IBADAH RAYA HGC FAMILY, 05 Februari 2023
https://youtu.be/J40NJotj28o
https://youtu.be/J40NJotj28o
Melangkah bersama Tuhan adalah suatu hal yang sangat penting yang harus dipahami oleh setiap orang percaya. Karena ketika memahami arti melangkah bersama dengan Tuhan maka itu akan berpengaruh bagi kehidupan khususnya dalam pertumbuhan iman kita. Ada banyak manfaat ketika kita tahu bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Salah satunya adalah kita akan hidup dengan penuh ketenangan dan damai sejahtera karena kita tahu bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita (Matius 28:20b; Ibrani 5b). Melangkah bersama dengan Tuhan artinya kita melangkah dengan Tuhan yang penuh kasih dan kuasa yang…
Matius 11:2-19"Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (ayat 6) Sungguh pun mengaku orang beriman, dalam situasi tertentu kita bisa meragukan Tuhan. Itulah pengalaman Yohanes Pembaptis. Saat menjadi tahanan Raja Herodes, melalui muridnya ia menanyakan kemesiasan Yesus. Pertanyaan Yohanes sangat wajar. Ada alasan yang mungkin membuatnya meragu pada Yesus, yaitu yang dikaitkan dengan perannya meneladani nabi Elia. Jika Elia diluputkan Tuhan dari tangan musuh-musuhnya, tidak demikian dengan Yohanes. Ia dibiarkan berada lama dalam penjara karena berani menegur Herodes Antipas (14:1-4). Sementara itu, Mesias sama sekali tidak berbuat sesuatu apa pun untuk membebaskannya dari penjara. Bisa jadi Yohanes…
Matius 10:34-42"Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku." (ayat 40) Sekilas tampak, perkataan Kristus membawa kontradiksi. Ia yang adalah Raja Damai mengatakan bahwa kedatangan-Nya bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Kedatangan Kristus memang membawa damai, damai antara manusia dengan Allah dan damai di antara sesama manusia yang percaya kepada-Nya. Namun demikian ada hal yang tak dapat dielakkan. Kedatangan Kristus ternyata membawa pertentangan antara Kristus dengan anti Kristus, antara orang yang percaya kepada-Nya dan yang tidak, antara gelap dan terang. Pertentangan ini dapat terjadi bahkan di antara orang-orang yang tinggal dalam satu…
Matius 10:16-33"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." (ayat 16) Hidup di tengah-tengah musuh yang siap sedia mengintai dan menerkam sangat menakutkan setiap orang. Gambaran inilah yang Yesus berikan kepada pengikut-Nya. Mereka bagaikan domba-domba yang diutus ke tengah-tengah serigala. Dalam mengemban tugas, ada kemungkinan mereka ditangkap, diadili, dibenci, bahkan dibunuh. Untuk itu Yesus berpesan agar mereka cerdik namun tulus (ayat 16). Yesus meminta mereka untuk waspada terhadap: majelis agama yang adalah serigala yang bengis (ayat 17); pemerintah, dengan otoritas yang dimilikinya dapat menindas dengan cara yang halus…
Matius 10:5-15"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria," (ayat 5) Seperti apakah pengutusan Yesus yang pertama kepada para murid-Nya? Keseluruhan pasal 10 akan memperlihatkan misi yang Yesus embankan kepada para murid akan merambah ke seluruh dunia. Di perikop ini, misi para murid dibatasi hanya pada bangsa sendiri (ayat 5). Mengapa demikian? Ini adalah masalah strategi. Sama seperti Paulus yang memiliki strategi, bangsanya dulu baru kemudian ke bangsa lain (Rom 1:16). Lagi pula keselamatan memang datang dari Israel (Yoh 4:22). Kelak misi…
Matius 9:35-10:4"Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan." (10:1) Mengapa Matius menaruh kisah pemanggilan lengkap para murid di pasal 10 ini? Di pasal 8-10 Matius menyisipkan tema panggilan pemuridan (ayat 8:18-22 ; 9:9-13) di tengah-tengah kisah pelayanan-Nya. Tujuannya jelas, yaitu agar para murid melihat dan mengerti misi dan cara Tuhan Yesus melayani, baru mereka bisa berkomitmen untuk menjadi murid-Nya. Itupun kita masih melihat bahwa di antara kedua belas murid itu, ada satu yang akan mengkhianati Yesus (ayat 4). Demonstrasi Yesus lewat pengajaran-Nya yang berotoritas dan…
https://youtu.be/6A915oMDklo
Matius 9:18-34"Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu." (ayat 22) Yesus memiliki kuasa mutlak atas segala sesuatu yang ada, yang sudah ada maupun yang akan ada. Tidak satu kondisi pun yang dapat membatasi Yesus untuk melaksanakan kehendak- Nya. Ia berkuasa membangkitkan anak kepala rumah ibadat. Ketika Yesus sampai di rumah kepala rumah ibadat, nampaknya sudah terlambat. Upacara penguburan akan segera dimulai karena para peniup seruling dan penduka profesional yang disewa sudah siap menjalankan pekerjaan mereka. Kuasa Yesus mampu membalikkan kenyataan yang sudah terlambat, karena…
Matius 9:9-17"Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (ayat 13) Mengapa Matius mengungkapkan kisah pemanggilan dirinya dan mengaitkan peristiwa itu dengan kritik murid-murid Yohanes terhadap Yesus dan para murid-Nya yang tidak berpuasa? Matius sadar bahwa menjadi murid Tuhan adalah anugerah semata maka anugerah itu harus direspons dengan sukacita. Orang Farisi tidak dapat menerima Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa lain. Bagi mereka dan masyarakat Yahudi pada umumnya, pemungut cukai punya dosa tiga rangkap. Dianggap pengkhianat bangsa karena mau…