Jumat, 07 Maret 2025 (Hidup Dalam Kebaikan)

Amsal 3:27-35"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (ayat 27) Ada peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna". Peribahasa tersebut bisa menjadi gambaran penyesalan kalau kita menunda melakukan kebaikan dan berdampak pada penderitaan orang lain, padahal sebenarnya kita mampu melakukan perbuatan baik. Ajakan untuk hidup dalam kebaikan itu disampaikan juga oleh penulis Amsal. Pertama, kita harus memberikan kepada semua orang apa yang sepantasnya diterima, baik karena keadilan maupun karena belas kasihan, dan janganlah menunda-nunda melakukannya. Sebuah kesalahan besar jika kita tidak melakukan hal yang adil atas hak orang lain, atau tidak menunjukkan belas…

Continue ReadingJumat, 07 Maret 2025 (Hidup Dalam Kebaikan)

Kamis, 06 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Tuhan)

Amsal 3:11-26"Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya." (ayat 11) Semua orangtua tentu menginginkan anaknya memperoleh pendidikan yang terbaik. Orangtua mau anaknya mengenyam pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi yang terbaik, dididik oleh guru atau dosen yang terbaik sehingga anaknya memperoleh kualitas pendidikan yang terbaik. Seorang pendidik yang baik tentu diyakini memiliki ilmu yang diperoleh dari sumber yang baik dan mampu menerapkan metode pembelajaran yang tepat sehingga anak didik akan terdidik secara lebih baik. Salomo, penulis amsal, berharap agar anaknya mau dididik oleh Tuhan. Ia yakin, Tuhan selalu menginginkan yang terbaik untuk umat-Nya. Terkadang,…

Continue ReadingKamis, 06 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Tuhan)

Selasa, 04 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-II)

Amsal 2:1-10"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Cara hidup orang berhikmat. Hikmat yang dibicarakan sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jika kita memberi respons yang sesuai dengan kehendak-Nya, maka buah-buah kehidupan dengan hasilnya akan mengalir. Bagaimana caranya?Pertama, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal (ayat 5-6);Kedua, bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan tidak pada diri sendiri (ayat 7-8);Ketiga, memuliakan Tuhan dengan harta (ayat 9-10).Cara hidup seperti inilah yang menjadi manifestasi ketergantungan manusia kepada Tuhan, Sang Sumber Hikmat. Berkat dan hikmat. Bila kita memiliki cara hidup orang berhikmat, maka…

Continue ReadingSelasa, 04 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-II)

Senin, 03 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-I)

Amsal 2:10-22"kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau" (ayat 11) Kita tidak dapat memungkiri bahwa salah satu motivasi seseorang melakukan atau memperjuangkan sesuatu adalah karena keuntungan. Jika tidak ada untungnya, buat apa berusaha melakukannya? Sayang sekali, banyak orang tidak menyadari bahwa memiliki hikmat mendatangkan keuntungan besar dalam kehidupan manusia. Apakah untungnya memperoleh hikmat? Perikop bacaan hari ini memaparkan keuntungan dari hikmat yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan. Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa keuntungan memiliki hikmat adalah memelihara dan menjaga kehidupan kita (ayat 11). Pertanyaannya adalah memelihara dan menjaga kehidupan kita dari apa? Jawabannya, hikmat akan menjaga dan memelihara kita…

Continue ReadingSenin, 03 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-I)

Jumat, 17 Januari 2025 (Pekerjaan Allah dalam hidupku)

Mazmur pasal 144"Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!" (ayat 1-2) Pujian-pujian yang dinaikkan Daud dalam mazmur ini memiliki ciri-ciri yang bersifat pribadi (ayat 1-11) maupun umat (ayat 12-15). Bagi pemazmur, Tuhan telah menjadi sekutunya dalam berperang melawan para musuh. Tuhan telah menjadi guru yang mengajar dia berperang. Tuhan adalah benteng yang melindungi dia dari serangan musuh (ayat 1-2). Pemazmur sadar bahwa sebagai manusia, dirinya tidak ada apa-apanya. Sebaliknya kedahsyatan…

Continue ReadingJumat, 17 Januari 2025 (Pekerjaan Allah dalam hidupku)

Kamis, 16 Januari 2025 (Doa orang benar)

Mazmur pasal 143"Mazmur Daud. Ya TUHAN, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada permohonanku! Jawablah aku dalam kesetiaan-Mu, demi keadilan-Mu!" (ayat 1) Mazmur 143 adalah doa yang dinaikkan dalam situasi genting. Bagi Daud, doa bukanlah sekadar tindakan untuk menenangkan diri, melainkan sebuah percakapan dengan Allah. Daud menaikkan doa ini dalam pemahaman bahwa hanya kepada Allah dia dapat berseru-karena Allah pasti mendengarkannya. Karena itu, Daud menyandarkan doanya pada kesetiaan Allah dan kesadaran bahwa tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Tuhan (ayat 1-2). Daud menyadari bahwa kehidupan sebagai orang percaya tidak selalu ada di jalan mudah (ayat 3-4). Namun, ia memahami bahwa…

Continue ReadingKamis, 16 Januari 2025 (Doa orang benar)

Rabu, 15 Januari 2025 (Ungkapan hati, Perjuangan dan kepercayaan)

Mazmur pasal 142"Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" (ayat 6) Bagaimana dapat bertahan, bahkan menang, ketika menghadapi musuh yang berupaya membinasakan kita? Mari belajar dari Daud, yang dalam mazmur ini menaikkan doa permohonannya kepada Tuhan. Kapan Daud dikepung musuh seperti ini? Sangat mungkin ketika ia dikejar oleh Saul yang hendak membunuh dia (1Sam. 24 dan 26). Seperti apakah perasaan Daud? Lihat ayat 4, Daud merasa takut karena para musuhnya sedang memasang perangkap untuk menangkap dirinya. Lihat pula ayat 5, Daud merasa sendirian. Namun tidak ada seorang pun yang peduli. Seruan Daud kepada…

Continue ReadingRabu, 15 Januari 2025 (Ungkapan hati, Perjuangan dan kepercayaan)

Selasa, 14 Januari 2025 (Strategi menghadapi cobaan)

Mazmur pasal 141"Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan." (ayat 9) Apa tindakan kita kalau godaan untuk ikut-ikutan berbuat dosa menghampiri kita? Menyerah? Atau melawan? Mazmur ini merupakan doa permohonan Daud agar ia tidak jatuh ke dalam godaan untuk berbuat fasik seperti orang jahat (ayat 3-4). Mazmur ini mengingatkan kita tentang pentingnya pencegahan terhadap godaan yang datang. Apa saja yang harus kita lakukan agar terhindar dari godaan, dan kalaupun sudah pernah gagal, cepat bangkit kembali? Pertama, segera berseru kepada Tuhan saat godaan menimpa (ayat 1-2). Jangan berupaya dengan kekuatan sendiri.Kedua,…

Continue ReadingSelasa, 14 Januari 2025 (Strategi menghadapi cobaan)

Jumat, 10 Januari 2025 (Perlindungan dari orang jahat)

Mazmur pasal 140"Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan," (ayat 2) Berhadapan dengan orang jahat? Tentu sebuah situasi yang menakutkan. Terlebih lagi ketika mereka terus-menerus mengancam kita. Berada dalam situasi perang dan dikelilingi musuh bukanlah situasi yang diinginkan Daud. Setiap hari mereka memicu terjadinya perang dan dengan sembunyi memasang jerat, sehingga Daud berlari kepada Tuhan yang mampu menolongnya. Daud memohon pemeliharaan Tuhan supaya Tuhan meluputkannya dari mereka. Ia berseru agar Tuhan berada di pihaknya. Tuhan adalah kekuatan dan keselamatan. Dia menjaga Daud dalam perang-perang sebelumnya. Maka sekali lagi, Daud memohon perlindungan Tuhan…

Continue ReadingJumat, 10 Januari 2025 (Perlindungan dari orang jahat)

Kamis, 09 Januari 2025 (Allah yang Mahatahu)

Mazmur pasal 139"Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh." (ayat 1-2) Pernahkah kita berpikir bahwa tidak ada siapa pun yang mengetahui pergumulan kita? Daud menyadari bahwa hal itu tidak mungkin, sebab Tuhan adalah Allah Yang Mahatahu. Allah tahu ketika Daud duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring, bahkan perkataan-perkataannya yang belum terucap (ayat 2-4). Tidak ada tempat bagi manusia untuk lari dari Allah. Bagaimana mungkin manusia bersembunyi dari Allah, sementara Dialah yang merenda kehidupan manusia sejak dari kandungan (ayat 13-16). Pengalaman hidup bersama dengan Allah…

Continue ReadingKamis, 09 Januari 2025 (Allah yang Mahatahu)