Yeremia 32:16-44
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!” (ayat 17)
Tiada yang mustahil bagi Allah Siapakah yang boleh merasa dirinya layak diampuni dan dipulihkan? Kalau dengan jujur kita melihat dan mengintrospeksi diri, maka jawabannya adalah tidak seorang pun! Bagi Yeremia, umat Tuhan memang sepantasnya dibinasakan tuntas agar jangan semakin bertambah jahat dan tambah mempermalukan Tuhan.
Namun, justru kasih setia Allahlah yang membuat pemulihan bukan angan-angan melainkan suatu kepastian. Dalam doanya (ayat 17-25), Yeremia menegaskan sifat Allah sendiri yang menjadi penjamin pemulihan. Dia adalah Allah yang Mahakuasa, penuh kasih setia, dan Mahaadil. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Doa Yeremia kemudian memaparkan sederetan perkara mustahil yang Allah sudah kerjakan dalam umat-Nya, termasuk ketika Ia dalam keadilan-Nya harus menghukum mereka yang berpaling dari-Nya (ayat 20-24).
Kemahakuasaan Allah dinyatakan lewat tindakan adil-Nya yang memastikan penghukuman dahsyat menimpa umat yang durhaka itu (ayat 28-35). Namun, Allah juga berdaulat untuk menyatakan kembali kasih setia-Nya. Kasih setia-Nya itulah yang membuat Allah memulihkan kembali umat-Nya setelah hukuman keras diberlakukan. Pemulihan Allah tidak tanggung-tanggung. Pertama-tama Allah mengumpulkan kembali umat yang sudah terserak akibat pembuangan (ayat 37). Kemudian Allah memulihkan umat-Nya dengan ikatan perjanjian seperti Perjanjian Sinai (ayat 38-41). Allah beroperasi dalam hati umat sehingga mereka mampu berbuat baik dan menyenangkan Allah. Saat itulah peragaan nubuat yang dilakukan Yeremia dengan membeli ladang, akan menjadi kenyataan. Situasi ekonomi bangsa Israel pun ikut dipulihkan (ayat 43-44).
Tiada yang mustahil bagi Allah. Allah sanggup memulihkan siapapun yang bertobat. Inilah kasih setia Allah kepada umat-Nya yang tak pernah memudar. Sepantasnyalah kita yang sudah mengalami kasih setia-Nya itu hidup dalam kesetiaan dan ketaatan mutlak pada-Nya.
Amin, Tuhan Yesus memberkati