Selasa, 12 Agustus 2025 (Warisan nama baik dan hikmat)

Pengkhotbah 7:1-22"Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran." (ayat 1) Pepatah "gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang" berarti orang meninggal selalu meninggalkan hal-hal yang baik maupun buruk yang selalu diingat orang. Sayangnya, orang-orang lebih banyak meninggalkan hal-hal yang buruk. Demi mendapatkan harta dan kekuasaan, mereka rela melakukan segala cara. Pengkhotbah mengingatkan bahwa nama yang harum lebih baik daripada minyak yang mahal (ayat 1). Minyak merupakan komoditas yang sangat mahal pada zaman kuno, tetapi bagi Pengkhotbah, nama yang harum lebih baik lagi. Jika kita memiliki nama yang…

Continue ReadingSelasa, 12 Agustus 2025 (Warisan nama baik dan hikmat)

Senin, 11 Agustus 2025 (Kaya tidak identik dengan bahagia)

Pengkhotbah 5:9-6:12"Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (5:9) Banyak orang berpikir bahwa semakin kaya seseorang, semakin ia akan bahagia. Nyatanya, ada saja orang kaya yang bunuh diri atau bercerai dari pasangannya. Sebaliknya, ada orang miskin yang hidup sampai usia lanjut atau setia bersama pasangannya. Pengkhotbah memberikan bukti bahwa uang tidak dapat memberikan kepuasan.Pertama, semakin kaya seseorang, justru ia semakin tidak puas dengan kekayaannya. Orang seperti ini terjebak dalam ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan (5:9).Kedua, semakin kaya seseorang, semakin banyak orang yang mau memanfaatkannya (5:10). Orang kaya akan dikelilingi…

Continue ReadingSenin, 11 Agustus 2025 (Kaya tidak identik dengan bahagia)

Sabtu, 09 Agustus 2025 (Taat lebih baik dari persembahan)

Pengkhotbah 4:17-5:8"Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat." (4:17) Tanpa kita sadari sering kali kita menyamakan Tuhan dengan manusia. Kita berpikir bahwa Tuhan pasti senang jika kita datang beribadah kepada-Nya dengan membawa persepuluhan dan banyak persembahan. Dengan berpikir demikian, kita sudah keliru dan membahayakan diri kita. Pengkhotbah memberi peringatan kepada kita supaya berhati-hati ketika kita datang beribadah kepada Tuhan. Ia menyatakan bahwa mendengarkan lebih baik daripada mempersembahkan kurban (4:17). Ayat ini menunjukkan bahwa bisa saja orang…

Continue ReadingSabtu, 09 Agustus 2025 (Taat lebih baik dari persembahan)

Jumat, 08 Agustus 2025 (Kefanaan popularitas)

Pengkhotbah 4:1-16"Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanya pun tidak puas dengan kekayaan; — untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? — Ini pun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan." (ayat 7-8) Popularitas merupakan sesuatu yang didambakan oleh manusia. Banyak orang berani membayar harga mahal untuk memperoleh ketenaran. Mereka percaya bahwa ketenaran dapat membawa banyak keuntungan. Sebaliknya, Pengkhotbah mengetahui popularitas merupakan hal yang fana dan tidak akan bertahan lama. Pengkhotbah melihat "lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat daripada seorang raja tua tetapi bodoh,…

Continue ReadingJumat, 08 Agustus 2025 (Kefanaan popularitas)

Kamis, 07 Agustus 2025 (Ketidakadilan Dalam Hidup)

Pengkhotbah 3:16-4:6"Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan." (ayat 16) Satu hal nyata dalam kehidupan orang berdosa adalah orang kuat menindas orang lemah. Itu sebabnya, ketidakadilan menjadi bagian dalam kehidupan manusia di bawah matahari. Bahkan institusi pengadilan yang seharusnya menegakkan keadilan justru sering terjadi ketidakadilan (3:16). Pengkhotbah percaya bahwa Allah akan mengadili semuanya karena segala hal ada waktunya (3:17). Pertanyaannya, mengapa Allah membiarkan banyak ketidakadilan terjadi? Seolah-olah Allah hendak menguji manusia dan memperlihatkan betapa manusia sama seperti binatang (3:18). Kita harus menafsir pernyataan…

Continue ReadingKamis, 07 Agustus 2025 (Ketidakadilan Dalam Hidup)

Rabu, 06 Agustus 2025 (Segala Sesuatu indah pada waktunya)

Pengkhotbah 3:1-15"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (ayat 11) Ketidakmampuan manusia mengontrol apa yang akan terjadi sering kali membuat dirinya menyesal. Contohnya, saat rumah terbakar habis, maka kita sering kali berpikir mengapa harus membangun rumah dengan bersusah payah. Nas hari ini menekankan betapa manusia tidak mampu mengendalikan masa depan. Karena, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya" (ayat 1). Di sini, ada 7 ayat dengan 14 pasang merism (gaya bahasa yang memakai kata-kata…

Continue ReadingRabu, 06 Agustus 2025 (Segala Sesuatu indah pada waktunya)

Selasa, 05 Agustus 2025 (Menikmati Hidup)

Pengkhotbah pasal 2"Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. (ayat 26) Pastor Henri Nouwen adalah seorang dosen di Universitas Harvard, Amerika yang sering menjadi pembicara dalam seminar di kalangan orang-orang terpelajar pada waktu itu, namun akhirnya ia meninggalkan semua kegiatan itu dan mengabdikan waktu, tenaga dan dirinya untuk melayani orang-orang yang mentalnya terbelakang di Belanda sampai ia meninggal di sana. Pastor Henri Nouwen memilih untuk menghambakan dirinya kepada Kristus dan tidak…

Continue ReadingSelasa, 05 Agustus 2025 (Menikmati Hidup)

Senin, 04 Agustus 2025 (Arti Hidup)

Pengkhotbah pasal 1"Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri. Ada sebuah kisah tentang seorang misionaris tua yang pada masa mudanya mengembara ke berbagai negara di dunia ini untuk menemukan arti hidupnya. Akan tetapi, ia tidak memperoleh arti hidup yang dicarinya itu, sebaliknya ia justru "ditemukan" oleh Tuhan. Pada waktu Tuhan menemukannya misionaris itu pun mendapatkan arti hidupnya. Sekarang ia melayani Tuhan dan mendapati bahwa sebenarnya, arti kehidupan adalah jika kita berjalan dalam kehendak Allah. Raja Solomo yang diyakini banyak…

Continue ReadingSenin, 04 Agustus 2025 (Arti Hidup)

Selasa, 29 Juli 2025 (Harus Berbeda)

Yesaya 65:1-16"Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku." (ayat 1) "Percuma menjadi orang Kristen, orang yang bukan Kristen justru lebih bermoral," demikian sering kita dengar komentar orang yang menolak ketika diajak untuk percaya kepada Yesus. Komentar manusia itu bisa saja salah, tetapi bagaimana jika komentar senada datang dari Allah? Bagi Allah, Israel jauh lebih bobrok dan jahat dibanding dengan mereka yang tidak mengenal Allah. Itulah alasan Allah menyatakan diri kepada bangsa-bangsa kafir (ayat…

Continue ReadingSelasa, 29 Juli 2025 (Harus Berbeda)

Senin, 28 Juli 2025 (Pertobatan awal pemulihan)

Yesaya pasal 64"Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu." (ayat 8) Pertobatan berarti perpalingan dari perbuatan dosa kepada perilaku yang menyenangkan hati Tuhan. Penyebab pertobatan beragam. Ada orang yang bertobat karena ia dihukum Tuhan akibat dosanya, ada juga orang yang bertobat karena ia mengalami pertolongan-Nya. Seruan Israel menyiratkan pertobatan karena mereka menyadari kesalahan mereka. Mereka mengakui bahwa perbuatan dosa merekalah yang menyebabkan mereka menderita (ayat 5b). Yang mereka anggap saleh, ternyata hanya ritual dan tradisi yang tidak kudus (ayat 6). Akibatnya, mereka kehilangan hubungan yang harmonis…

Continue ReadingSenin, 28 Juli 2025 (Pertobatan awal pemulihan)