Allah Yang Luar Biasa (11 Januari 2026)

Alkitab dimulai dengan pernyataan tentang Allah yang luar biasa yang menciptakan alam semesta ini. Alkitab bukan dibuka dengan penjelasan panjang tentang manusia, bukan pula dengan kisah penderitaan atau keberhasilan, melainkan dengan satu deklarasi iman yang kokoh: Allah adalah awal dari segala sesuatu. Kejadian 1:1 bukan sekadar kalimat pembuka, tetapi fondasi teologis yang menopang seluruh iman Kristen. Ayat ini mengingatkan kita bahwa sebelum ada waktu, ruang, materi, dan kehidupan, Allah sudah ada dan bertindak (Allah yang Kekal). Dunia tidak lahir dari kebetulan, dan hidup kita tidak berjalan tanpa tujuan, semuanya ada dalam rencana dan maksud Allah. Secara teologis, Kejadian 1:1 menegaskan…

Continue ReadingAllah Yang Luar Biasa (11 Januari 2026)

Maju sampai garis akhir (10 Januari 2026)

Perlombaan iman yang menuntut ketekunan, kesetiaan, dan daya tahan rohani. Ibrani 12:1, tidak berbicara tentang kecepatan, melainkan tentang ketekunan sampai akhir.Iman Kristen tidak diukur dari seberapa berapi-api seseorang di awal pertobatan, tetapi dari seberapa setia ia tetap berjalan dengan imannya dalam Tuhan sekalipun ditengah kondisi yang "tidak menggenakkan" bagi dirinya. Penulis Ibrani mengingatkan bahwa perlombaan ini adalah “yang diwajibkan bagi kita.” Artinya, ini bukan pilihan opsional bagi orang percaya. Mengikut Kristus berarti masuk ke dalam proses panjang pembentukan iman. Tidak ada jalan pintas menuju kedewasaan rohani. Tidak ada iman yang matang tanpa ketekunan yang diuji oleh waktu dan penderitaan. Lebih…

Continue ReadingMaju sampai garis akhir (10 Januari 2026)

Melangkah dalam proses kehidupan (09 Januari 2026)

Proses Tuhan tidak selalu lembut, tetapi selalu bermakna. Dalam pembentukan rohani, sering kali ada pemangkasan, penundaan, dan pengujian. Semua itu menyakitkan, tetapi perlu. Adapun Tuhan melakukan dan menentukan hal itu untuk memberikan kita sebuah pelajaran bahwa dalam setiap proses kehidupan kita harus memiliki penyerahan dan kepercayaan kepada Dia yang akan selalu menolong kita. Perjalanan bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir ke tanah Perjanjian Kanaan memakan waktu 40 tahun (Bilangan 14:34). Proses mereka alami yang kemudian menjadi sebuah pembelajaran bahwa mereka harus berubah dari hidup yang tidak takut akan Tuhan menjadi hidup yang sepenuhnya takut akan Tuhan. Banyak orang berhenti di…

Continue ReadingMelangkah dalam proses kehidupan (09 Januari 2026)

Terus melangkah kedepan (08 Januari 2026)

"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." Salah satu penghalang terbesar untuk terus maju bersama Tuhan adalah keterikatan pada masa lalu. Masa lalu menjadi suatu pengikat yang membuat kita mengalami banyak kerugian dan hal-hal yang tidak bermananfaat lainnya. Rasul Paulus menuliskan hal ini kepada jemaat Filipi karena dia sendiri menerapkan hal itu. Masa lalunya yang kelam dan penuh dengan rasa sedih karena perbuatan kejahatannya tidak membuatnya untuk berdiam diri dan terus merasa bersalah. Masa lalu bisa berupa kegagalan yang melumpuhkan, tetapi juga bisa berupa keberhasilan yang membuat kita puas diri. Keduanya sama-sama…

Continue ReadingTerus melangkah kedepan (08 Januari 2026)

Melangkah dengan iman (07 Januari 2026)

Dalam Yosua 3:13 "Maka segera sesudah telapak kaki para imam yang mengangkat tabut TUHAN itu berjejak ke dalam air, terputuslah air yang mengalir dari hulu.". Hidup bersama Tuhan sering kali dimulai dengan satu perintah yang terasa tidak masuk akal: melangkah sebelum jalan terbuka. Bangsa Israel berdiri di tepi sungai Yordan yang meluap, dengan janji Tanah Perjanjian di depan mata, tetapi tanpa jembatan, tanpa perahu, tanpa kepastian manusiawi. Tuhan tidak lebih dulu membelah sungai itu. Ia menunggu langkah iman. Di sinilah iman diuji. Banyak dari kita ingin Tuhan membelah sungai terlebih dahulu, baru kita berani melangkah. Kita ingin kepastian penuh sebelum…

Continue ReadingMelangkah dengan iman (07 Januari 2026)

Tuhan yang selalu ada (06 Januari 2026)

Hidup sering kali terasa seperti berjalan di lorong gelap tanpa arah dan kejelasan. Kita melangkah dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Dalam Mazmur 139:5 menunjukkan bagaimana Tuhan selalu ada bagi kita dan membawa kita pada satu kebenaran yang menenangkan. Tuhan selalu ada bagi kita, Tuhan yang ada di "belakang" maka Dia juga Tuhan yang selalu ada di "depan". Tuhan tidak menunggu kita sampai di masa depan untuk hadir di sana. Ia sudah mendahului kita. Kita terbiasa memikirkan Tuhan sebagai Pribadi yang menyertai dari belakang (menopang, menghibur, mengampuni). Tetapi Daud menyatakan sesuatu yang lebih dalam: Tuhan juga ada di depan. Artinya,…

Continue ReadingTuhan yang selalu ada (06 Januari 2026)

Kesadaran untuk takut akan Tuhan (05 Januari 2026)

Firman Tuhan memang mengajarkan kita untuk memiliki kewajiban untuk takut akan Tuhan “Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; “(Ulangan 6:13a). Ini adalah ketetapan Tuhan yang tidak bisa menjadi pilihan tetapi keharusan. Kewajiban untuk takut akan Tuhan hanya akan dapat terjadi ketika kita memiliki kesadaran akan Tuhan. Tuhan mengajarkan untuk takut (menghormati/menghargai) Tuhan, karena diawali dari kesadaran kita terhadap Tuhan dan perbuatan-Nya bagi kita. Dari Ulangan pasal 6, kita bisa menemukan alasan untuk kita hidup takut akan Tuhan dan dari alasan itu maka menjadi sebuah kesadaran untuk hidup takut akan Tuhan : 1.Karena Tuhan sudah menunjukkan kasih dan kuasa-Nya dengan memimpin dari…

Continue ReadingKesadaran untuk takut akan Tuhan (05 Januari 2026)

Takut akan Tuhan (04 Januari 2026)

Takut akan Tuhan adalah cerminan dari orang yang beriman kepada Kristus dan menjadikan Kristus sebagai sumber dan pusat kehidupan. Takut akan Tuhan juga bisa digambarkan sebagai "pantulan cahaya" dari hidup kita yang seperti kaca yang disinari oleh Terang Kristus. Jadi orang yang takut akan Tuhan selalu terhubung dengan Kristus, akan selalu terhubung dengan Cahaya atau Terang Kristus. Takut akan Tuhan, khususnya dari kata "takut" bukan dalam pengertian mengenai ketakutan akan sesuatu yang sosok yang kejam/menakutkan. Dimana ketakutan itu yang berpotensi menimbulkan fobia, tetapi "takut" disini adalah kekaguman yang membuat munculnya rasa penghormatan dan penghargaan yang tinggi akan Tuhan. Takut akan…

Continue ReadingTakut akan Tuhan (04 Januari 2026)

Dasar dan Kesimpulan Kehidupan (03 Januari 2026)

Bagi kehidupan setiap orang percaya yang hidup dalam iman maka ada hal yang harus dijadikan Dasar kehidupan sekaligus sebagai kesimpulan kehidupan. Kalau berbicara dasar/fondasi kehidupan orang percaya(Gereja) tentunya adalah Kristus "sebab Allah sudah menempatkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya pondasi rumah itu, tidak ada pondasi yang lain" (1 Korintus 3:11-Alkitab Terjemahan dalam Bahasa Sederhana (BSD). Kristus menjadi fondasi dari "rumah" (gereja). Dia menjadi dasar iman, sehingga iman yang benar/sejati haruslah berpusat kepada Kristus. Ketika orang percaya menjadikan Kristus sebagai dasar kehidupan, maka akan berdampak dalam sikapnya kepada Tuhan. Sikap itu adalah "Takut akan Tuhan". Takut akan Tuhan akan menjadikan hidup kita…

Continue ReadingDasar dan Kesimpulan Kehidupan (03 Januari 2026)

Petunjuk Terbaik (02 Januari 2026)

Siapapun orang dalam dunia ini, yang dikategorikan orang sukses adalah orang-orang yang memiliki petunjuk yang terbaik. Oleh karena dia memiliki petunjuk terbaik maka ketika dia mengambil setiap keputusan dan tindakan maka itu pasti yang terbaik dan semuanya menghasilkan hasil yang terbaik. Demikian halnya dengan kehidupan kita dalam Tuhan, untuk kita berhasil maka kita membutuhkan petunjuk yang terbaik. Dimana oleh petunjuk yang terbaik itu akan mempengaruhi pola pikir, perasaan dan dasar dari semua keputusan dan tindakan kita. Petunjuk terbaik yang Tuhan adalah Firman Tuhan. Kita Mazmur dibuka dengan sebuah nasihat bahwa orang yang ingin berhasil adalah orang yang memiliki kesukaan akan…

Continue ReadingPetunjuk Terbaik (02 Januari 2026)