Senin, 08 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Yeremia 29:1-23"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati," (ayat 12-13) Dua tahun setelah raja Yekhonya beserta rombongannya dibuang, pembuangan belum juga berakhir (ayat 2). Sebaliknya rombongan berikutnya malah menyusul (ayat 1). Realita ini yang menghancurkan pengharapan yang bertumbuh dalam diri mereka karena pengajaran para nabi palsu. Mereka butuh kekuatan rohani sebab kekecewaan dapat mendorong mereka melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan diri mereka sendiri. Karena itulah Yeremia menulis surat untuk menguatkan mereka. Isi surat itu memang merupakan sumber kekuatan…

Continue ReadingSenin, 08 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Kamis, 28 Agustus 2025 (Peringatan supaya mengenal Tuhan)

Yeremia 9:12-26"tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (ayat 24) Nabi Yeremia mengajak pendengarnya untuk membayangkan kehancuran Yerusalem di masa depan. Ia kemudian mengajukan pertanyaan reflektif seolah-olah hal itu telah terjadi, "Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun?" (ayat 12). Penyebab utamanya, karena bangsa Yehuda meninggalkan Tuhan. Mereka meninggalkan Taurat sekaligus Pribadi-Nya. Dosa itu telah dilakukan selama beberapa generasi (ayat 13-14). Murka-Nya sekarang dilampiaskan kepada mereka. Nabi Yeremia menyampaikan bahwa…

Continue ReadingKamis, 28 Agustus 2025 (Peringatan supaya mengenal Tuhan)

Rabu, 27 Agustus 2025 (Supaya kamu berbahagia)

Yeremia 7:21-28"hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!" (ayat 23) Adakah orang yang tidak ingin bahagia? Pasti tidak ada, sebab semua orang ingin bahagia. Bahkan orang rela melakukan apa saja untuk mendapat kebahagiaan. Kepada kita hari ini ditunjukkan satu cara yang amat sangat sederhana agar orang dapat bahagia. Akan tetapi, walau sangat sederhana, bukan berarti mudah untuk dilakukan. Cara berbahagia adalah dengan mendengar suara Allah dan mengikuti jalan-Nya (ayat 23). Ketika umat diminta untuk mendengar, umat…

Continue ReadingRabu, 27 Agustus 2025 (Supaya kamu berbahagia)

Senin, 25 Agustus 2025 (Tuhan diatas segalanya)

Pengkhotbah 12:9-14"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." (ayat 13) Kata kunci dari Kitab Pengkhotbah yang diulang-ulang sepanjang kitabnya adalah "sia-sia". Umumnya, kesan yang muncul ketika membaca Kitab Pengkhotbah adalah sikap pesimis terhadap kehidupan. Namun, pada dasarnya, Pengkhotbah sedang mempresentasikan sebuah fakta, yaitu kehidupan manusia, di bawah matahari, tanpa Tuhan adalah sebuah kesia-siaan. Di akhir kitabnya, Pengkhotbah memberikan sebuah kesimpulan klimaks, sekaligus jawaban atas kesia-siaan hidup manusia, yaitu kita harus hidup takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya (ayat 13). Di luar Tuhan, kehidupan manusia akan berakhir…

Continue ReadingSenin, 25 Agustus 2025 (Tuhan diatas segalanya)

Jumat, 22 Agustus 2025 (Bijak dalam ketidakpastian hidup)

Pengkhotbah 11:1-8"Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu." (ayat 5) Hidup manusia penuh dengan ketidakpastian. Kita sukar memprediksi kejadian besok. Hal yang menyenangkan dan yang buruk sama-sama berpeluang bisa terjadi. Pendeknya, di dunia ini tak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri. Lalu, pertanyaan yang perlu direnungkan: "Bagaimana kita menyikapi ketidakpastian hidup ini?" Nas hari ini mengajarkan bahwa hidup dalam ketidakpastian ada risikonya, tetapi juga menyimpan kesempatan. Dengan begitu, antara dua tarikan ini kita perlu mempersiapkan kehidupan yang bijaksana. Pengkhotbah mengatakan, "Lemparkanlah…

Continue ReadingJumat, 22 Agustus 2025 (Bijak dalam ketidakpastian hidup)

Rabu, 20 Agustus 2025 (Hidup ini singkat dan berharga)

Pengkhotbah 9:1-12"Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apa pun yang dihadapinya." (ayat 1) Hidup di tengah dunia berdosa penuh dengan penderitaan dan jerih payah. Belum lagi ditambah akhir hidup manusia, baik orang benar maupun orang fasik, menuju kematian (ayat 3). Hal ini merupakan pergumulan utama dari Pengkhotbah. Pengkhotbah ingin melihat "siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati" (ayat 4). Istilah "anjing" dalam dunia…

Continue ReadingRabu, 20 Agustus 2025 (Hidup ini singkat dan berharga)

Selasa, 19 Agustus 2025 (Resep hidup bahagia)

Pengkhotbah 8:9-17"Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya." (ayat 12) Kita sering mengidentikkan kebahagiaan dengan banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keturunan. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran kalau banyak orang mendewakan dan mengejar semua itu dengan cara apa saja. Pertanyaan yang patut kita renungkan adalah, "Benarkah itu rahasia hidup bahagia?" Pengkhotbah mengamati ada satu ironi yang terjadi di tengah-tengah kehidupan. Ia seolah ingin mengatakan bahwa orang benar harus pergi dari kota sedangkan orang fasik diperbolehkan berada di…

Continue ReadingSelasa, 19 Agustus 2025 (Resep hidup bahagia)

Senin, 18 Agustus 2025 (Sikap terhadap pemerintah)

Pengkhotbah 8:2-8"Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah." (ayat 2) Salah satu ciri orang berhikmat adalah tidak tergesa-gesa dalam bertindak, termasuk dalam menyatakan perkataan di hadapan Allah (5:1). Ia pun tidak terburu-buru untuk marah dalam hati (7:9). Demikian pula, masih menurut Kitab Pengkhotbah, orang yang tidak tergesa-gesa meninggalkan raja disebutnya sebagai orang yang berhikmat (ayat 3). Sikap pertama yang harus ditunjukkan orang berhikmat adalah mematuhi perintah raja. Alasannya, raja bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya dan perkataannya berkuasa. Dampaknya, orang yang patuh akan terhindar dari perkara yang mencelakakan (ayat 2-5a). Sikap kedua adalah mengoreksi raja pada waktu dan dengan cara…

Continue ReadingSenin, 18 Agustus 2025 (Sikap terhadap pemerintah)

Jumat, 15 Agustus 2025 (Carilah hikmat dari Allah)

Pengkhotbah 7:23-8:1"Kesemuanya ini telah kuuji untuk mencapai hikmat. Kataku: "Aku hendak memperoleh hikmat," tetapi hikmat itu jauh dari padaku." (ayat 23) Apakah Anda pernah mengenal seorang yang diakui bijaksana karena kemampuannya dalam memberi solusi atas banyak masalah? Lalu, pernahkah Anda kecewa karena ternyata pada suatu saat ia tidak bisa memberikan solusi pada masalah yang sedang Anda hadapi? Atau, Anda harus menepuk dahi karena ternyata ia tidak melakukan perkataannya sendiri? Jika ya, Anda tidak sendirian, karena Pengkhotbah juga menemukan hal yang sama. Dalam bacaan hari ini, Pengkhotbah menceritakan pengalamannya mencari hikmat. Ia mencari seorang yang mampu menjelaskan setiap masalah. Seorang yang…

Continue ReadingJumat, 15 Agustus 2025 (Carilah hikmat dari Allah)