IBADAH RAYA HGC FAMILY (SPESIAL MISI)
Minggu, 13 Juli 2025 Pukul 08.00 WIB Gereja GPPK “House of Grace” BSD City
Minggu, 13 Juli 2025 Pukul 08.00 WIB Gereja GPPK “House of Grace” BSD City
Yesaya 52:1-12"TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita." (ayat 10) Pernahkah kita mengalami satu kejadian tertentu yang berakibat banyak? Seperti pepatah mengatakan, sekali dayung dua atau tiga pulau terlampaui. Sekali lagi umat Israel diminta "terjagalah." Yesaya ingin membukakan mata hati mereka yang ada di pembuangan, bahwa Tuhan pasti memenuhi janji-Nya, yaitu menyelamatkan mereka. Bukan hanya menyelamatkan mereka, melalui mereka Tuhan menyelamatkan seluruh isi dunia. Bagaimana caranya? Umat Israel harus bangun untuk bersiap menerima keselamatan dari Tuhan. Mereka akan dikuduskan dan siap untuk dibebaskan (ayat 1-2). Mereka…
Yesaya 51:9-23"Beginilah firman Tuhanmu, TUHAN, Allahmu yang memperjuangkan perkara umat-Nya: "Sesungguhnya, Aku mengambil dari tanganmu piala dengan isinya yang memusingkan, dan isi cangkir kehangatan murka-Ku tidak akan kauminum lagi," (ayat 22) Penderitaan? Tidak seorang pun dapat menghindarinya, termasuk penderitaan karena dosa dan murka Allah. Siapa dapat membebaskan manusia dari penderitaan? Bangsa Yehuda di pembuangan menderita dan mereka pun memohon pertolongan Allah. Penderitaan bangsa Yehuda di pembuangan amatlah berat. Terdorong agar keluar dari penderitaan, kaum buangan ingin agar Allah segera bertindak memberikan pertolongan. Agar sejarah pertolongan Tuhan terulang kembali, seperti pada zaman purbakala ketika Tuhan meremukkan Rahab, menikam naga sampai mati…
Yesaya 50:4-11"Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!" (ayat 10) Pada bagian ini, kita disuguhi teguran Allah kepada Israel yang tidak mau kembali dan taat kepada-Nya (ayat 1-3) dan perjuangan serta ketaatan si hamba Allah dalam menjalankan panggilan Tuhan (ayat 4-11). Ayat 4-9 merupakan Nyanyian Hamba yang ketiga. Allah menegur Israel yang mengeluh dan mempersalahkan Allah atas penderitaan mereka di pembuangan. Hukuman Allah atas mereka terjadi karena mereka tidak mau taat kepada-Nya sebagai hamba Allah…
Yesaya 49:22-50:3"Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa, maka mereka akan menggendong anak-anakmu laki-laki dan anak-anakmu perempuan akan didukung di atas bahunya." (49:22) Curiga mencurigai semakin menjadi sesuatu yang biasa sekarang ini. Semua kesempatan dipakai orang untuk kepentingan dan keuntungan diri. Termasuk dengan memakai slogan atau ajaran agama tertentu. Tidak heran kita tidak mudah percaya akan niat baik seseorang, walaupun ia datang memakai atribut Kristen dan berkata-kata dalam bahasa yang kristiani, termasuk bahkan membawa rekomendasi dari instansi yang pantas dipercaya. Namun, mencurigai Allah? Ketidakpercayaan Israel akan kesungguhan Tuhan…
Yesaya 49:8-2""Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas." (ayat 13) Hal buruk kerap kali membuat kita putus asa dan menyerah. Bahkan anak-anak Tuhan tidak kebal terhadapnya. Demikian juga yang dialami oleh bangsa Israel. Pembuangan ke Babel telah menyebabkan terjadinya banyak hal buruk. Bait Allah, lambang kehadiran Allah di Sion yang merupakan kota suci pun runtuh. Kali ini tampaknya Israel tidak berpengharapan lagi. Wajar jika Israel merasa putus asa. Namun demikian, Tuhan berjanji akan menjawab, menyelamatkan, dan menolong Israel dengan menuntun mereka keluar (8a). Ia berjanji akan…
Yesaya 48:12-22""Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!" (ayat 12) Bangsa Israel tiga kali diminta Tuhan untuk mendengarkan (ayat 12, 14, 16). Kata "dengar" pertama dilanjutkan dengan pernyataan kemahakuasaan-Nya. Yang kedua disambung dengan pernyataan pimpinan-Nya terhadap bangsa Babel. Yang ketiga berhubungan dengan rencana penebusan-Nya (ayat 17-22). Kata "dengar" atau "mendengarkan" dalam bahasa Ibrani mempunyai arti tidak mengizinkan adanya pemisahan antara persepsi dengan tindakan. Jika kita benar-benar "mendengar" peringatan, maka kita harus menaatinya. Jika kita tidak mematuhinya, itu artinya kita tidak "mendengar". Kata "dengar" pertama menunjukkan siapa Tuhan…
Yesaya 48:1-11"Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan." (ayat 10) Tuhan melalui Yesaya kembali mengingatkan bangsa Israel akan kemunafikan mereka (ayat 1-2). Allah menegur sikap mereka. Mereka mengaku umat Allah, tetapi tidak hidup menurut hukum-hukum-Nya. Mereka menyebut diri sebagai Israel umat Allah, yang mengakui bahkan bersumpah demi nama Allah Israel, tetapi tidak hidup dengan sungguh-sungguh dan tulus hati. Mereka munafik! Setelah menegur kelakuan umatnya yang tidak tulus, kembali Allah menyatakan keberadaan diri-Nya. Ia menyatakan bahwa diri-Nya berbeda dengan dewa-dewa yang membuat umat-Nya berpaling dari-Nya. Perbedaan itu Allah nyatakan dengan menunjukkan…
Yesaya pasal 47"Biarlah auratmu tersingkap dan aibmu kelihatan! Aku akan mengadakan pembalasan dan tidak menyayangkan seorang pun, kata Penebus kami, TUHAN semesta alam nama-Nya, Yang Mahakudus, Allah Israel." (ayat 3-4) Di pasal 46, dewa-dewa Babel dipermalukan sebagai allah yang mati, tidak berdaya, bahkan perlu diselamatkan. Di pasal 47 ini, yang dipermalukan ialah bangsa Babel sendiri. Mereka akan mendapatkan malapetaka dan dewa-dewa mereka tidak akan dapat menyelamatkan mereka. Mengapa demikian? Karena mereka telah melampaui batas yang digariskan oleh Tuhan. Tidak satu bangsa pun yang diperbolehkan menindas umat kepunyaan Allah lebih dari yang diizinkan oleh Allah. Allah telah memberi izin kepada Babel…
Yesaya pasal 46"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (ayat 4) Jika ada pertanyaan "Seberapa setiakah Allah Israel menyertai umat-Nya?", maka jawabannya adalah senantiasa setia. Walaupun ada kalanya bangsa itu tidak setia, Allah selalu memberikan peringatan dan hukuman kepada mereka sehingga bangsa itu berbalik kembali kepada jalan Allah. Di masa lalu Allah tetaplah Allah umat-Nya dan senantiasa mau menanggung mereka (ayat 4). Allah mau memikul dan menyelamatkan mereka sampai kapan pun. Sangat berbeda dari Allah Israel, allah-allah buatan…