mereka tidak bertobat (ayat 12a,16). Di sini kita melihat gambaran Tuhan sebagai pejuang perang yang siap menghancurkan kesesatan. Jemaat ini dipuji karena tidak menyangkal…

Continue ReadingSabtu, 18 Desember 2021 Jangan Mendua Hati