Berkat pembenaran

Roma 5:1-11"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." (ayat 1) Murka Allah nyata atas orang berdosa (1:18). Namun mereka yang telah dibenarkan oleh Yesus Kristus tidak perlu takut lagi pada murka itu. Pembenaran yang Kristus lakukan menghadirkan berkat dalam kehidupan orang yang dibenarkan. Berkat apakah itu?Pertama, diperdamaikan dengan Allah (ayat 11) sehingga menikmati damai sejahtera dengan Dia (ayat 1). Melalui kematian-Nya, Kristus memperdamaikan manusia dengan Allah.Kedua, yaitu beroleh jalan masuk kepada Allah (ayat 2a). Sebab itu manusia tidak perlu lagi memakai perantaraan imam untuk datang kepada Allah.…

Continue ReadingBerkat pembenaran

Oleh kasih karunia melalui iman

Roma 4:15-25"Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran." (ayat 20-22) "Apa yang dimaksud dengan iman? Abraham merupakan gambaran yang tepat untuk memahami iman. Kita tahu bahwa Allah menjanjikan Abraham keturunan dan ia akan menjadi bapak banyak bangsa (ayat 17). Bagaimana respons Abraham terhadap janji itu? Ia percaya. Padahal kondisi dirinya dan istrinya tidak memungkinkan lagi (ayat 18-19). Mereka berdua sudah berusia lanjut. Tubuh Sara sudah tidak mampu menghasilkan…

Continue ReadingOleh kasih karunia melalui iman

Pembenaran, kasih karunia, iman

Roma 4:1-14"Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." (ayat 3) Untuk memperkuat argumentasi mengenai pembenaran yang hanya didapat dengan kasih karunia oleh iman, Paulus menjadikan Abraham dan Daud sebagai contoh. Keduanya adalah orang Yahudi dan merupakan tokoh yang sangat dihormati orang Israel. Israel tahu perjalanan iman Abraham, bapak leluhur mereka (ayat 1). Kisah hidup Abraham memperlihatkan berbagai tindakan yang dia lakukan sebagai respons terhadap janji, karya, maupun perintah Allah. Maka Abraham disebut bapak orang beriman. Walau demikian Abraham tidak memiliki dasar untuk bermegah karena ia dibenarkan oleh iman,…

Continue ReadingPembenaran, kasih karunia, iman

Iman kepada Kristus

Roma 3:21-31"Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat." (ayat 28) Dalam pengadilan, jika seseorang terbukti bersalah melanggar hukum, bagaimana ia dapat membela diri? Begitulah situasi yang dihadapi manusia berdosa, tidak dapat membenarkan diri. Taurat pun tidak dapat diharapkan untuk membenarkan manusia karena Taurat justru menyatakan bahwa tidak seorang pun yang dapat melakukan Taurat sepenuhnya. Lalu apa lagi yang dapat dilakukan manusia? Tidak ada, selain berharap pada kasih karunia Allah. Keselamatan dari Allah sama sekali tidak tergantung pada kemampuan manusia melakukan Taurat. Keselamatan terjadi melalui karya Yesus Kristus. Dan keselamatan bukanlah konsep Paulus,…

Continue ReadingIman kepada Kristus

Taurat dan Injil

Roma 3:9-20"Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa." (ayat 20) Tidak ada seorang pun yang dapat menyatakan diri benar di hadapan Allah. Bukan berarti bahwa manusia tidak pernah melakukan yang benar. Namun kebenaran yang dilakukan manusia berdosa tidak dapat meraih perkenan Allah. Rasul Paulus menegaskan berulang-ulang bahwa semua orang telah berdosa (ayat 10-12). Perhatikan pengulangan kata "tidak ada" dan "semua" yang menegaskan bahwa semua orang telah tercemar dosa. Bukan saja secara umum, tetapi secara individu juga. Paulus juga menggambarkan bahwa dari ujung rambut sampai…

Continue ReadingTaurat dan Injil

Jangan salah mengerti

Roma 3:1-8"Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?" (ayat 3) Isi surat Paulus dalam Rm. 1:18-3:31 menegaskan bahwa semua orang, Yahudi dan non Yahudi, telah berdosa. Jika sama-sama dianggap berdosa, apakah keuntungan sebagai bangsa pilihan Allah dan bersunat? Paulus berkata bahwa setidaknya, kepada merekalah dipercayakan firman Allah (ayat 2). Lalu bila bangsa yang dipercayakan hukum Allah itu gagal memenuhi tuntutan Allah, apakah hal itu membatalkan kasih dan kesetiaan Allah? Tidak (ayat 3-4). Bahkan kegagalan manusia seringkali semakin menegaskan kesetiaan Allah. Kasih seseorang dapat dilihat ketika dia mengampuni orang yang bersalah kepada…

Continue ReadingJangan salah mengerti

Kesejatian umat Tuhan

Roma 2:17-29"Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." (ayat 29) Adalah suatu kenyataan ironis, di negara hukum penegak-penegak hukumnya justru nomor satu dalam melanggar hukum. Perikop ini jelas ditujukan Paulus kepada orang-orang berlatar belakang Yahudi. Bagi mereka, dosa-dosa seperti yang dipaparkan di pasal 1:18-32 tidak mungkin mereka lakukan. Hanya orang kafirlah yang melakukannya. Alasan mereka adalah karena mereka umat yang memiliki Hukum Taurat. Paulus dengan tegas mengecam kesimpulan seperti itu karena walaupun mereka menyebut diri…

Continue ReadingKesejatian umat Tuhan

Penghakiman Allah

Roma 2:1-16"Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian."(ayat 2) Sangat mungkin ada orang yang membaca perikop terdahulu (1:18-32) dan berkata bahwa itu bukan untuk dirinya. Paulus menuding orang semacam itu sebagai munafik. Paulus menegaskan bahwa penghakiman Allah tidak terelakkan bagi semua orang berdosa (ayat 1-3). Tidak ada gunanya membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Bagian ini mengingatkan kita bahwa kalau kita ditegur karena dosa-dosa kita, itu adalah kemurahan Allah yang menginginkan kita bertobat (ayat 4). Penghakiman Allah bersifat adil. Orang yang mengeraskan hati tidak mau bertobat…

Continue ReadingPenghakiman Allah

Perbudakan dosa

Roma 1:18-32"Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman." (ayat 18) Banyak orang menganggap dosa hanya semata-mata masalah kurang kemauan, pengetahuan, atau kemampuan. Mereka menganggap bahwa kalau motivasi digugah bahwa dosa itu menyakitkan hati Allah dan sesama, serta pengetahuan tentang hal yang benar diajarkan dan dilatihkan, pasti masalah dosa bisa teratasi. Paulus menyatakan bahwa dosa adalah menindas kebenaran yang sudah dinyatakan Allah dan dengan sengaja melakukan kejahatan (ayat 18-23). Manusia tidak dapat berdalih karena Allah telah menyatakan kebenaran-Nya lewat hati nuraninya. Karena itu, sengaja berbuat kejahatan berarti sengaja melawan Allah. Sangat…

Continue ReadingPerbudakan dosa

Injil kekuatan Allah

Roma 1:16-17 "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Ayat diatas dimulai dengan kata sambung "sebab" perlu dipahami dalam hubungannya dengan ayat 14-15 yang mengatakan, "Sebab aku tidak malu terhadap Injil." Sebagai seorang hamba Kristus, Paulus merasa dirinya berutang untuk memberitakan Injil kepada orang dari segala kalangan, "baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar." Dalam konteks inilah…

Continue ReadingInjil kekuatan Allah