Jumat, 24 September 2021 Sukses Sebagai Pahlawan Iman

Ibrani 11:32-40"yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa," (ayat 33) Budaya instan dari dunia modern/pascamodern ini melanda berbagai aspek kehidupan bahkan juga mempengaruhi banyak orang percaya. Sukses didefinisikan sebagai kenikmatan hidup saat ini (harta, takhta, wanita/pria) seakan-akan hidup orang percaya hanya untuk di sini dan satu kali ini saja. Semua pahlawan iman yang disebutkan di bagian ini berasal dari zaman sesudah Musa, yakni mereka yang sudah menerima penggenapan janji Allah, Tanah Perjanjian. Namun, mereka terus berjuang dalam iman agar umat Tuhan pada masa mereka hidup kudus dan taat kepada firman-Nya. Mereka disebut…

Continue ReadingJumat, 24 September 2021 Sukses Sebagai Pahlawan Iman

Kamis, 23 September 2021 Iman Yang Progresif

Ibrani 11:23-31"Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja." Saat ini banyak orang di Indonesia menerbitkan buku tentang riwayat hidupnya dengan berbagai motivasi. Ada tokoh masyarakat yang menulis untuk klarifikasi peranannya dalam membangun Indonesia, ada diva penyanyi yang memaparkan kesuksesannya. Apakah semua ini merupakan tren komersial semata atau budaya ikut-ikutan? Penulis Ibrani memaparkan riwayat hidup Musa untuk menyajikan bagaimana iman Musa bertumbuh secara progresif.Pertama, setelah lahir (ayat 23) orangtua Musa berperan di dalam membangun iman Musa. Mereka mendidik Musa…

Continue ReadingKamis, 23 September 2021 Iman Yang Progresif

Rabu, 22 September 2021 Percaya Walau Tampak Mustahil

Ibrani 11:17-22"Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." (ayat 17-18) Seorang filsuf eksistensialis abad ke-19, S. A. Kierkegaard pernah mengomentari iman Abraham sebagai iman yang nekad kepada Allah yang tidak dapat diduga. Artinya, iman Abraham adalah kepasrahan kepada nasib. Kalau ternyata Allah jahat, berarti iman kepada-Nya adalah sia-sia. Iman Abraham bukan iman nekad. Iman Abraham adalah iman berdasarkan pengenalannya akan pribadi Allah dan pengalamannya akan kuasa-Nya. Abraham mengenal Allah sebagai Allah yang mengasihi dan memelihara…

Continue ReadingRabu, 22 September 2021 Percaya Walau Tampak Mustahil

Selasa, 21 September 2021 Menanti Janji Tuhan

Ibrani 11:8-16"Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu." (ayat 9) Menantikan penggenapan suatu janji adalah pekerjaan yang sulit. Apalagi ketika penggenapan janji yang kita tunggu itu tidak kunjung terjadi. Satu-satunya yang memampukan kita bertahan dalam penantian itu adalah jika kita kenal dan percaya penuh kepada pihak yang berjanji. Tidak heran kalau Abraham disebut bapak kaum beriman. Ia tekun menantikan penggenapan janji Allah walaupun kapan dan seperti apa realisasi janji itu tidak jelas. Ia…

Continue ReadingSelasa, 21 September 2021 Menanti Janji Tuhan

Senin, 20 September 2021 Pahlawan Iman Perjanjian Lama

Ibrani 11:1-7"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Sering kita mendengar orang berkata bahwa Perjanjian Lama mengajarkan perbuatan yang menyelamatkan seseorang. Barulah pada Perjanjian Baru, iman kepada Tuhan Yesus yang menyelamatkan. Penulis Ibrani telah menguraikan bahwa Kristus adalah penggenapan hukum ritual, nubuat, dan simbol-simbol yang ada dalam PL. Berarti PL juga menekankan iman kepada Kristus melalui menaati berbagai peraturan Taurat. Korban persembahan tidak dapat menghapus dosa, tetapi iman kepada Allah yang menginstruksikan peraturan itulah yang menyelamatkan. Seluruh pasal 11 berisikan catatan pahlawan-pahlawan iman PL, yaitu mereka yang bukan karena…

Continue ReadingSenin, 20 September 2021 Pahlawan Iman Perjanjian Lama

Sabtu, 18 September 2021 Tekun Dalam Iman

Ibrani 10:32-39"Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya." (ayat 35) Tiga serangkai kebajikan orang-orang percaya yang diajarkan dalam Alkitab adalah iman, pengharapan, dan kasih. Iman artinya mendasarkan kehidupan pada anugerah Tuhan. Kasih adalah praktik iman dalam hidup sehari-hari. Sedangkan pengharapan melihat jauh ke depan kepada penggenapan janji-janji Allah yang setia. Di ayat 32-39, penulis Ibrani mengungkapkan alasan kedua (yang pertama, lihat renungan kemarin) agar para pembacanya bertekun dalam iman. Penulis mengingatkan mereka bahwa mereka sudah ada di dalam terang (ayat 32). Penderitaan yang datang kepada mereka sebenarnya menunjukkan kesejatian iman mereka. Semua pengorbanan kasih mereka dalam…

Continue ReadingSabtu, 18 September 2021 Tekun Dalam Iman

Jumat, 17 September 2021 Sengaja berbuat dosa

Ibrani 10:26-31"Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu." (ayat 26) Penulis Ibrani telah membuat konklusi sementara dari kupasannya mengenai keunggulan iman kristiani dari agama Perjanjian Lama (Sinai) (ayat 19-20). Karya Kristus sudah dilukiskan begitu jelas sehingga tidak ada lagi alasan untuk menolak Dia dan berpaling kepada agama lama. Dalam ayat 26-39, penulis Ibrani mengungkapkan dua alasan untuk bertahan dalam iman kepada Kristus. Di ayat 26-31 (besok kita akan lihat di ayat 32-39) penulis memaparkan dampak penolakan terhadap karya Kristus. Sekali lagi, penulis Ibrani menggunakan Hukum Taurat sebagai…

Continue ReadingJumat, 17 September 2021 Sengaja berbuat dosa

Kamis, 16 September 2021 Berani Masuk Hadirat Tuhan

Ibrani 10:19-25"Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus," Dengan paparan yang jelas akan imamat Kristus yang sempurna itu, penulis Ibrani menantang para pembaca surat Ibrani untuk tidak lagi ragu akan iman mereka. Yesus adalah jalan masuk kepada Allah. Dua ciri dari jalan ini adalah baru dan hidup (ayat 20). Baru berarti segar, tidak seperti Perjanjian Sinai yang sudah "usang" (8:13). Hidup berarti abadi karena Kristus senantiasa hidup sebagai pengantara mereka (7:25). Tuhan Yesus bukan hanya pengantara kepada Allah, Dia juga kepala Rumah Allah (ayat 21). Artinya Dialah yang mengatur siapa yang boleh…

Continue ReadingKamis, 16 September 2021 Berani Masuk Hadirat Tuhan