Rabu, 15 Februari 2023 (Bagai Biji Sesawi dan Ragi)

Matius 13:31-35"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya." (ayat 31) Di kalangan Yahudi, biji sesawi banyak dipakai sebagai istilah untuk menggambarkan sesuatu yang kecil. Kontras antara kecilnya benih dan begitu besarnya pohon di kemudian hari merupakan hal yang ingin ditekankan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi (ayat 31-32). Perumpamaan itu merupakan gambaran Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran dan pelayanan Yesus. Semula dianggap sepele dan diragukan oleh para pemimpin Yahudi, karena Yesus tampil bukan sebagai seorang raja yang berkuasa. Ia tampil hanya dengan rupa seorang…

Continue ReadingRabu, 15 Februari 2023 (Bagai Biji Sesawi dan Ragi)

Selasa, 14 Februari 2023 (Kasih)

1 Korintus pasal 13"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (ayat 13) Gereja di Korintus adalah gereja pascaYerusalem, pascaAntiokhia. Maksudnya gereja sudah bergeser dari tanah Ibrani ke tanah Yunani. Namun Injil bukan Ibrani bukan Yunani, melainkan benih surgawi yang berakar di mana saja di bumi ini. Ketika Injil tumbuh di Korintus, benih surgawi itu tidak lagi tumbuh di tanah Ibrani melainkan di tanah Yunani. Maka gereja adalah fenomena blasteran, maksudnya Injil yang tumbuh dalam budaya setempat menghasilkan corak gereja yang khas dibandingkan gereja di budaya lain lagi. Mengatakan ini…

Continue ReadingSelasa, 14 Februari 2023 (Kasih)

Senin, 13 Februari 2023 (Gandum atau lalang?)

Matius 13:24-30"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya." (ayat 24) Tumpang sari adalah penanaman dua jenis tanaman atau lebih pada satu lahan tanam dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan. Si pemilik ladang -dalam perumpamaan yang Yesus sampaikan- tidak bermaksud mengadakan tumpang sari di ladangnya saat ia menyuruh hamba-hambanya membiarkan lalang tumbuh bersama gandum yang dia tanam. Karena jelas lalang tidak meningkatkan produktivitas lahan. Si pemilik ladang hanya tidak mau kalau gandum yang telah ditanam ikut tercabut bila hamba-hambanya mau mencabuti lalang…

Continue ReadingSenin, 13 Februari 2023 (Gandum atau lalang?)

Sabtu, 11 Februari 2023 (Mendengar, bertumbuh, berbuah)

Matius 13:1-23"Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (ayat 23) Menabur benih adalah proses awal dari bercocok tanam. Berbeda dengan yang mungkin kita ketahui, penabur dalam bacaan ini tidak mempersiapkan tanahnya terlebih dahulu sebelum ditebari benih. Tanah tempat benih ditaburkan pun tampaknya begitu terbuka sehingga orang bisa saja lalu lalang di situ. Si penabur menebar benih di berbagai tempat. Ia seolah memberi kesempatan seluas-luasnya pada setiap jenis tanah untuk menerima benih.…

Continue ReadingSabtu, 11 Februari 2023 (Mendengar, bertumbuh, berbuah)

Jumat, 10 Februari 2023 (Yang melakukan kehendak Bapa)

Matius 12:38-50"Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (ayat 50) Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1). Namun bila orang yang sudah melihat masih sulit untuk percaya, apa lagi yang dapat dilakukan? Setelah Yesus melakukan mujizat penyembuhan (ayat 13, 22-23), masih saja ada ahli Taurat dan orang Farisi yang meminta tanda dari Yesus (ayat 38). Seolah mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus belum cukup untuk membuat mereka percaya. Jelas Yesus menolak permintaan semacam ini. Tanda diberikan oleh Allah sebagai sebuah karunia, bukan sebagai jawaban bagi permintaan…

Continue ReadingJumat, 10 Februari 2023 (Yang melakukan kehendak Bapa)

Kamis, 09 Februari 2023 (Dosa menghujat Roh Kudus)

Matius 12:22-37"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." (ayat 31) Peristiwa pengusiran roh jahat dari seorang yang buta dan bisu melatari peringatan Yesus tentang dosa menghujat Roh Kudus. Jenis dosa ini, menurut Yesus, "tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak" (ayat 32). Ucapan Yesus di atas harus dimengerti dengan mengacu pada konteks saat itu. Penyembuhan terhadap orang yang kerasukan itu telah menuai dua reaksi. Pertama, reaksi takjub dari orang banyak. Mereka menyatakan kemungkinan bahwa Yesus adalah Anak Daud, Mesias…

Continue ReadingKamis, 09 Februari 2023 (Dosa menghujat Roh Kudus)

Rabu, 08 Februari 2023 (Mesias Sejati)

Matius 12:15-21"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa." (ayat 18) Usai perdebatan dengan orang Farisi, Yesus pergi menyingkir (ayat 15a). Yesus menghindari konfrontasi yang lebih terbuka dengan orang Farisi guna melanjutkan pelayanan-Nya kepada orang banyak yang mengikuti Dia. Namun, Ia melarang mereka untuk bercerita tentang diri-Nya, karena mereka salah mengerti tentang misi-Nya yang bukan hanya melakukan mukjizat. Matius mengutip Yesaya 42:1-4 untuk menjelaskan misi Yesus. Nubuat Mesianis tentang sosok Hamba Tuhan digenapi dengan sempurna dalam diri Yesus.Pertama, Ia adalah Hamba yang terpilih dengan…

Continue ReadingRabu, 08 Februari 2023 (Mesias Sejati)

Selasa, 07 Februari 2023 (Mengasihi Sabat dengan Kasih)

Matius 12:1-15"Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (ayat 8) Orang Farisi mempersoalkan murid-murid Yesus yang memetik bulir gandum pada hari Sabat. Para murid dituduh melanggar peraturan Sabat. Jawaban Yesus membongkar pemahaman keliru akan prinsip Sabat. Prinsip Sabat adalah aturan Sabat yang tertuang dalam Taurat Musa. Sedangkan peraturan Sabat di atas adalah buatan manusia. Peristiwa Daud memakan roti sajian yang diperuntukkan para imam (Im 24:9), dan tindakan imam yang bekerja justru pada hari Sabat merupakan contoh penerapan prinsip Sabat yang benar. Kalau untuk yang kedua orang Farisi tidak mempersalahkan, seharusnya demikian juga untuk yang pertama. Bagi Yesus keduanya sesuai…

Continue ReadingSelasa, 07 Februari 2023 (Mengasihi Sabat dengan Kasih)

Senin, 06 Februari 2023 (Agar Beroleh Kelegaan)

Matius 11:20-30"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (ayat 28) Respons orang terhadap Yesus tidak sama. Ada yang menerima, ada juga yang menolak. Masalahnya, respons itu berdampak pada hidup mereka karena, sadar atau tidak, hidup mereka ada di tangan Yesus. Orang akan celaka bila menolak Yesus dan akan selamat bila menerima Dia. Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum dikecam oleh Yesus. Padahal Dia banyak mengajar dan melakukan mujizat di kota-kota itu (ayat 20). Bagaimana respons mereka? Orang-orang di kota itu memang senang mendengar Yesus. Mereka berduyun-duyun mendatangi Yesus untuk menyaksikan dan mengalami mujizat-Nya. Malah mereka…

Continue ReadingSenin, 06 Februari 2023 (Agar Beroleh Kelegaan)