Senin, 25 Agustus 2025 (Tuhan diatas segalanya)

Pengkhotbah 12:9-14"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." (ayat 13) Kata kunci dari Kitab Pengkhotbah yang diulang-ulang sepanjang kitabnya adalah "sia-sia". Umumnya, kesan yang muncul ketika membaca Kitab Pengkhotbah adalah sikap pesimis terhadap kehidupan. Namun, pada dasarnya, Pengkhotbah sedang mempresentasikan sebuah fakta, yaitu kehidupan manusia, di bawah matahari, tanpa Tuhan adalah sebuah kesia-siaan. Di akhir kitabnya, Pengkhotbah memberikan sebuah kesimpulan klimaks, sekaligus jawaban atas kesia-siaan hidup manusia, yaitu kita harus hidup takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya (ayat 13). Di luar Tuhan, kehidupan manusia akan berakhir…

Continue ReadingSenin, 25 Agustus 2025 (Tuhan diatas segalanya)

Jumat, 22 Agustus 2025 (Bijak dalam ketidakpastian hidup)

Pengkhotbah 11:1-8"Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu." (ayat 5) Hidup manusia penuh dengan ketidakpastian. Kita sukar memprediksi kejadian besok. Hal yang menyenangkan dan yang buruk sama-sama berpeluang bisa terjadi. Pendeknya, di dunia ini tak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri. Lalu, pertanyaan yang perlu direnungkan: "Bagaimana kita menyikapi ketidakpastian hidup ini?" Nas hari ini mengajarkan bahwa hidup dalam ketidakpastian ada risikonya, tetapi juga menyimpan kesempatan. Dengan begitu, antara dua tarikan ini kita perlu mempersiapkan kehidupan yang bijaksana. Pengkhotbah mengatakan, "Lemparkanlah…

Continue ReadingJumat, 22 Agustus 2025 (Bijak dalam ketidakpastian hidup)

Rabu, 20 Agustus 2025 (Hidup ini singkat dan berharga)

Pengkhotbah 9:1-12"Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apa pun yang dihadapinya." (ayat 1) Hidup di tengah dunia berdosa penuh dengan penderitaan dan jerih payah. Belum lagi ditambah akhir hidup manusia, baik orang benar maupun orang fasik, menuju kematian (ayat 3). Hal ini merupakan pergumulan utama dari Pengkhotbah. Pengkhotbah ingin melihat "siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati" (ayat 4). Istilah "anjing" dalam dunia…

Continue ReadingRabu, 20 Agustus 2025 (Hidup ini singkat dan berharga)

Selasa, 19 Agustus 2025 (Resep hidup bahagia)

Pengkhotbah 8:9-17"Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya." (ayat 12) Kita sering mengidentikkan kebahagiaan dengan banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keturunan. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran kalau banyak orang mendewakan dan mengejar semua itu dengan cara apa saja. Pertanyaan yang patut kita renungkan adalah, "Benarkah itu rahasia hidup bahagia?" Pengkhotbah mengamati ada satu ironi yang terjadi di tengah-tengah kehidupan. Ia seolah ingin mengatakan bahwa orang benar harus pergi dari kota sedangkan orang fasik diperbolehkan berada di…

Continue ReadingSelasa, 19 Agustus 2025 (Resep hidup bahagia)

Senin, 18 Agustus 2025 (Sikap terhadap pemerintah)

Pengkhotbah 8:2-8"Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah." (ayat 2) Salah satu ciri orang berhikmat adalah tidak tergesa-gesa dalam bertindak, termasuk dalam menyatakan perkataan di hadapan Allah (5:1). Ia pun tidak terburu-buru untuk marah dalam hati (7:9). Demikian pula, masih menurut Kitab Pengkhotbah, orang yang tidak tergesa-gesa meninggalkan raja disebutnya sebagai orang yang berhikmat (ayat 3). Sikap pertama yang harus ditunjukkan orang berhikmat adalah mematuhi perintah raja. Alasannya, raja bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya dan perkataannya berkuasa. Dampaknya, orang yang patuh akan terhindar dari perkara yang mencelakakan (ayat 2-5a). Sikap kedua adalah mengoreksi raja pada waktu dan dengan cara…

Continue ReadingSenin, 18 Agustus 2025 (Sikap terhadap pemerintah)

Jumat, 15 Agustus 2025 (Carilah hikmat dari Allah)

Pengkhotbah 7:23-8:1"Kesemuanya ini telah kuuji untuk mencapai hikmat. Kataku: "Aku hendak memperoleh hikmat," tetapi hikmat itu jauh dari padaku." (ayat 23) Apakah Anda pernah mengenal seorang yang diakui bijaksana karena kemampuannya dalam memberi solusi atas banyak masalah? Lalu, pernahkah Anda kecewa karena ternyata pada suatu saat ia tidak bisa memberikan solusi pada masalah yang sedang Anda hadapi? Atau, Anda harus menepuk dahi karena ternyata ia tidak melakukan perkataannya sendiri? Jika ya, Anda tidak sendirian, karena Pengkhotbah juga menemukan hal yang sama. Dalam bacaan hari ini, Pengkhotbah menceritakan pengalamannya mencari hikmat. Ia mencari seorang yang mampu menjelaskan setiap masalah. Seorang yang…

Continue ReadingJumat, 15 Agustus 2025 (Carilah hikmat dari Allah)

Selasa, 12 Agustus 2025 (Warisan nama baik dan hikmat)

Pengkhotbah 7:1-22"Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran." (ayat 1) Pepatah "gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang" berarti orang meninggal selalu meninggalkan hal-hal yang baik maupun buruk yang selalu diingat orang. Sayangnya, orang-orang lebih banyak meninggalkan hal-hal yang buruk. Demi mendapatkan harta dan kekuasaan, mereka rela melakukan segala cara. Pengkhotbah mengingatkan bahwa nama yang harum lebih baik daripada minyak yang mahal (ayat 1). Minyak merupakan komoditas yang sangat mahal pada zaman kuno, tetapi bagi Pengkhotbah, nama yang harum lebih baik lagi. Jika kita memiliki nama yang…

Continue ReadingSelasa, 12 Agustus 2025 (Warisan nama baik dan hikmat)

Senin, 11 Agustus 2025 (Kaya tidak identik dengan bahagia)

Pengkhotbah 5:9-6:12"Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (5:9) Banyak orang berpikir bahwa semakin kaya seseorang, semakin ia akan bahagia. Nyatanya, ada saja orang kaya yang bunuh diri atau bercerai dari pasangannya. Sebaliknya, ada orang miskin yang hidup sampai usia lanjut atau setia bersama pasangannya. Pengkhotbah memberikan bukti bahwa uang tidak dapat memberikan kepuasan.Pertama, semakin kaya seseorang, justru ia semakin tidak puas dengan kekayaannya. Orang seperti ini terjebak dalam ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan (5:9).Kedua, semakin kaya seseorang, semakin banyak orang yang mau memanfaatkannya (5:10). Orang kaya akan dikelilingi…

Continue ReadingSenin, 11 Agustus 2025 (Kaya tidak identik dengan bahagia)

Sabtu, 09 Agustus 2025 (Taat lebih baik dari persembahan)

Pengkhotbah 4:17-5:8"Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat." (4:17) Tanpa kita sadari sering kali kita menyamakan Tuhan dengan manusia. Kita berpikir bahwa Tuhan pasti senang jika kita datang beribadah kepada-Nya dengan membawa persepuluhan dan banyak persembahan. Dengan berpikir demikian, kita sudah keliru dan membahayakan diri kita. Pengkhotbah memberi peringatan kepada kita supaya berhati-hati ketika kita datang beribadah kepada Tuhan. Ia menyatakan bahwa mendengarkan lebih baik daripada mempersembahkan kurban (4:17). Ayat ini menunjukkan bahwa bisa saja orang…

Continue ReadingSabtu, 09 Agustus 2025 (Taat lebih baik dari persembahan)