Rabu, 16 April 2025 (Pikir baik-baik)

Amsal 20:16-30"Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat." (ayat 18) Dalam hidup ini, kita perlu membuat pertimbangan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Kita perlu berpikir dua kali sebelum memutuskan sesuatu dari berbagai pilihan yang ada. Hal itu berlaku untuk apa saja termasuk dalam ritual agama, finansial, dan berelasi dengan sesama. Setiap keputusan memiliki konsekuensi positif maupun negatif. Keputusan yang dipertimbangkan dengan baik akan berhasil (ayat 18). Sementara itu, keputusan yang tidak dipertimbangan dengan baik akan mendatangkan penyesalan (ayat 25). Dengan kata lain, berpikir baik-baik adalah keniscayaan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pengamsal mengingatkan bahwa setiap keputusan haruslah…

Continue ReadingRabu, 16 April 2025 (Pikir baik-baik)

Selasa, 15 April 2025 (Kendalikan amarahmu)

Amsal 20:1-15"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak." (ayat 3) Kemarahan adalah bagian dari emosi manusia yang sangatlah wajar dan normal. Selayaknya api yang berpotensi mencelakakan jika berlebihan, demikianlah kemarahan yang tak jarang mendatangkan akibat buruk bila tidak dikendalikan dengan benar. Pertengkaran dan perselisihan yang tak kunjung usai sering kali dimulai dari luapan kemarahan yang tak terkendali. Bacaan kali ini memuat peringatan khusus terhadap kemarahan yang bisa timbul dalam hati manusia. Kemarahan yang membuncah diidentikkan sebagai karakteristik orang bodoh (ayat 3). Saat berbicara mengenai orang bodoh maupun kebodohan, Kitab Amsal memang tidak pernah melekatkannya…

Continue ReadingSelasa, 15 April 2025 (Kendalikan amarahmu)

Senin, 14 April 2025 (Mendidik Dan Dididik Dalam Hikmat Tuhan)

Amsal 19:18-29"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan." (ayat 20) Pengajaran atau pendidikan bagi generasi penerus/anak-anak diperhatikan secara serius dalam tradisi kehidupan bangsa Israel. Beberapa bagian di dalam Perjanjian Lama (PL) dengan jelas mencantumkan petunjuk pendidikan/pengajaran untuk anak. Kitab hikmat seperti Amsal adalah salah satunya. Perlu dipahami sebelumnya bahwa pengajaran anak dalam PL ialah elaborasi antara pengetahuan, karakter, dan kerohanian. Menurut perikop yang kita baca kali ini, tujuan mendidik anak ialah: pertama, anak bertumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam menjalani kehidupan (ayat 20); kedua, anak menghormati orang tua dan tidak mempermalukan keluarga (ayat 26). Tersirat…

Continue ReadingSenin, 14 April 2025 (Mendidik Dan Dididik Dalam Hikmat Tuhan)

Sabtu, 12 April 2025 (Berikan, Berakal budi dan Berbelas kasih)

Amsal 19:1-17"Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan." (ayat 8) Salah satu persoalan dunia modern adalah kegamangan dalam memposisikan pengetahuan/akal budi dan iman dalam hidup keseharian yang dijalani oleh manusia. Demikianlah konflik abadi dunia modern: satu pihak berkata bahwa akal budilah yang terpenting, sementara pihak lainnya berpendapat bahwa imanlah yang paling penting. Menjawab situasi di atas, mari kita gali lebih dalam Kitab Amsal yang memiliki posisi yang cukup bijak dalam menjawab persoalan perdebatan akal budi dengan iman. Kitab Amsal merupakan sebuah kitab yang berisi petuah kehidupan. Petuah itu merupakan hikmat, yang dalam beberapa bagian diidentikkan…

Continue ReadingSabtu, 12 April 2025 (Berikan, Berakal budi dan Berbelas kasih)

Jumat, 11 April 2025 (Hati-hati Dalam Berkata)

Amsal pasal 18"Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir." (ayat 4) Kita mungkin sering mendengar sebuah nasihat berupa pepatah untuk berhati-hati dalam berkata-kata: "mulutmu harimaumu". Nasihat senada juga dapat kita temukan dalam bacaan kita hari ini. Perkataan yang diucapkan oleh orang bebal akan menimbulkan perbantahan (ayat 6). Ayat ini menegaskan, perkataan yang diucapkan dengan sembarangan akan membawa perselisihan bagi yang mengucapkannya dan bahkan bisa berdampak buruk pada orang lain. Senada dengan peringatan tersebut adalah perkataan fitnah terhadap orang lain (ayat 8). Celakanya, banyak orang-walaupun sudah mengetahui jika seseorang tengah memfitnah…

Continue ReadingJumat, 11 April 2025 (Hati-hati Dalam Berkata)

Kamis, 03 April 2025 (Perjuangan Mengasihi)

Amsal 14:21-35"Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita." (ayat 21) Mengasihi sesama bukanlah perkara mudah. Sering kali kita terjebak oleh berbagai pengertian dan pengalaman pribadi sehingga kita menjadi terhalang untuk mempraktikkan kasih Allah kepada sesama. Kali ini Amsal menunjukkan pentingnya mengasihi sesama (ayat 21). Mengasihi sesama bukan masalah perkataan, melainkan tindakan yang didasari oleh kebaikan hati (ayat 22-23). Mengasihi sesama adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, jika kita menghina dan berbuat jahat kepada sesama, itu berarti kita berdosa di hadapan Allah. Bukan hanya mengasihi dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan…

Continue ReadingKamis, 03 April 2025 (Perjuangan Mengasihi)

Selasa, 01 April 2025 (Terang Orang Benar)

Amsal 14:1-20"Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia." (ayat 2) Saat hidup berada di persimpangan jalan, kita harus mengambil sebuah keputusan yang akan menentukan jalan kita ke depan. Tidak setiap jalan akan membawa kita sampai ke tujuan yang dikehendaki. Bagaimana kita mengetahui jalan mana yang "benar", ketika ada begitu banyak pilihan dalam hidup? Amsal 14 menguraikan perbandingan jalan orang bijak dengan orang bodoh. Si bijak membangun rumah yang kokoh, sementara si bodoh membangun rumah yang rapuh (ayat 1) Jalan orang bodoh digambarkan sebagai: menghina Tuhan (ayat 2), membenci teguran dan didikan (ayat 3),…

Continue ReadingSelasa, 01 April 2025 (Terang Orang Benar)

Senin, 31 Maret 2025 (Terang Orang Benar)

Amsal 13:13"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." (ayat 13) Dengan ukuran seperti apakah kita ingin dinilai oleh Tuhan? Apakah dengan harta, kekuasaan, atau kesalehan? Ini adalah salah satu pertanyaan penting yang ditujukan pada diri kita. Bagaimana kita menyikapi panggilan hidup dalam kekayaan menurut ukuran Tuhan? Amsal pada bagian ini bisa dibagi dalam tiga tema besar: Pertama, pentingnya seorang yang bijaksana memelihara kebenaran (ayat 1-6). Kedua, perenungan tentang hakekat kekayaan sejati dalam kehidupan (ayat 7-11). Ketiga, perenungan tentang akibat yang diterima baik oleh orang bijak maupun orang fasik, ketika mereka menerapkan nilai…

Continue ReadingSenin, 31 Maret 2025 (Terang Orang Benar)

Sabtu, 29 Maret 2025 (Benar Dalam Berkata)

Amsal 12:15-28"Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata." (ayat 19) Tuhan mengasihi orang yang jujur dan membenci orang yang berdusta. Orang berdusta atau orang tidak jujur melakukan ketidakadilan atau tipu daya (ayat 17b). Sebaliknya, orang yang jujur atau berkata benar menegakkan keadilan. Melakukan tipu daya atau tidak jujur sama dengan melakukan kejahatan, tetapi berkata benar membuat hidup sejahtera dan dipenuhi dengan sukacita. Itulah penegasan Amsal hari ini. Penulis Amsal mengingatkan orang-orang beriman agar berhati-hati menggunakan mulutnya. Jika orang beriman ingin hidupnya diperkenan Tuhan, maka dia harus memilah apa yang dia ucapkan dengan mulutnya.…

Continue ReadingSabtu, 29 Maret 2025 (Benar Dalam Berkata)

Sabtu, 08 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Keluarga)

Amsal 4:1-9"Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," (ayat 1) Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mengenalkan pendidikan anak melalui wadah Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga (orangtua), guru (sekolah), dan masyarakat. Namun, pendidikan anak yang paling utama adalah keluarga (orangtua). Orangtua memiliki tanggung jawab utama dalam pendidikan anak, sebab Tuhan menitipkan anak kepada orangtua untuk dididik dan diasuh. Pewarisan nilai-nilai luhur kepada anak, utamanya terjadi dalam keluarga. Salomo telah menerima pengenalan jalan-jalan Allah dari ayahnya. Selanjutnya, ia mengajarkannya juga kepada anak-anaknya. Allah menghendaki agar hidup di jalan-jalan-Nya diajarkan terutama melalui pengajaran dan teladan orangtua…

Continue ReadingSabtu, 08 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Keluarga)