Rabu, 15 September 2021 Persembahan Yang Sempurna

Ibrani 10:1-18"Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan." (ayat 14) Sebuah pertanyaan kritis dan menentukan bagi sebuah agama adalah bukan apa yang diminta oleh agama dari pengikutnya, tapi apa yang diberikan oleh agama bagi pengikutnya. Bahkan Hukum Taurat dengan segala korban yang diminta, justru lebih mengungkapkan dosa mereka yang memberikan persembahan. Korban yang berulang-ulang dilakukan tidak membuat seorang pun sempurna di hadapan Allah. Itulah sebabnya Allah mengatakan bahwa Aku tidak berkenan kepada persembahan manusia (ayat 1-8). Hanya korban persembahan yang dikerjakan oleh Kristus dengan tubuh dan darah-Nya yang dapat menyempurnakan dan menguduskan manusia…

Continue ReadingRabu, 15 September 2021 Persembahan Yang Sempurna

Selasa, 14 September 2021 Layak Untuk Surga

Ibrani 9:23-28"Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita." (ayat 24) Mengapa korban-korban dan tata ibadah dalam Perjanjian Lama meski dilakukan demikian rumit dan akurat, tidak mampu untuk menyelesaikan masalah dosa secara tuntas? Sebab upacara tersebut hanya lambang dari persembahan terbaik yang Tuhan Yesus lakukan (ayat 21). Dosa adalah masalah yang sangat serius sehingga hanya Allah yang dapat menyelesaikannya secara tuntas. Dalam ritual Perjanjian Lama, pengudusan dilakukan dengan memakai darah binatang sebagai korban yang dipercikkan pada kemah…

Continue ReadingSelasa, 14 September 2021 Layak Untuk Surga

Senin, 13 September 2021 Korban Yang Sempurna

Ibrani 9:11-22"dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal." (ayat 12) Perjanjian Sinai menggunakan domba dan lembu sebagai persembahan korban yang mendamaikan Allah dengan umat PL. Padahal kematian domba dan lembu tidak pernah bisa menggantikan kematian manusia. Itu sebabnya, ritual korban PL hanya merupakan gambaran akan korban yang lebih besar dan lebih sempurna, yang akan datang. Kristus bukan hanya Imam Besar yang mendamaikan umat manusia kepada Allah, Dia juga korban pendamaian…

Continue ReadingSenin, 13 September 2021 Korban Yang Sempurna

Sabtu, 11 September 2021 Pendamaian Yang Sempurna

Ibrani 9:1-10"tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar." (ayat 7) Penulis Ibrani melanjutkan uraiannya mengenai keterbatasan Perjanjian Sinai dengan menunjukkan sifat kemah suci, pusat ibadah umat Perjanjian Lama. Pertama, kemah suci dibangun oleh tangan manusia, karena itu sifatnya tidak permanen (ayat 1). Kedua, ruang kudus di bagian depan kemah suci menunjukkan "jalan masuk" ke ruang mahakudus masih terbatas (ayat 2-5, 8). Hanya imam besar yang dapat masuk ke ruang mahakudus, satu tahun sekali…

Continue ReadingSabtu, 11 September 2021 Pendamaian Yang Sempurna

Jumat, 10 September 2021 Imam Besar Perjanjian Baru

Ibrani pasal 8"Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga," (ayat 1) Setelah menjelaskan keunggulan imamat Kristus dari imamat Lewi, penulis Ibrani melanjutkan dengan menunjukkan keunggulan perjanjian yang baru dari Perjanjian Sinai. Imam Besar Kristus dihadirkan Allah karena Perjanjian Sinai tidak dapat menyelesaikan tuntas masalah dosa umat Tuhan di PL (ayat 7). Mengapa demikian?Pertama, keberdosaan umat menyebabkan mereka tidak mampu setia kepada Allah (ayat 9).Kedua, Perjanjian Sinai dengan perangkat ritualnya yang dicatat dalam Hukum Taurat, merupakan bayang-bayang dari pelayanan pendamaian sejati yang hanya mungkin dilakukan…

Continue ReadingJumat, 10 September 2021 Imam Besar Perjanjian Baru

Kamis, 09 September 2021 Betapa Sempurna

Ibrani 7:11-28"Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga," (ayat 26) Penjelasan tentang Imamat Yesus mencapai puncaknya. Ia adalah seorang Imam Besar yang agung dan sempurna; semua imam yang ada sebelumnya dalam Perjanjian Lama tidak mungkin dan tidak akan pernah mencapai kesempurnaan. Karena itu tidak dibutuhkan seorang imam lain lagi, kecuali Dia. Mengapa demikian? Yesus adalah Imam menurut peraturan Melkisedek (Mazmur 110:4), yang jauh melebihi kedudukan para imam seperti Abraham, Harun, dan Lewi.Yesus adalah Imam sejati yang dipilih bukan berdasarkan silsilah…

Continue ReadingKamis, 09 September 2021 Betapa Sempurna

Rabu, 08 September 2021 Kristus dan Melkisedek

Ibrani 7:1-10"Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia." Iman, kasih, dan kesetiaan Kristen Yahudi kepada Yesus perlu terus diteguhkan, terutama tentang keimaman Yesus Kristus menurut Melkisedek yang mengatasi keimaman Harun dan keturunannya. Bukanlah hal yang mudah. Orang Yahudi dibesarkan dan dididik dalam adat istiadat Yahudi yang sangat menghormati seorang Imam Besar. Pelecehan terhadap seorang imam berarti pemberontakan besar terhadap Allah. Karena itu ada ikatan emosi yang mendalam antara orang Yahudi dan Imam Besar mereka. Maka peran Yesus sebagai Imam Besar harus dilegitimasi (6:20). Artinya…

Continue ReadingRabu, 08 September 2021 Kristus dan Melkisedek

Selasa, 07 September 2021 Kepastian Keselamatan

Ibrani 6:9-20"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir," (ayat 19) Iman yang sejati pasti terwujud melalui ketekunan kasih dan kepastian pengharapan. Walaupun surat Ibrani berisikan teguran keras bagi para pembacanya karena kedangkalan iman mereka, penulis surat ini tetap yakin bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan sejati (ayat 9). Dasarnya bukan perbuatan-perbuatan baik yang mereka perbuat melainkan karena keadilan Allah (ayat 10). Penerima surat Ibrani sudah mengalami pengampunan dosa karena Kristus dan tinggal di dalam Dia maka menurut keadilan Allah mereka adalah anak-anak Allah. Dengan demikian, pekerjaan kasih yang mereka telah…

Continue ReadingSelasa, 07 September 2021 Kepastian Keselamatan