Kamis, 10 November 2022 (Tetap Teguh Dalam Iman)

Daniel pasal 6"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (ayat 11) Orang Kristen akan selalu menghadapi perlawanan dunia. Begitulah yang dialami oleh Daniel. Kehidupan dan kemampuannya membuat dia dipercaya oleh Raja Darius. Raja bermaksud menaikkan jabatannya menjadi setingkat di bawah raja (ayat 4). Rekan-rekannya yang iri lalu bersekongkol menjatuhkan dia (ayat 5). Dengan memanfaatkan kekuasaan raja, mereka membuat peraturan untuk menjebak Daniel. Kesetiaan berdoa dijadikan perangkap. Raja yang sebelumnya tidak memahami…

Continue ReadingKamis, 10 November 2022 (Tetap Teguh Dalam Iman)

Rabu, 09 November 2022 (Belajar Dari Sejarah)

Daniel pasal 5"Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini." (ayat 22) Raja Belsyazar rupanya tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bahwa ayahnya pernah dihukum Tuhan hingga hidup seperti hewan. Itu terjadi karena Nebukadnezar telah berlaku sombong di hadapan Allah yang mahakuasa (ayat 18-21). Belsyazar juga melakukan kesalahan yang sama. Kekuasaan yang dia miliki membuat ia tidak punya rasa takut pada siapapun, bahkan kepada Allah Israel yang seharusnya ia kenal melalui riwayat hidup ayahnya. Maka ia pun berlaku sembarangan terhadap Allah. Untuk pesta yang dia selenggarakan, dia mengambil perkakas Bait Allah dan memakainya untuk minum anggur.…

Continue ReadingRabu, 09 November 2022 (Belajar Dari Sejarah)

Senin, 07 November 2022 (Jangan Sombong)

Daniel 4:28-37"Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak." (ayat 37) Ada orang-orang tertentu yang mengharapkan Tuhan menyatakan diri secara langsung. Seolah dengan demikian jalan hidup mereka akan berubah. Dan memang ada juga yang berjanji akan merubah hidup bila Tuhan berbicara secara khusus kepada dia. Namun faktanya tidak selalu demikian. Contohnya Nebukadnezar. Sudah dua kali Tuhan menegur Nebukadnezar melalui mimpi. Mimpi yang kedua itu pun tidak membuat Nebukadnezar bertobat secara utuh. Hanya satu tahun lamanya ia berubah. Namun waktu Babel selesai…

Continue ReadingSenin, 07 November 2022 (Jangan Sombong)

Sabtu, 05 November 2022 (Tetap Beriman ! Tanpa Kompromi!)

Daniel pasal 3"Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (ayat 17-18) Anda pilih yang mana: sembah patung atau mati? Sulitkah untuk memilih satu di antara dua pilihan tersebut? Bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, menyembah patung tidak akan menjadi pilihan mereka. Meski untuk itu mereka bukan hanya menghadapi risiko kehilangan jabatan, melainkan juga nyawa! Padahal banyak orang yang…

Continue ReadingSabtu, 05 November 2022 (Tetap Beriman ! Tanpa Kompromi!)

Jumat, 04 November 2022 (Kesanggupan Allah)

Daniel 2:23-49"Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:" (ayat 28) "Mimpi yang membawa maut", mungkin begitu pendapat orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir, dan para Kasdim terhadap mimpi Nebukadnezar. Bayangkan saja, nyawa mereka terancam bila tidak dapat menceritakan mimpi raja. Siapakah di dunia ini yang sanggup mengetahui isi mimpi orang lain? Dalam situasi sulit demikian, Daniel mengajak kawan-kawannya untuk berdoa, memohon belas kasihan Allah. Hanya Allah yang mahatahu. Dia pasti tahu isi…

Continue ReadingJumat, 04 November 2022 (Kesanggupan Allah)

Rabu, 02 November 2022 (Hanya Allah yang Sanggup)

Daniel 2:1-23"Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel." (ayat 17-18) Ancaman hukuman mati untuk para cendekiawan karena tidak mampu menceritakan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar, jelas meresahkan hati Daniel. Ia harus melakukan sesuatu! Jika tidak, maka bukan hanya dia, tetapi ketiga temannya dan seluruh cendekiawan di Babel terancam hukuman mati. Maka ia tidak tinggal diam. Ia mencari tahu penyebab raja mengeluarkan perintah hukuman mati itu. Setelah memahami masalahnya,…

Continue ReadingRabu, 02 November 2022 (Hanya Allah yang Sanggup)

Selasa, 01 November 2022 (Berani Bersikap)

Daniel pasal 1"Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (ayat 8) Dalam dunia yang makin menggoda ini, bagaimanakah orang beriman dapat berprinsip dan membedakan mana pilihan yang serasi dengan kehendak Tuhan? Bangsa Yehuda dibuang ke tanah Babel, negeri yang menyembah berhala. Nebukadnezar tahu bahwa banyak orang Israel yang berpotensi. Ia ingin memanfaatkan mereka untuk ambisi internasionalnya. Raja tentu tidak ingin nasionalisme Israel tetap melekat. Itu membahayakan Babel. Maka Babel berusaha 'mencuci otak' mereka. Caranya? Mendidik mereka agar memiliki pola…

Continue ReadingSelasa, 01 November 2022 (Berani Bersikap)

Senin, 31 Oktober 2022 (Berharap Kepada Kasih Setia Tuhan)

Ratapan 3:21-48"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (ayat 22-23) Hukuman yang benar mengandung dua unsur. Pertama, pembalasan. Perbuatan jahat harus mendapat balasan setimpal! Ini penting untuk menunjukkan bahwa perbuatan jahat tidak pernah bisa dibenarkan! Juga menimbulkan efek jera bagi para pelaku kejahatan dan bagi mereka yang mau coba-coba.Kedua, disiplin. Yaitu memaksa pelaku kejahatan meninggalkan perilaku jahat dan belajar berperilaku baik. Pengharapan peratap pada perikop ini didasarkan pada kasih setia (ayat 22-23, 32) dan keadilan Tuhan. Penghukuman Tuhan adil, setimpal dengan dosa-dosa umat (ayat 42). Mengakui dosa berarti bersedia menerima penghukuman-Nya (ayat 39-41), meski…

Continue ReadingSenin, 31 Oktober 2022 (Berharap Kepada Kasih Setia Tuhan)