Jumat, 13 Juni 2025 (Allah Saja Andalanku)

Yesaya 37:1-20"Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi." (ayat 16) Siapakah andalan kita? Raja Hizkia pernah mengandalkan manusia dan akibatnya, ia kecewa. Setelah utusan Sanherib menyampaikan penghinaan atas bangsa Yehuda, Raja Hizkia meratap dan pergi ke Bait Allah (ayat 1). Atas perintahnya, beberapa utusan menemui Nabi Yesaya, memohon perlindungan Tuhan. Nabi menyampaikan firman Allah kepada mereka, jangan takut (ayat 5); Allah akan menjatuhkan raja Asyur. Raja Sanherib berusaha memengaruhi Raja Hizkia bahwa pasukan Asyur begitu dahsyat dan Allah mereka tidak akan bisa…

Continue ReadingJumat, 13 Juni 2025 (Allah Saja Andalanku)

Kamis, 12 Juni 2025 (Jangan salah berharap!)

Yesaya pasal 31"Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." (ayat 1 Setiap orang memerlukan pengharapan. Pengharapan terkait dengan sumber-sumber pertolongan yang ada. Sebenarnya tidak salah berharap pada pertolongan tertentu sepanjang tidak menggantikan kedudukan Tuhan atau melanggar prinsip kebenaran firman-Nya. Kesalahan Israel berharap kepada Mesir ada dua , yaitu: 1) percaya kepada kekuatan Mesir lebih daripada mengandalkan Tuhan, 2) tidak mentaati kehendak Tuhan yang dengan jelas melarang tindakan itu. Bukannya…

Continue ReadingKamis, 12 Juni 2025 (Jangan salah berharap!)

Rabu, 11 Juni 2025 (Allah andalanku)

Yesaya 41:21-29"Sebagai yang pertama Aku memberitahukannya kepada Sion, dan Aku memberikan orang yang membawa kabar baik kepada Yerusalem." (ayat 27) Pernahkah Anda menonton film tentang pertarungan antara jagoan dengan pecundang? Biasanya si pecundang berkoar-koar bahwa dirinya akan dengan mudah mengalahkan lawannya. Tetapi kita tahu, omongan si pecundang hanya omong kosong yang tidak dapat dibuktikan. Hal seperti itulah yang terjadi ketika Allah menantang bangsa-bangsa yang meminta tolong kepada dewa-dewa mereka agar dewa-dewa itu memberikan bukti kekuasaannya. Sekali omong kosong tetap omong kosong. Itulah yang menjadi persoalan bagi para ilah yang menjadi pemujaan banyak bangsa. Tidak ada satu pun dari para ilah…

Continue ReadingRabu, 11 Juni 2025 (Allah andalanku)

Selasa, 10 Juni 2025 (Allah yang menolong dan menguatkan)

Yesaya 41:8-20"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (ayat 10) Allah tidak pernah berjanji bahwa hidup kita sebagai anak-anak-Nya akan selalu lancar dan tanpa kesulitan. Namun jangan putus asa, karena Allah menjanjikan bahwa Ia akan menuntun, menyertai, dan memberi kita kekuatan dalam menjalani kehidupan yang penuh permasalahan yang rumit. Ayat 1-7 menggambarkan ketidakbergunaan berhala-berhala dan dilema orang-orang kafir yang memilih untuk bergantung kepada sesamanya, dan kepada berhala (ayat 5-7). Lalu Allah berseru kepada Israel yang telah Dia pilih…

Continue ReadingSelasa, 10 Juni 2025 (Allah yang menolong dan menguatkan)

Jumat, 06 Juni 2025 (Allah Pencipta yang perduli)

Yesaya 40:12-31"Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." (ayat 28-29) Kebesaran Allah sebagai Pencipta langit dan bumi merupakan doktrin yang seharusnya memberi kita keyakinan akan kedahsyatan dan kemampuan Allah kita. Namun ada saja orang yang mengira bahwa Allah yang Mahakuasa tidak peduli pada manusia yang hina. Umat Israel sendiri pernah berkata "Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku." (ayat 27) Padahal Allah Pencipta yang dahsyat…

Continue ReadingJumat, 06 Juni 2025 (Allah Pencipta yang perduli)

Kamis, 05 Juni 2025 (Penghiburan dalam keselamatan Allah)

Yesaya 40:1-11"Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu," (ayat 1) Meski murka, Allah tetap ingat kasih sayang-Nya (Hab. 3:2). Maka ucapan penghiburan tentang pemulihan umat dinyatakan setelah disampaikan berita penghukuman tentang kehancuran Yehuda yang akan diangkut ke Babel. Nas hari ini dimulai dengan perkataan "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku" (ayat 1). Kata hiburkanlah diberikan dalam kata kerja perintah dalam bentuk jamak, yang mengacu pada tiga suara yang akan menyampaikan pesan Allah di ayat 3, 6, dan 9. Suara pertama tentang "kemuliaan Tuhan". Jalan perlu dipersiapkan supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan (ayat 3-5). Metaforanya adalah seperti orang yang mempersiapkan kedatangan tamu VIP supaya tamu itu…

Continue ReadingKamis, 05 Juni 2025 (Penghiburan dalam keselamatan Allah)

Rabu, 04 Juni 2025 (Tenang dan Percaya adalah Kekuatan)

Yesaya 30:1-17"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan," (ayat 15) Bagi orang yang tidak bisa berenang, tercebur ke kolam yang dalam adalah pengalaman yang menakutkan. Orang itu tentu membutuhkan pertolongan. Namun, supaya dapat ditolong dia harus tenang, mendengarkan, dan menurut pada petunjuk penolongnya. Kepanikan hanya akan menambah bahaya baginya. Yehuda sedang panik. Di tengah krisis, mereka sibuk mencari pertolongan dengan caranya sendiri. Mereka memutuskan untuk berlindung kepada bangsa lain yang mereka pikir lebih kuat daripada bangsa penyerang. Mereka mencari perlindungan…

Continue ReadingRabu, 04 Juni 2025 (Tenang dan Percaya adalah Kekuatan)

Selasa, 03 Juni 2025 (Ibadah tanpa Hati-II)

Yesaya pasal 26"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (ayat 3 Nyanyikan harap dan iman itu! Paparan situasi masa depan dalam bagian ini bertujuan menghibur dan menyemangati umat Allah yang sedang menderita berbagai tekanan. Karena pengharapan dan iman umat tidak ditujukan kepada yang lain tetapi kepada Allah saja, maka ada pengharapan dan iman yang kokoh teguh (ayat 3). Itu sebabnya dalam ratap dan keluh kesah itu dapat terbit nyanyian! Pertama, karena melihat jauh ke depan bahwa kota Allah akan dimuliakan, kota dunia ini akan ditiadakan (ayat 5-6). Tema terhadap dua kota ini perlu menginspirasi cara kita…

Continue ReadingSelasa, 03 Juni 2025 (Ibadah tanpa Hati-II)

Sabtu, 31 Mei 2025 (Ibadah tanpa Hati-I)

Yesaya 1:10-20"Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?" (ayat 12) Banyak orang berpikir bahwa ibadah yang kita lakukan pasti disukai Allah. Pada kenyataannya, banyak orang melaksanakan ibadah sebagai rutinitas belaka. Ibadah di Yehuda berlangsung dengan baik. Kurban bakaran senantiasa dilakukan oleh umat (ayat 11). Berbagai perayaan dan pertemuan ibadah tetap dilakukan secara meriah (ayat 14). Namun Allah sama sekali tidak menyukainya (ayat 11). Bahkan Allah jijik dan muak melihat ibadah dan perayaan mereka (ayat 13). Hal itu dikarenakan ibadah mereka hanya sekadar aktivitas agama yang di dalamnya tidak…

Continue ReadingSabtu, 31 Mei 2025 (Ibadah tanpa Hati-I)