Rabu, 13 Oktober 2021 Memisahkan iman dengan perbuatan?

Yakobus 2:14-20"Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (ayat 14) Kesalahan terbesar yang orang percaya bisa lakukan adalah memahami iman terpisah dari pengamalannya. Seharusnya pengamalan iman mengikuti kedalaman pemahaman orang tentang imannya. Akibat terburuk dari pemisahan iman dan pengamalannya adalah orang jadi pandai bersilat lidah tentang imannya. Kesalahan sebaliknya adalah apabila orang berupaya menjadi lebih baik melalui perbuatannya untuk tujuan kemanusiaan. Ini akan berdampak pada pemujaan manusia karena perbuatan baik. Memisahkan iman dan perbuatan bisa berdampak pada kesesatan. Firman ini menegur kenyataan adanya orang percaya yang tidak…

Continue ReadingRabu, 13 Oktober 2021 Memisahkan iman dengan perbuatan?

Selasa, 12 Oktober 2021 Penuhi “Hukum Kerajaan”

Yakobus 2:8-13"Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik." (ayat 8) Yakobus memberi peringatan kepada umat Tuhan agar tidak pilih-pilih dalam menaati firman Tuhan. Seluruh hukum Tuhan harus ditaati! Mengapa?Pertama, Yakobus menyebut hukum Tuhan sebagai hukum kerajaan (ayat 5). Artinya hukum itu berasal dari Allah sebagai raja kehidupan, dan menjadi ciri dari orang yang termasuk dalam kerajaan-Nya. Melanggar hukum Tuhan, meski hanya satu, berarti menolak pemerintahan Allah dan menyangkali kewargaan dalam kerajaan-Nya.Kedua, meski tertulis dalam Alkitab, tetapi pada hakikatnya hukum tersebut adalah ucapan Allah sendiri. Yakobus menyetarakan…

Continue ReadingSelasa, 12 Oktober 2021 Penuhi “Hukum Kerajaan”

Senin, 11 Oktober 2021 Jangan Pilih Kasih

Yakobus 2:1-7"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka." (ayat 1) Warga gereja terdiri dari berbagai ras, tingkat ekonomi dan pendidikan. Dalam keragaman itu, adakah kesetaraan sebagai sesama milik Kristus terwujud dalam kehidupan bergereja kita? Yakobus menegur kecenderungan "memandang muka" di dalam kehidupan bergereja (ayat 1). Saling menilai berdasarkan kekayaan, merupakan penyangkalan terhadap prinsip iman kita. Tuhan Yesus yang mulia (ayat 1) telah rela menjadi hina dan mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia. Dalam hidup dan karya penyelamatan Yesus Kristus, nilai manusia diubah dari hal-hal yang kasat…

Continue ReadingSenin, 11 Oktober 2021 Jangan Pilih Kasih

Sabtu, 09 Oktober 2021 Kerohanian Utuh

Yakobus 1:19-27"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu." (ayat 21) Dampak pembaruan dan pengaruh operasi firman dalam kehidupan orang Kristen harus menyangkut segala segi kehidupan. Tidak cukup mengakui diri beriman, sudah lahir baru, atau rajin mempelajari Alkitab. Itu semua harus diiringi oleh perilaku dan sikap sepadan. Seorang Percaya menurut Yakobus adalah orang yang di dalam dirinya tertanam firman (ayat 23). Firman Injil memperbarui hidup sehingga bukan hanya jadi pengetahuan, tetapi penghayatan kebenaran yang mewujud dalam perilaku sehari-hari. Misalnya dalam…

Continue ReadingSabtu, 09 Oktober 2021 Kerohanian Utuh

Jumat, 08 Oktober 2021 Allah, kebaikan murni

Yakobus 1:16-18"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran." (ayat 17) Jika Allah memakai pencobaan untuk menguji iman, tidakkah itu berarti Allah sendiri sumber pencobaan? Jika di balik pencobaan ada maksud Allah yang baik bagi orang beriman, tidakkah Allah menggunakan yang jahat untuk menghasilkan yang baik? Yakobus menolak pemikiran berbahaya itu. Kesimpulan seperti itu adalah jalan berpikir yang sesat sebab tidak sama dengan pernyataan Alkitab tentang sifat Allah yang kudus, benar dan baik adanya. Seperti sudah disinggung dalam bagian sebelumnya, pencobaan bukan datang…

Continue ReadingJumat, 08 Oktober 2021 Allah, kebaikan murni

Rabu, 06 Oktober 2021 Tahan Uji

Yakobus 1:12-15"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." Semua orang pernah mengalami pencobaan di dalam hidupnya. Pemicunya adalah keinginan diri. Setelah terseret dan terpikat, lalu ditindaklanjuti hingga berujung pada dosa. Dosa selalu melahirkan maut (ayat 14-15). Oleh karena itu, Yakobus menyatakan, "Berbahagialah orang yang tahan uji" (ayat 12). Artinya pencobaan itu tidak harus berujung pada dosa. Ada pencobaan yang berujung pada mahkota kehidupan. Ini terjadi jika orang bertahan dan menolak daya tarik kejahatan. Mahkota kehidupan diberikan Allah sebagai bukti bahwa orang tersebut…

Continue ReadingRabu, 06 Oktober 2021 Tahan Uji

Selasa, 05 Oktober 2021 Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

Yakobus 1:9-11"Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi," (ayat 9) Apakah kekayaan dapat memecahkan masalah hidup? Kelompok pertama yang Yakobus sebut "saudara" adalah pembaca surat Yakobus yang, karena perubahan besar yang terjadi dalam hidup mereka, menjadi miskin. Ada yang semula kaya, tetapi harus merelakan harta mereka untuk menolong sesama yang menderita. Ada yang mengalami penderitaan karena perantauan ke wilayah lain. Ada juga yang, karena iman, harus kehilangan posisi dan miliknya. Semua itu menggambarkan perubahan kedudukan mereka dari tinggi ke rendah. Di mata orang di sekitarnya, mereka tidak lagi dianggap. Yakobus mengingatkan bahwa meski sekarang…

Continue ReadingSelasa, 05 Oktober 2021 Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

Senin, 04 Oktober 2021 Pencobaan-Hikmat-Iman

Yakobus 1:1-8"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Mengapa orang benar menderita? Yakobus tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan itu. Ia hanya menegaskan fakta bahwa gereja memang sedang menderita bagai dua belas suku yang dalam perantauan. Orang percaya menderita karena masih berada di dunia dan belum tiba di kediaman kekal. Maka Yakobus mendorong orang beriman agar memanfaatkan pencobaan untuk bertumbuh ke arah Tuhan, berdoa untuk mendapat hikmat, dan agar dalam pergumulan hidup yang berat justru iman menjadi tahan uji. Yakobus membedakan pencobaan dari luar (ayat 2)…

Continue ReadingSenin, 04 Oktober 2021 Pencobaan-Hikmat-Iman