Jumat, 05 Juli 2024 (Merayakan Tuhan sebagai Raja)

Mazmur pasal 24"Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" (ayat 10) Di dalam dunia ini, posisi dan kuasa tertinggi harus diperebutkan dan dipertahankan, kalau perlu dengan kekerasan. Dalam kepercayaan purba, dewa-dewa pun bersaing memperebutkan takhta. Dewa baik bertarung melawan dewa jahat, dan bumi sering dijadikan sebagai ajang pertempuran itu. Bila dewa jahat menang maka kacau balaulah dunia ini, sebaliknya jika dewa baik yang menang maka akan aman dan makmurlah bumi. Mazmur 24 menyatakan bahwa Tuhan adalah Raja yang bertakhta di atas segalanya, tidak ada konflik dengan kuasa-kuasa lain karena hanya Dialah satu-satunya Allah (ayat 1-2). Maka…

Continue ReadingJumat, 05 Juli 2024 (Merayakan Tuhan sebagai Raja)

Kamis, 04 Juli 2024 (Gembala yang baik)

Mazmur pasal 23"Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (ayat 1) Pemazmur menggambarkan hubungan dirinya dengan Tuhan bagaikan domba yang dipelihara oleh gembala yang baik. Gembala yang baik bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan domba-dombanya (ayat 1). Dia menyediakan kebutuhan untuk makanan yang hijau segar dan air yang menyejukkan (ayat 2). Dia menyertai mereka saat perjalanan sulit dan melindungi mereka atas musuh-musuh yang ganas (ayat 3,4). Pemazmur juga menggambarkan Tuhan sebagai tuan rumah yang menerimanya sebagai tamu kehormatan. Dia melindungi tamu itu dengan kehormatan dan mengurapinya dengan wewangian (ayat 5). Jaminan kebajikan dan kemurahan meneduhkan si pemazmur sehingga ia bertekad…

Continue ReadingKamis, 04 Juli 2024 (Gembala yang baik)

Rabu, 03 Juli 2024 (Pujian kepada Tuhan)

Mazmur pasal 22:21-32"Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!" (ayat 27) Kapan terakhir kali Anda memuji kebesaran Tuhan? Apakah Anda memuji Tuhan saat Anda beroleh sukacita dan mendapatkan pertolongan dari-Nya saja? Ketika masalah mengimpit, apakah Anda tetap bisa memuji Tuhan? Daud telah mengalami pertolongan Tuhan yang ajaib. Daud melihat bahwa Tuhan tak memandang hina atau merasa jijik atas kesengsaraan hidupnya. Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada yang tertindas. Daud yakin betul, Tuhan mendengar ketika ia berteriak minta tolong (ayat 25). Maka, saat pertolongan Tuhan nyata, mulutnya tak henti…

Continue ReadingRabu, 03 Juli 2024 (Pujian kepada Tuhan)

Selasa, 02 Juli 2024 (Tuhan, Janganlah Jauh!)

Mazmur pasal 22:13-20"Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!" (ayat 20) Apakah Anda pernah berada dalam keterpurukan hidup? Merasa tidak ada seorang pun yang membantu dan menemui jalan buntu? Siapa pun tentu bisa berada dalam keterpurukan hidup. Keterpurukan hidup akan memunculkan respons yang menunjukkan siapakah kita sesungguhnya. Daud menggambarkan titik terendah dalam hidupnya dengan puisi yang ditulisnya menggunakan metafora yang lengkap. Musuh yang sangat kuat di depan matanya digambarkan seperti banyak lembu yang mengerumuninya dan banteng-banteng yang mengepungnya, seperti singa yang menerkam dan mengaum (ayat 13-14). Impitan musuh dan gerombolan penjahat menusuk tangan dan kakinya (ayat 17).…

Continue ReadingSelasa, 02 Juli 2024 (Tuhan, Janganlah Jauh!)

Sabtu, 22 Juni 2024 (Doa Kekuatan Kita)

Mazmur pasal 17"Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu." (ayat 1) Percayakah Anda bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang percaya? Dalam doa, ada kekuatan yang mampu mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran akan pergumulan hidup. Pemazmur sadar bahwa Allahlah satu-satunya yang mengetahui kebenaran sejati. Allah mengetahui dirinya yang tidak bersalah (ayat 3-5). Ia percaya bahwa Allah pasti akan membelanya dari berbagai ancaman orang fasik serta menyelamatkannya dari keinginan mereka untuk menghancurkannya (ayat 6-12). Oleh karena itu, ia menaikkan permohonan dengan kesungguhan hati agar Allah meluputkannya dari bahaya yang…

Continue ReadingSabtu, 22 Juni 2024 (Doa Kekuatan Kita)

Jumat, 21 Juni 2024 (Sukacitaku, warisanku)

Mazmur pasal 16"Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (ayat 2) Ada dua ancaman yang harus dihadapi oleh orang beriman. Pertama, ancaman daya tarik ilah-ilah lain (ayat 4). Kedua, ancaman kematian (ayat 10). Di awal permohonannya, pemazmur meminta agar Tuhan melindungi dia dari kedua ancaman tersebut. Permohonan ini menunjukkan keyakinan dan harapan pemazmur. Pernyataan "Engkaulah Tuhanku" (ayat 2) menunjukkan pengakuan pemazmur bahwa Allah ialah "Tuan" dan "Penguasa hidupnya". Pemazmur sadar bahwa memiliki Allah dan bersekutu dengan Dia merupakan pengalaman yang tiada duanya. Oleh sebab itu, ia senang bersama-sama dengan komunitas orang kudus yang menyembah…

Continue ReadingJumat, 21 Juni 2024 (Sukacitaku, warisanku)

Kamis, 20 Juni 2024 (Menikmati hadirat Allah)

Mazmur pasal 15" Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?" (ayat 1) Pertanyaan pemazmur adalah ungkapan hasrat terdalam orang beriman. Di dalam hidup para pahlawan iman sepanjang sejarah gereja, kita menjumpai pergumulan yang sama: bagaimana mengalami hadirat Allah, yakni hubungan yang teramat intim dengan Allah di dalam keseharian. Pemazmur menyebut sembilan kondisi positif dan negatif agar orang beriman dapat menikmati hadirat Allah. Ia hidup benar dan dapat dipercaya. Ia berlaku adil (ayat 2). Uang tidak menempati kedudukan yang terutama di dalam hidupnya sehingga ia tidak akan menjual keadilan dengan menerima…

Continue ReadingKamis, 20 Juni 2024 (Menikmati hadirat Allah)

Rabu, 19 Juni 2024 (Percayalah, Allah Itu Nyata)

Mazmur pasal 14" TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah." (ayat 2) Mengapa kejahatan terus merajalela? Jawabannya karena manusia tidak lagi takut akan Allah, bahkan tidak percaya akan keberadaan Allah. Pemazmur mengungkapkan bahwa orang bebal tidak mengakui keberadaan Allah di dalam hatinya (aya 1). Tidak ada kebaikan di dalam perbuatan mereka (ayat 2). Tidak ada satu pun yang mencari Allah dan tidak ada yang berbuat baik (ayat 3). Mereka tidak menyadari keberadaan Allah dan menikmati setiap perbuatan jahat mereka (ayat 4), dan mereka tidak menyadari penyertaan dan…

Continue ReadingRabu, 19 Juni 2024 (Percayalah, Allah Itu Nyata)

Selasa, 18 Juni 2024 (Kemenangan di atas kemenangan)

Mazmur pasal 13"Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku." Setiap orang yang dikejar-kejar musuh akan mengalami ketakutan, kecemasan, kebingungan, kuatir, dan segala macam perasaan lainnya yang mencekam, terlebih lagi bila musuhnya pasti dapat mengalahkannya. Di saat seperti itulah, ia membutuhkan pertolongan yang tidak terlambat Bagaimana dengan pemazmur, apakah ia juga sedang dalam keadaan demikian? Di awal mazmur ini kita dapat membayangkan kondisi pemazmur yang sedang berteriak kepada Allah (ayat 1-2) karena himpitan musuhnya. Satu hal yang patut kita teladani adalah bahwa ia datang dan mengadukan…

Continue ReadingSelasa, 18 Juni 2024 (Kemenangan di atas kemenangan)

Senin, 17 Juni 2024 (Putus asa? Pasti tidak!)

Mazmur pasal 12"Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini." (ayat 8) Apakah Anda ingat kisah Elia saa ia melarikan diri karena ancaman Izebel, ratu Israel yang jahat itu? Saat ditanya Allah mengapa ia melarikan diri, Elia menjawab: "…orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku" (1 Raja 19:10, 14). Perasaan seperti itulah yang tampak dari ucapan pertama pemazmur (ayat 2). Pemazmur merasa sendirian di tengah umat yang berontak kepada Tuhan. Yaitu umat yang penuh dusta dan kecurangan. Sikap mereka…

Continue ReadingSenin, 17 Juni 2024 (Putus asa? Pasti tidak!)