Selasa, 29 April 2025 (Jangan Terlalu Sering Bertandang)

Amsal 25:15-28"Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu." (ayat 17) Kitab Amsal berbicara tentang moralitas hidup sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah larangan terhadap segala sesuatu yang berlebihan. Pengamsal melarang kita untuk terus-menerus datang ke rumah orang lain. Tujuannya adalah agar mereka tidak menjadi bosan terhadap kita, lalu membenci kita (ayat 17). Nasihat ini dapat dikatakan masuk akal. Kita diajak untuk tidak terlalu sering mengganggu orang lain karena tiap orang punya pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing. Terlalu sering bertemu tanpa tujuan yang jelas hanya akan melahirkan dosa baru. Ketika kita terlalu banyak mengobrol, kita…

Continue ReadingSelasa, 29 April 2025 (Jangan Terlalu Sering Bertandang)

Senin, 28 April 2025 (Berkat dari lidah bijak)

Amsal 25:1-14"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak." (ayat 11) Ada orang yang hemat dalam berbicara, ada pula yang banyak berbicara. Ada yang mengeluarkan perkataan yang baik, ada pula yang kasar dan tidak menjadi berkat. Ada di posisi manakah kita saat ini? Amsal 25 mengingatkan kita untuk mengucapkan perkataan tepat pada waktunya dan menegur orang lain secara bijak (ayat 11-12). Hal ini tidak mudah, tetapi kita pasti bisa melakukannya ketika kita mau dituntun oleh Roh Kudus. Dengan mengandalkan tuntunan Roh Kudus, kita dimampukan untuk berpegang pada kebenaran (ayat 4-5), tetap tenang dalam menghadapi…

Continue ReadingSenin, 28 April 2025 (Berkat dari lidah bijak)

Sabtu, 26 April 2025 (Hindari Kemiskinan)

Amsal 24:19-34"Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu." (ayat 27) Dalam ilmu ekonomi makro ditemukan bahwa perilaku, pilihan, dan kemampuan diri dalam menghadapi hidup merupakan faktor penentu kemiskinan. Bagi orang yang sedang berada di dalam jurang kemiskinan, diperlukan kesadaran diri dan penyadaran dari orang-orang di sekelilingnya agar ia bisa keluar dari kemiskinan. Amsal bacaan kita hari ini mengingatkan kita untuk melakukan semua upaya itu. Kita perlu belajar dari kesalahan orang lain agar kita tidak melakukan hal yang sama.Pertama, kita diperingatkan untuk tidak iri hati terhadap penjahat dan agar kita takut akan Tuhan (ayat 19, 21).Kedua,…

Continue ReadingSabtu, 26 April 2025 (Hindari Kemiskinan)

Jumat, 25 April 2025 (Membangun Kehidupan)

Amsal 24:1-18"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan," (ayat 3) Ada beragam sikap tatkala kita hendak membangun kehidupan kita, misalnya dalam berumah tangga atau berwirausaha. Ada yang cuek, biasa saja, dan ada yang bersungguh-sungguh. Kitab Amsal mengajarkan apa yang mesti kita lakukan dalam hal ini, yaitu mendirikan kehidupan kita dengan hikmat, menegakkannya dengan kepandaian, dan mengisi tiap bagiannya dengan pengertian (ayat 3-4). Hikmat yang dimaksud bukan sekadar kemampuan untuk memahami apa yang ada dan mengatasi masalah, melainkan Hikmat Allah, yaitu Yesus Kristus. Orang yang mau membangun kehidupan di atas Hikmat Allah harus bersedia memakai pola pikir yang sesuai dengan…

Continue ReadingJumat, 25 April 2025 (Membangun Kehidupan)

Kamis, 24 April 2025 (Nikmat membawa sengsara)

Amsal 23:17-35"Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak." (ayat 31-32) Nikmat sesaat, sengsara di kemudian hari. Itulah gambaran bagi mereka yang suka mengonsumsi minuman keras. Sebab alkohol memiliki dampak merusak organ tubuh dan mentalitas manusia, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Setelah seseorang sadar, kerusakan yang dihasilkan mungkin tidak bisa diperbaiki lagi. Minuman keras memiliki daya pesona (ayat 31) dan sering menunjukkan daya tariknya. Ada anggur yang tampak memesona, menggoda, dan menggiurkan, seolah-olah berkata, "Mari, minumlah aku." Penulis Amsal memberi…

Continue ReadingKamis, 24 April 2025 (Nikmat membawa sengsara)

Rabu, 23 April 2025 (Dua hal penting: pengendalian diri dan pendidikan anak-anak)

Amsal 23:1-16"Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu." (ayat 1) Setiap orang pasti memiliki keinginan. Memiliki keinginan memang tidak salah, tetapi jangan sampai dijerat nafsu diri sendiri. Seorang yang dikuasai nafsu makan mungkin akan dimanfaatkan seorang pembesar melalui hidangan yang menipu, sehingga apa pun yang diperintahkan pembesar tersebut akan dilakukannya setelah perutnya dikenyangkan (ayat 1-3); seorang yang tergiur dengan makanan lezat dari seorang kikir akan terjerumus ke dalam perhitungan yang tidak tulus hati (ayat 6-7). Pengendalian diri juga termasuk mengendalikan bibir berkata jujur (ayat 16). Tak mudah belajar mengendalikan diri, itulah sebabnya banyak…

Continue ReadingRabu, 23 April 2025 (Dua hal penting: pengendalian diri dan pendidikan anak-anak)

Selasa, 22 April 2025 (Dengarkanlah)

Amsal 22:17-29"Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku" (ayat 17) Mendengarkan merupakan salah satu tindakan penting untuk dapat memahami sesuatu. Sebuah pesan dapat dipahami bila didengarkan dengan baik. Bagi pengamsal, mendengar sama dengan memberi perhatian dan menyimpan dalam hati (ayat 18). Mendengar berarti memperhatikan dengan saksama dan tidak membiarkan sesuatu berlalu begitu saja, tetapi menyimpannya dalam hati. Pertanyaannya ialah mendengarkan apa? Pengamsal menasihatkan agar penerima petuahnya memberi perhatian kepada amsal-amsal orang bijak (ayat 17). Maksudnya, nasihat dan pengetahuan tentang apa yang sungguh-sungguh benar (ayat 20). Dengan demikian, para anak didiknya menaruh kepercayaan kepada Tuhan (ayat 19)…

Continue ReadingSelasa, 22 April 2025 (Dengarkanlah)

Senin, 21 April 2025 (Manusia Sejati)

Amsal 22:1-16"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas." (ayat 1) Kita hidup dalam dunia yang menganggap kesejatian manusia dinilai dari apa yang ia punya, pakai, dan makan. Banyak orang berlomba-lomba untuk memamerkan harta, pakaian, restoran dan menu makanannya di laman media sosialnya. Banyak orang juga memberi banyak like atas unggahan yang menampilkan kemewahan. Akan tetapi, menurut pengamsal, kesejatian manusia bukan perkara milik (having), melainkan keberadaan (being). Manusia adalah ciptaan Tuhan (ayat 2). Menjadi manusia yang dikasihi orang lebih berharga daripada memiliki kekayaan besar dalam perak dan emas (ayat 1). Mengapa?…

Continue ReadingSenin, 21 April 2025 (Manusia Sejati)

Sabtu, 19 April 2025 (Tuhan yang tak tertandingi)

Amsal 21:16-31"Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN." (ayat 30) Kitab Amsal kental sekali dengan pengajaran tentang kehidupan orang yang berhikmat dan yang tidak berhikmat, seperti halnya yang terdapat pada bagian ini. Sekali lagi, pengamsal memberikan gambaran yang mendetail tentang kehidupan orang yang tidak berhikmat. Contohnya, orang yang tidak mau menerima pengajaran (ayat 16); orang yang suka berfoya-foya dan gila harta (ayat 17); orang fasik dan pengkhianat (ayat 18, 27); orang yang suka bertengkar dan pemarah (ayat 19); orang yang bebal (ayat 20); orang yang kurang ajar dan sombong (ayat 24); orang yang malas…

Continue ReadingSabtu, 19 April 2025 (Tuhan yang tak tertandingi)

Kamis, 17 April 2025 (Diciptakan dengan tujuan)

Amsal 21:1-15"Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban." (ayat 3) Tuhan menciptakan setiap manusia unik adanya. Dia memberikan kita tubuh untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Ironisnya, sering kali manusia tidak memakai anggota-anggota tubuhnya sesuai tujuan yang Tuhan tetapkan. Sebaliknya, kita justru memakainya demi kesenangan dan kenikmatan dalam dosa, seperti yang digambarkan oleh pengamsal dalam bagian ini sebagai berikut: mata yang congkak (ayat 4), hati yang sombong (ayat 4), lidah yang berdusta (ayat 6), mulut yang suka bertengkar (ayat 9), dan telinga yang ditutup (ayat 13). Pengamsal dengan tegas menyebutkan bahwa mata yang congkak dan hati yang sombong adalah…

Continue ReadingKamis, 17 April 2025 (Diciptakan dengan tujuan)