Selasa, 04 Oktober 2022

Mengenal yang Maha KudusAmsal 30:1-16"Juga tidak kupelajari hikmat, sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus." (ayat 3) Betapa gamblangnya Agur menjelaskan dengan ekspresi bahasa (ayat 1-3) bahwa seorang hanya akan memiliki pengenalan yang benar akan Allah yang Maha Kudus melalui penyataan-Nya: umum dan khusus. Setiap orang dapat menyaksikan penyataan umum saat menyaksikan karya ciptaan Allah yang agung dan dahsyat (ayat 4). Tak seorang manusia atau dewa mana pun yang mampu menciptakan dunia sedemikian dahsyat ini. Penyataan umum dapat menghantar manusia mengenal Sang Pencipta yang agung dan besar. Lebih dari itu ada penyataan khusus yakni melalui firman dan Anak-Nya, supaya manusia tidak…

Continue ReadingSelasa, 04 Oktober 2022

Senin, 03 Oktober 2022

Takut akan Allah, bukan pada manusiaAmsal 29:16-27"Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi." (ayat 25) Manusia cenderung takut kepada manusia daripada takut akan Allah. Tidak mengherankan Amsal berkata jika orang fasik bertambah, maka bertambah pula pelanggaran (ayat 16). Artinya, pengaruh mereka semakin besar. Mereka dapat memengaruhi orang yang tadinya tidak mau berbuat jahat ikut melakukan kejahatan, sehingga kawanan orang fasik bertambah. Walaupun orang fasik kelihatan berkuasa dan membuat banyak orang takut dan ikut berbuat jahat, amsal mengajarkan bahwa ketakutan itu hanya mendatangkan jerat. Tetapi siapa percaya kepada TUHAN pasti dilindungi (ayat 25). Kita harus menyadari bahwa…

Continue ReadingSenin, 03 Oktober 2022

Sabtu, 01 Oktober 2022

Hikmat untuk menerima teguranAmsal 29:1-15Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya." (ayat 15) Salah satu hal yang paling tidak disukai banyak orang adalah teguran dari orang lain terhadap dirinya. Walaupun kita mengerti bahwa teguran itu bermanfaat, tetap saja kebanyakan orang sulit menerima teguran. Nas hari ini menekankan betapa pentingnya menerima suatu teguran. Jika kita menolak dan tidak mau mengalah setelah mendapat teguran, maka kita akan diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi (ayat 1). Teguran menunjukkan kasih dan kesempatan yang Allah berikan untuk memperbaiki diri. Kesempatan tersebut ada batasnya. Jika kita terus mengabaikannya, maka akhir yang mengerikan sedang…

Continue ReadingSabtu, 01 Oktober 2022

Jumat, 29 September 2022

Hiduplah dengan benarAmsal 28:15-28"Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan." (ayat 25) Dalam kehidupan kita, seorang pemimpin sangat menentukan nasib rakyatnya. Ketika pemimpin berperilaku seperti orang fasik, ia akan menghancurkan rakyatnya sendiri. Seperti seekor singa atau pun beruang memangsa yang lemah (ayat 15). Begitu pula dengan seorang pemimpin tidak bijaksana yang mengejar laba yang tidak halal akan banyak menindas rakyatnya (ayat 16). Karena itu, seseorang yang melakukan kesalahan akan menanggung akibat dari perbuatannya (ayat 18). Tidak baik jika kita berusaha menolongnya menghindari konsekuensi dosanya. Lebih baik kita membiarkan dia menerima konsekuensi dosanya, sebab orang yang…

Continue ReadingJumat, 29 September 2022

Kamis, 29 September 2022

Tegakkan hukumAmsal 28:1-14"Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka." (ayat 14) Salah satu perangkat penting untuk menjalankan suatu pemerintahan adalah aturan main atau hukum yang jelas dan adil. Untuk menerapkan hukum yang mengatur segala sesuatu pada tempatnya dibutuhkan orang yang takut akan Tuhan, tak mencari kepentingan diri sendiri, dan berdedikasi tinggi terhadap kesejahteraan rakyat. Pasal 28 ini berbicara mengenai pentingnya hukum dan pengelolaannya baik dalam tingkatan suatu negara maupun dalam komunitas-komunitas yang lebih kecil. Yang menarik adalah ayat 4, 7, 9 menggunakan kata torah (Ibrani) yang diterjemahkan hukum. Ini berarti…

Continue ReadingKamis, 29 September 2022

Rabu, 28 September 2022

Hubungan dengan sesamaAmsal 27:15-27"Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (ayat 21) Hubungan dengan sesama merupakan tema yang juga banyak dibahas oleh penulis Amsal. Orang memang harus belajar memelihara hubungan antar personal agar tercipta keharmonisan. Pandai bersikap dan membawa diri adalah kunci penting dalam menjalin relasi dengan orang lain. Kita tidak bisa seenaknya membawa kebiasaan dan karakter kita di tengah orang lain, walau kita menganggap itu baik. Belum tentu orang bisa menerimanya. Akibatnya terjadilah gesekan yang merusak keharmonisan hubungan. Misalnya bersikap terlalu ramah, tetapi pada waktu yang tidak tepat (ayat…

Continue ReadingRabu, 28 September 2022

Selasa, 27 September 2022

Hikmat dalam bersikapAmsal 27:1-14"Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (ayat 1) Nas hari ini memberikan kita nasihat bagaimana bersikap dalam keseharian. Pertama, kita jangan bersikap sombong berkenaan dengan hari esok, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Begitu pula jangan menyombongkan diri tentang kehebatan sendiri, dan biarlah orang lain yang memuji (ayat 1-2). Kemudian nas ini mengajarkan kita berhati-hati tentang perasaan kita, terutama perasaan negatif. Sakit hati manusia merupakan sesuatu yang terasa berat, terutama sakit hati yang ditimbulkan orang bodoh (ayat 3). Perasaan negatif lain yang sangat berat adalah…

Continue ReadingSelasa, 27 September 2022

Senin, 26 September 2022

Lidah tak bertulangAmsal 26:17-28"Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran." (ayat 28) Sebagai makhluk sosial, manusia bersosialisasi dengan lingkungannya. Di era digitalisasi yang canggih, komunikasi massa tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Sebelum manusia berkenalan dengan teknologi yang canggih, manusia sudah memiliki alat komunikasi yang luar biasa yang dibawa sejak lahir, yaitu lidah. Dengan lidah, manusia belajar menyampaikan informasi. Berkata-kata yang benar dan baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Jika berkata-kata hal yang tidak sepantasnya, pasti menimbulkan perpecahan, ibarat menembakkan panah api (ayat 18-19). Pertengkaran tidak akan terjadi apabila informasi yang disampaikan tidak diplintir kebenarannya (ayat…

Continue ReadingSenin, 26 September 2022