Pengkhotbah 12:9-14
“Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (ayat 13)
Kata kunci dari Kitab Pengkhotbah yang diulang-ulang sepanjang kitabnya adalah “sia-sia”. Umumnya, kesan yang muncul ketika membaca Kitab Pengkhotbah adalah sikap pesimis terhadap kehidupan. Namun, pada dasarnya, Pengkhotbah sedang mempresentasikan sebuah fakta, yaitu kehidupan manusia, di bawah matahari, tanpa Tuhan adalah sebuah kesia-siaan.
Di akhir kitabnya, Pengkhotbah memberikan sebuah kesimpulan klimaks, sekaligus jawaban atas kesia-siaan hidup manusia, yaitu kita harus hidup takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya (ayat 13). Di luar Tuhan, kehidupan manusia akan berakhir dengan kesia-siaan, baik di dunia maupun dalam kekekalan.
Takut akan Tuhan dan melakukan perintah-Nya merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Takut akan Tuhan membawa kita mendekat kepada-Nya, menyembah-Nya, dan menghormati-Nya. Namun, itu semua harus diwujudkan dengan tindakan nyata, yaitu dengan melakukan perintah dan firman-Nya.
Oleh karena itu, Pengkhotbah mengungkapkan bahwa seluruh tindak-tanduk manusia (baik atau jahat) akan dipertanggungjawabkan di hadapan takhta pengadilan Allah (ayat 14). Semua akan dinilai berdasarkan cara hidup dan seluruh tindakan kita: apakah sesuai dengan perintah-Nya atau tidak. Hal ini sebagai penentu apakah hidup kita akan berakhir sia-sia atau masuk ke dalam kekekalan yang penuh kebahagiaan.
Hari ini kita diberi dua pilihan, yaitu hidup dalam kesia-siaan atau hidup bermakna. Jika ingin hidup bermakna, jadikanlah Tuhan yang terutama dalam hidup kita. Tidak peduli apakah kita kaya/miskin, sehat/ sakit, berpendidikan tinggi/ rendah, jika hidup tanpa Tuhan semua akan berakhir sia-sia.
Oleh karena itu, marilah kita takut akan Tuhan dan menempatkan-Nya di atas segalanya. Dengan begitu, hidup kita akan berakhir dengan sukacita kekal. Sampai kapan pun juga, kita mau menghidupi firman Tuhan supaya tidak berakhir dengan sia-sia. Kita mesti optimis dan setia pada firman Tuhan yang menuntun kepada hidup sejati.
Amin, Tuhan Yesus memberkati