Rabu, 26 November 2025 (Terus Hidup Dalam Kemenangan)

Salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan iman orang percaya adalah menjaga konsistensi untuk tetap hidup dalam kemenangan. Tidak jarang, dalam proses berjalan bersama Tuhan, kita menemui masa-masa lemah, putus asa, atau meragukan kemenangan yang telah Tuhan janjikan. Hal ini dapat terjadi karena kita hidup di dunia yang penuh tekanan, ditambah lagi serangan musuh yang terus mencoba menggoyahkan iman kita. Bahkan, sering kali kelemahan itu muncul karena kita sendiri kurang menjaga kedekatan dengan Tuhan, kita mengabaikan keintiman rohani, tidak peka akan suara-Nya, atau tidak menata hidup dalam disiplin rohani.Hal-hal seperti ini perlu kita waspadai, sebab menjadi pengingat bagi kita semua untuk…

Continue ReadingRabu, 26 November 2025 (Terus Hidup Dalam Kemenangan)

Rabu, 01 Oktober 2025 (Tuhan selalu beri kesempatan)

Nahum 1:1-8"TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya." (ayat 7) Kitab Nahum adalah kitab yang berisi ucapan ilahi dan penglihatan yang diberikan Tuhan kepada Nabi Nahum untuk memberikan peringatan kepada Niniwe. Kota Niniwe, ibu kota kerajaan Asyur yang besar itu, sekali lagi mendapat peringatan dari nabi Tuhan agar penduduknya bertobat dari segala kejahatan yang mereka lakukan. Peringatan itu mengingatkan kita kepada peringatan yang Tuhan berikan melalui Nabi Yunus kurang lebih seratus tahun sebelumnya. Kini peringatan itu muncul lagi karena mereka kembali melakukan kejahatan yang dahsyat. Mereka banyak melakukan penumpahan darah, dusta,…

Continue ReadingRabu, 01 Oktober 2025 (Tuhan selalu beri kesempatan)

Selasa, 30 September 2025 (Carilah Tuhan, maka kita akan hidup!)

Amos 5:1-6"Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!" (ayat 4) Pernahkah Anda mendengar seseorang meratap? Ratapan biasanya terdengar di rumah-rumah duka. Itu adalah cara orang mengungkapkan kerinduan sekaligus perkabungannya. Akibat ketidakadilan sosial dan kekerasan yang merajalela di ibu kota Samaria, Tuhan menjatuhkan hukuman yang keras kepada Israel. Negeri itu ditanduskan. Orang-orangnya dibuang ke pengasingan. Begitu sedikit yang tersisa (ayat 3). Hanya orang yang tua, lemah, sakit, dan cacat yang dibiarkan mengembara di reruntuhan kota-kota Israel. Hal itu tergenapi setelah penyerbuan Asyur dan pembuangan ke Babel. Untuk waktu yang sangat panjang, bangsa Israel tidak mempunyai…

Continue ReadingSelasa, 30 September 2025 (Carilah Tuhan, maka kita akan hidup!)

Senin, 29 September 2025 (Allah mencurahkan Roh-Nya)

Yoel 2:28-32"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan." (ayat 28) Allah berjanji akan mencurahkan Roh-Nya ke atas orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka, tua dan muda, orang merdeka dan hamba, laki-laki dan perempuan, akan menerima Roh Allah. Mereka akan bernubuat, mendapat mimpi dan penglihatan (ayat 28-29). Apa maksudnya? Sebelumnya, Roh Allah diberikan kepada orang-orang pilihan dan yang diurapi-Nya. Mereka adalah raja, imam, dan nabi. Tujuannya untuk menyatakan maksud dan berkat-Nya kepada manusia. Namun, saat Hari Tuhan…

Continue ReadingSenin, 29 September 2025 (Allah mencurahkan Roh-Nya)

Sabtu, 27 September 2025 (Berbalik Kepada Tuhan)

Yoel 2:12-17"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." (ayat 12) Setelah menyampaikan keadaan pada hari Tuhan, Yoel menyerukan pertobatan kepada umat. Ia mengajak umat agar berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati (ayat 12). Untuk itu, ia meminta agar umat berpuasa, menangis, dan mengaduh. Ia menyerukan agar umat kembali kepada Tuhan karena Ia pengasih, penyayang, dan panjang sabar (ayat 13). Ajakan ini adalah sebuah tantangan bagi umat. Apakah umat rela dan mau berbalik kepada Tuhan? Jika mau, umat harus meneguhkan dan menetapkan sepenuh hati, bukan setengah hati, agar kembali kepada-Nya.…

Continue ReadingSabtu, 27 September 2025 (Berbalik Kepada Tuhan)

Jumat, 26 September 2025 (Pertobatan Sejati)

Hosea 5:15-6:6"Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." Jika ada orang yang berpura-pura meminta ampun kepada kita atas kesalahannya, dan kita tahu hal itu, apakah kita mau memaafkannya? Jika ada orang yang bersikap manis hanya agar hukuman tidak dijatuhkan kepadanya, lalu setelah itu akan berbuat kesalahan lagi, bagaimana sikap kita? Dalam firman Tuhan hari ini, perkataan hukuman diakhiri dengan Allah menyembunyikan diri dari umat-Nya dan menjauhkan diri dari semua ritual ibadah mereka, hingga mereka bertobat dan mencari Allah (5:15). Seakan-akan tidak kapok, orang Israel malah berniat untuk memanipulasi…

Continue ReadingJumat, 26 September 2025 (Pertobatan Sejati)

Kamis, 25 September 2025 (Tetap Teguh Di Dalam Iman)

Daniel pasal 6"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (ayat 11) Orang Kristen akan selalu menghadapi perlawanan dunia. Begitulah yang dialami oleh Daniel. Kehidupan dan kemampuannya membuat dia dipercaya oleh Raja Darius. Raja bermaksud menaikkan jabatannya menjadi setingkat di bawah raja (ayat 4). Rekan-rekannya yang iri lalu bersekongkol menjatuhkan dia (ayat 5). Dengan memanfaatkan kekuasaan raja, mereka membuat peraturan untuk menjebak Daniel. Kesetiaan berdoa dijadikan perangkap (ayat 6). Raja yang sebelumnya…

Continue ReadingKamis, 25 September 2025 (Tetap Teguh Di Dalam Iman)

Rabu, 24 September 2025 (Belajar dari Sejarah)

Daniel pasal 5"Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini." (ayat 22) Raja Belsyazar rupanya tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bahwa ayahnya pernah dihukum Tuhan hingga hidup seperti hewan. Itu terjadi karena Nebukadnezar telah berlaku sombong di hadapan Allah yang mahakuasa (ayat 19-21). Belsyazar juga melakukan kesalahan yang sama. Kekuasaan yang dia miliki membuat ia tidak punya rasa takut pada siapapun, bahkan kepada Allah Israel yang seharusnya ia kenal melalui riwayat hidup ayahnya. Maka ia pun berlaku sembarangan terhadap Allah. Untuk pesta yang dia selenggarakan, dia mengambil perkakas Bait Allah dan memakainya untuk minum anggur.…

Continue ReadingRabu, 24 September 2025 (Belajar dari Sejarah)

Selasa, 23 September 2025 (Jangan Sombong)

Daniel 4:28-37"Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak." (ayat 37) Ada orang-orang tertentu yang mengharapkan Tuhan menyatakan diri secara langsung. Seolah dengan demikian jalan hidup mereka akan berubah. Dan memang ada juga yang berjanji akan merubah hidup bila Tuhan berbicara secara khusus kepada dia. Namun faktanya tidak selalu demikian. Contohnya Nebukadnezar. Sudah dua kali Tuhan menegur Nebukadnezar melalui mimpi. Mimpi yang kedua itu pun tidak membuat Nebukadnezar bertobat secara utuh. Hanya satu tahun lamanya ia berubah. Namun waktu Babel selesai…

Continue ReadingSelasa, 23 September 2025 (Jangan Sombong)

Senin, 22 September 2025 (Allah merendahkan orang sombong)

Daniel 4:8-18"Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu." (ayat 17) Salah satu dosa yang dibenci Allah adalah dosa kesombongan (Ams. 6:16-17). Karena itulah, dalam pengajaran gereja, dosa kesombongan dikategorikan sebagai satu dari tujuh dosa yang mematikan. Dalam mimpinya, Raja Nebukadnezar melihat di tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi. Pohon itu makin lama makin besar dan kuat, bahkan tingginya sampai ke langit; pohon…

Continue ReadingSenin, 22 September 2025 (Allah merendahkan orang sombong)