Jumat, 04 November 2022 (Kesanggupan Allah)

Daniel 2:23-49"Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:" (ayat 28) "Mimpi yang membawa maut", mungkin begitu pendapat orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir, dan para Kasdim terhadap mimpi Nebukadnezar. Bayangkan saja, nyawa mereka terancam bila tidak dapat menceritakan mimpi raja. Siapakah di dunia ini yang sanggup mengetahui isi mimpi orang lain? Dalam situasi sulit demikian, Daniel mengajak kawan-kawannya untuk berdoa, memohon belas kasihan Allah. Hanya Allah yang mahatahu. Dia pasti tahu isi…

Continue ReadingJumat, 04 November 2022 (Kesanggupan Allah)

Rabu, 02 November 2022 (Hanya Allah yang Sanggup)

Daniel 2:1-23"Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel." (ayat 17-18) Ancaman hukuman mati untuk para cendekiawan karena tidak mampu menceritakan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar, jelas meresahkan hati Daniel. Ia harus melakukan sesuatu! Jika tidak, maka bukan hanya dia, tetapi ketiga temannya dan seluruh cendekiawan di Babel terancam hukuman mati. Maka ia tidak tinggal diam. Ia mencari tahu penyebab raja mengeluarkan perintah hukuman mati itu. Setelah memahami masalahnya,…

Continue ReadingRabu, 02 November 2022 (Hanya Allah yang Sanggup)

Selasa, 01 November 2022 (Berani Bersikap)

Daniel pasal 1"Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (ayat 8) Dalam dunia yang makin menggoda ini, bagaimanakah orang beriman dapat berprinsip dan membedakan mana pilihan yang serasi dengan kehendak Tuhan? Bangsa Yehuda dibuang ke tanah Babel, negeri yang menyembah berhala. Nebukadnezar tahu bahwa banyak orang Israel yang berpotensi. Ia ingin memanfaatkan mereka untuk ambisi internasionalnya. Raja tentu tidak ingin nasionalisme Israel tetap melekat. Itu membahayakan Babel. Maka Babel berusaha 'mencuci otak' mereka. Caranya? Mendidik mereka agar memiliki pola…

Continue ReadingSelasa, 01 November 2022 (Berani Bersikap)

Senin, 31 Oktober 2022 (Berharap Kepada Kasih Setia Tuhan)

Ratapan 3:21-48"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (ayat 22-23) Hukuman yang benar mengandung dua unsur. Pertama, pembalasan. Perbuatan jahat harus mendapat balasan setimpal! Ini penting untuk menunjukkan bahwa perbuatan jahat tidak pernah bisa dibenarkan! Juga menimbulkan efek jera bagi para pelaku kejahatan dan bagi mereka yang mau coba-coba.Kedua, disiplin. Yaitu memaksa pelaku kejahatan meninggalkan perilaku jahat dan belajar berperilaku baik. Pengharapan peratap pada perikop ini didasarkan pada kasih setia (ayat 22-23, 32) dan keadilan Tuhan. Penghukuman Tuhan adil, setimpal dengan dosa-dosa umat (ayat 42). Mengakui dosa berarti bersedia menerima penghukuman-Nya (ayat 39-41), meski…

Continue ReadingSenin, 31 Oktober 2022 (Berharap Kepada Kasih Setia Tuhan)

Sabtu, 29 Oktober 2022 (Pemulihan atas inisiatif Allah)

Yeremia 33:1-13"Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah." (ayat 6) Bagi umat yang sedang mengalami pembuangan, janji Tuhan pada perikop ini sangat melegakan. Janji pemulihan bukan semata terletak pada respons Allah atas jeritan minta tolong umat yang menderita, melainkan pada rencana kekal Tuhan yang sedang Dia wujudkan. Memang tak terpahami (ayat 3) namun kekuasaan dan kesetiaan Allah, seperti yang terungkap dalam nama-Nya, yang menjamin bahwa Ia akan menggenapi semua janji-Nya (ayat 2). Perikop ini memperlihatkan inisiatif Allah memulihkan umat-Nya. Umat Tuhan dipanggil untuk…

Continue ReadingSabtu, 29 Oktober 2022 (Pemulihan atas inisiatif Allah)

Jumat, 28 Oktober 2022 (Ketaatan mendahului pemahaman)

Yeremia 32:1-25"Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!" (ayat 17) Ketika seorang anak laki-laki berumur 3 tahun mengambil sebuah obeng dan mencoba mengutak-atik stop kontak yang beraliran listrik, sang ayah segera memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya. Dengan kebingungan namun belum menaati perintah ayahnya, sang anak malah bertanya mengapa harus berhenti bukankah ayah juga pernah melakukan tindakan yang sama? Kisah ini mewakili respons kita ketika Allah memerintahkan kita untuk menaati-Nya, kita malah bertanya mengapa tidak boleh? Mengapa harus begini? Tindakan Yeremia merupakan…

Continue ReadingJumat, 28 Oktober 2022 (Ketaatan mendahului pemahaman)

Kamis, 27 Oktober 2022 (Berjaga-jaga dan berdoa)

Iblis akan selalu mencobai kita untuk melakukan yang jahat oleh sebab itu kita harus selalu sadar dan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8). Begitu berbahayanya serangan/godaan iblis sehingga harus diwaspadai dan dilawan dengan sikap berjaga-jaga dan selalu berdoa. Doa adalah hubungan komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan. Dampak dari doa yaitu kita akan selalu terhubung dengan Tuhan dan kita akan selalu mengalami Kuasa dan pengarahan/nasihat dari Tuhan sehingga kita terhindar dari setiap jerat godaan dan cobaan iblis. Inilah alasannya Tuhan Yesus menasehati murid-murid-Nya termasuk kita saat ini supaya kita selalu berjaga-jaga dan berdoa yaitu supaya kita tidak terpengaruh dengan siasat iblis…

Continue ReadingKamis, 27 Oktober 2022 (Berjaga-jaga dan berdoa)

Rabu, 26 Oktober 2022 (Rancangan Damai Sejahtera)

Yeremia 29:1-14"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (ayat 11) Nubuat palsu Hananya berdampak luas. Bukan saja orang Yehuda yang masih tersisa di tanah Babel, tetapi juga mereka yang telah tertawan di Babel bisa berharap bahwa Babel akan segera tumbang. Untuk menangkal pengaruh nubuat palsu itu, Yeremia kembali menyampaikan pesan yang benar-benar serasi dengan hajaran Allah terhadap Yehuda dengan membuang mereka ke Babel. Pembuangan ke Babel adalah final, Yehuda akan diam di sana selama tujuh puluh tahun…

Continue ReadingRabu, 26 Oktober 2022 (Rancangan Damai Sejahtera)

Selasa, 25 Oktober 2022 (Dibalik penghukuman Allah kepada umat-Nya)

Yeremia pasal 24"Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya." (ayat 7) Yeremia mendapatkan penglihatan tentang 2 keranjang yang berisi buah ara sebagai persembahan kepada Tuhan (ayat 1-3). Keranjang yang satu berisi buah ara yang sangat baik dan ini melambangkan orang Yahudi yang diangkut ke dalam pembuangan di negeri Babel oleh Nebukadnezar (ayat 4-7). Keranjang yang satu lagi berisi buah ara yang sangat jelek sehingga tidak bisa dimakan. Ini melambangkan orang-orang Yahudi yang tidak ikut ke…

Continue ReadingSelasa, 25 Oktober 2022 (Dibalik penghukuman Allah kepada umat-Nya)