Senin, 24 Oktober 2022 (Tukang periuk Illahi )

Yeremia 18:1-16"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya." (ayat 4) Yeremia diutus pergi ke tukang periuk dan memperhatikan bagaimana ia bekerja. Ketika bejana yang sedang dibentuknya rusak atau mempunyai cacat, bejana tersebut dihancurkan menjadi tanah liat kembali, kemudian dibentuk ulang agar menjadi bejana yang lebih baik (ayat 1-4). Allah memberitahukan Yeremia bahwa Ia akan bertindak terhadap Yehuda seperti tukang periuk itu terhadap bejana tanah liatnya. Ia akan membentuk bangsa Yehuda terus-menerus melalui penghukuman dan pembaharuan, hingga menjadi bangsa pilihan sesuai…

Continue ReadingSenin, 24 Oktober 2022 (Tukang periuk Illahi )

Sabtu, 22 Oktober 2022 (Andalkan Tuhan)

Yeremia 17:1-18"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (ayat 7) Kehidupan kita seringkali berada dalam tegangan tarik-ulur antara apa yang ada di hadapan mata dan apa yang masih harus diperjuangkan, antara apa yang terlihat dan apa yang diimani, antara kenyamanan dan kewajiban. Umat Yehuda mengalami pergumulan serius secara kolektif dengan pilihan-pilihan yang membawa mereka terus hidup dalam dosa. Tuhan memberi vonis berat kepada mereka: bukan apa yang di depan mata dan bukan kenyamanan yang seharusnya mereka cari; melainkan hidup bagi Tuhan dan membuat pilihan-pilihan dengan mengandalkan Tuhan, itulah yang Tuhan inginkan. Karena umat Yehuda mengandalkan diri sendiri…

Continue ReadingSabtu, 22 Oktober 2022 (Andalkan Tuhan)

Jumat, 21 Oktober 2022

Firman-Nya memotivasi dan menguatkanYeremia 15:5-21"Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam." (ayat 16) Seorang diri mempertahankan kebenaran dalam masyarakat yang menentangnya bukanlah perkara mudah. Sebab tindakan ini akan mendatangkan konsekuensi yang menyakitkan bahkan maut. Yeremia merasakan kesakitan itu ketika memberitakan penghukuman Allah atas bangsa Yehuda (ayat 5-9). Ia dikucilkan bahkan dikutuki banyak orang (ayat 10). Dia duduk seorang diri dan menanggung kesakitan yang tiada berkesudahan (ayat 15, 17-18). Apa yang memotivasi dan menguatkan dia hingga tetap setia? Firman Tuhan (ayat…

Continue ReadingJumat, 21 Oktober 2022

Kamis, 20 Oktober 2022

Mengenal AllahYeremia 9:23-24"Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." Manusia cenderung bermegah dengan apa yang dia miliki. Orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, orang kuat bermegah karena kekuatannya, orang kaya bermegah karena kekayaannya orang pintar bermegah karena pintarannya dan orang berpangkat bermegah karena kedudukannya.Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya? Pada waktu Tuhan…

Continue ReadingKamis, 20 Oktober 2022

Rabu, 19 Oktober 2022

Yang utama adalah ketaatanYeremia 7:21-28"hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!" (ayat 23) Dalam bukunya, "The 7 Habits of Highly Effective People", Stephen R. Covey menganjurkan orang untuk memiliki kebiasaan "Put first things first", yaitu memprioritaskan hal-hal yang utama pada tempat yang utama juga. Umat Allah tidak tahu membedakan manakah yang lebih utama, persembahan yang sebenarnya ditujukan kepada Allah ataukah Allah yang menerima persembahan itu. Ini menyebabkan Allah marah hingga secara ironi Dia memerintahkan umat untuk…

Continue ReadingRabu, 19 Oktober 2022

Selasa, 18 Oktober 2022

Hiduplah dengan-Nya disini!Pengkhotbah pasal 12"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." (ayat 13) Dalam khotbah perpisahannya, seorang hamba Tuhan tua mengadakan kilas balik kehidupannya, dan setiap akhir penggalan peristiwa yang dilaluinya, ia mengakhiri dengan sebuah pernyataan, "Dan Ia pun ada di sini." Apa maksudnya? Tuhan berada di dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan hamba Tuhan itu sendirian. Kewajiban kita bukanlah mengetahui maksud-Nya atas semua yang terjadi pada hidup ini melainkan, mempercayai-Nya kendati kita tidak senantiasa memahami perbuatan-Nya. Nas ini merupakan…

Continue ReadingSelasa, 18 Oktober 2022

Senin, 17 Oktober 2022

Takut akan Tuhan hasilnya berkatPengkhotbah 8:9-17"Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya." (ayat 12) Siapa atau apa yang kita takuti? Ada orang yang takut kehilangan hartanya dan ada orangtua yang takut kepada anaknya. Ada yang takut pada penolakan dan ada pula yang takut kehilangan kecantikannya. Jika kita perhatikan baik-baik, ternyata siapa atau apa yang kita takuti memperlihatkan siapa atau apa yang sebenarnya penting bagi kita. Barangsiapa takut kehilangan hartanya, ia mementingkan harta; barang siapa takut kepada anaknya, ia…

Continue ReadingSenin, 17 Oktober 2022

Sabtu, 15 Oktober 2022

Terhadap pemimpin dan masa depanPengkhotbah 8:2-8"Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi?" (ayat 7) Hikmat diperlukan khususnya menyangkut penentuan sikap terhadap pemimpin dan sikap terhadap masa depan. Kepatuhan kepada pemimpin akan membuat seseorang disukai oleh pemimpinnya. Untuk orang beriman kepatuhan itu tidak didorong oleh sikap "menjilat" atasan demi mencari keuntungan diri sendiri, tetapi oleh dorongan takluk kepada Tuhan (ayat 2). Ingatlah juga bahwa perbedaan pendapat adalah wajar sejauh prinsip kebenaran tidak dilanggar. Pemimpin seharusnya memiliki wawasan lebih luas dan pertimbangan lebih jauh daripada orang yang dipimpinnya. Inilah alasan untuk…

Continue ReadingSabtu, 15 Oktober 2022