Sabtu, 20 September 2025 (Allah merendahkan orang sombong)

Daniel 4:8-18"Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu." (ayat 17) Salah satu dosa yang dibenci Allah adalah dosa kesombongan (Ams. 6:16-17). Karena itulah, dalam pengajaran gereja, dosa kesombongan dikategorikan sebagai satu dari tujuh dosa yang mematikan. Dalam mimpinya, Raja Nebukadnezar melihat di tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi. Pohon itu makin lama makin besar dan kuat, bahkan tingginya sampai ke langit; pohon…

Continue ReadingSabtu, 20 September 2025 (Allah merendahkan orang sombong)

Jumat, 19 September 2025 (Anugrah dalam peringatan)

Daniel 4:1-7"lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku." (ayat 5) Allah kita adalah Allah yang penuh anugerah dan dalam anugerah-Nya Allah sering memberi peringatan untuk mencegah kita dari berdosa. Nas hari ini dimulai dengan Nebukadnezar yang memuji Allah. Ia memaklumkan "mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi" kepadanya (ayat 2). Ia juga mengakui bahwa "Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun" (ayat 3). Ternyata dari ayat-ayat selanjutnya kita melihat bahwa ia baru sembuh dari penyakit yang dideritanya selama tujuh tahun sebagai akibat dari hukuman Allah Israel. Semua…

Continue ReadingJumat, 19 September 2025 (Anugrah dalam peringatan)

Kamis, 18 September 2025 (Tetap beriman, Tanpa kompromi !)

Daniel pasal 3"Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (ayat 17-18) Anda pilih yang mana: sembah patung atau mati? Sulitkah untuk memilih satu di antara dua pilihan tersebut? Bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, menyembah patung tidak akan menjadi pilihan mereka. Meski untuk itu mereka bukan hanya menghadapi risiko kehilangan jabatan, melainkan juga nyawa! Padahal banyak orang yang…

Continue ReadingKamis, 18 September 2025 (Tetap beriman, Tanpa kompromi !)

Rabu, 17 September 2025 (Hanya Allah yang sanggup)

Daniel 2:1-23"Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya." (ayat 22) Ada orang yang beranggapan bahwa doa adalah pelarian. Seharusnya orang bukan berdoa, melainkan berjuang. Apa pendapat Anda terhadap anggapan demikian? Ancaman hukuman mati untuk para cendekiawan karena tidak mampu menceritakan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar, jelas meresahkan hati Daniel. Ia harus melakukan sesuatu! Jika tidak, maka bukan hanya dia, tetapi ketiga temannya dan seluruh cendekiawan di Babel terancam hukuman mati. Maka ia tidak tinggal diam. Ia mencari tahu penyebab raja mengeluarkan perintah hukuman mati itu. Setelah…

Continue ReadingRabu, 17 September 2025 (Hanya Allah yang sanggup)

Selasa, 16 September 2025 (Keteguhan Iman)

Daniel 1:6-17" Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (ayat 8) Iman yang teguh teruji dalam dua situasi, antara lain: Pertama, penderitaan yang hebat. Kedua, hidup yang nyaman dan membahagiakan, seperti: sehat, sukses, dan situasi lainnya yang dapat membuat seseorang merasa tidak perlu topangan orang lain. Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya adalah beberapa orang di antara sekian banyak penduduk Israel yang dibawa ke Babel untuk dijadikan tawanan (ayat 6). Sebagai tawanan perang, mereka tidak memiliki kemerdekaan. Salah satu bentuk…

Continue ReadingSelasa, 16 September 2025 (Keteguhan Iman)

Senin, 15 September 2025 (Pemulihan Demi Nama-Nya)

Yehezkiel pasal 36:22-38"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya." (ayat 26-27) Seperti apakah pemulihan sejati yang dilakukan Tuhan terhadap umat-Nya? Bukan sekadar pemulihan hal-hal lahiriah, tetapi yang dimulai dari hati. Pemulihan yang bukan sekadar reformasi (perubahan bentuk), tetapi transformasi, perubahan yang bersifat dari dalam ke luar. Umat Tuhan harus dipulihkan dari keterikatan dengan dosa. Tuhan melakukannya…

Continue ReadingSenin, 15 September 2025 (Pemulihan Demi Nama-Nya)

Selasa, 09 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Yeremia 32:16-44"Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!" (ayat 17) Tiada yang mustahil bagi Allah Siapakah yang boleh merasa dirinya layak diampuni dan dipulihkan? Kalau dengan jujur kita melihat dan mengintrospeksi diri, maka jawabannya adalah tidak seorang pun! Bagi Yeremia, umat Tuhan memang sepantasnya dibinasakan tuntas agar jangan semakin bertambah jahat dan tambah mempermalukan Tuhan. Namun, justru kasih setia Allahlah yang membuat pemulihan bukan angan-angan melainkan suatu kepastian. Dalam doanya (ayat 17-25), Yeremia menegaskan sifat Allah sendiri yang menjadi penjamin…

Continue ReadingSelasa, 09 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Senin, 08 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Yeremia 29:1-23"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati," (ayat 12-13) Dua tahun setelah raja Yekhonya beserta rombongannya dibuang, pembuangan belum juga berakhir (ayat 2). Sebaliknya rombongan berikutnya malah menyusul (ayat 1). Realita ini yang menghancurkan pengharapan yang bertumbuh dalam diri mereka karena pengajaran para nabi palsu. Mereka butuh kekuatan rohani sebab kekecewaan dapat mendorong mereka melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan diri mereka sendiri. Karena itulah Yeremia menulis surat untuk menguatkan mereka. Isi surat itu memang merupakan sumber kekuatan…

Continue ReadingSenin, 08 September 2025 (Pengharapan yang tak pernah sirna)

Kamis, 28 Agustus 2025 (Peringatan supaya mengenal Tuhan)

Yeremia 9:12-26"tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (ayat 24) Nabi Yeremia mengajak pendengarnya untuk membayangkan kehancuran Yerusalem di masa depan. Ia kemudian mengajukan pertanyaan reflektif seolah-olah hal itu telah terjadi, "Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun?" (ayat 12). Penyebab utamanya, karena bangsa Yehuda meninggalkan Tuhan. Mereka meninggalkan Taurat sekaligus Pribadi-Nya. Dosa itu telah dilakukan selama beberapa generasi (ayat 13-14). Murka-Nya sekarang dilampiaskan kepada mereka. Nabi Yeremia menyampaikan bahwa…

Continue ReadingKamis, 28 Agustus 2025 (Peringatan supaya mengenal Tuhan)

Rabu, 27 Agustus 2025 (Supaya kamu berbahagia)

Yeremia 7:21-28"hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!" (ayat 23) Adakah orang yang tidak ingin bahagia? Pasti tidak ada, sebab semua orang ingin bahagia. Bahkan orang rela melakukan apa saja untuk mendapat kebahagiaan. Kepada kita hari ini ditunjukkan satu cara yang amat sangat sederhana agar orang dapat bahagia. Akan tetapi, walau sangat sederhana, bukan berarti mudah untuk dilakukan. Cara berbahagia adalah dengan mendengar suara Allah dan mengikuti jalan-Nya (ayat 23). Ketika umat diminta untuk mendengar, umat…

Continue ReadingRabu, 27 Agustus 2025 (Supaya kamu berbahagia)