Selasa, 22 April 2025 (Dengarkanlah)

Amsal 22:17-29"Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku" (ayat 17) Mendengarkan merupakan salah satu tindakan penting untuk dapat memahami sesuatu. Sebuah pesan dapat dipahami bila didengarkan dengan baik. Bagi pengamsal, mendengar sama dengan memberi perhatian dan menyimpan dalam hati (ayat 18). Mendengar berarti memperhatikan dengan saksama dan tidak membiarkan sesuatu berlalu begitu saja, tetapi menyimpannya dalam hati. Pertanyaannya ialah mendengarkan apa? Pengamsal menasihatkan agar penerima petuahnya memberi perhatian kepada amsal-amsal orang bijak (ayat 17). Maksudnya, nasihat dan pengetahuan tentang apa yang sungguh-sungguh benar (ayat 20). Dengan demikian, para anak didiknya menaruh kepercayaan kepada Tuhan (ayat 19)…

Continue ReadingSelasa, 22 April 2025 (Dengarkanlah)

Senin, 21 April 2025 (Manusia Sejati)

Amsal 22:1-16"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas." (ayat 1) Kita hidup dalam dunia yang menganggap kesejatian manusia dinilai dari apa yang ia punya, pakai, dan makan. Banyak orang berlomba-lomba untuk memamerkan harta, pakaian, restoran dan menu makanannya di laman media sosialnya. Banyak orang juga memberi banyak like atas unggahan yang menampilkan kemewahan. Akan tetapi, menurut pengamsal, kesejatian manusia bukan perkara milik (having), melainkan keberadaan (being). Manusia adalah ciptaan Tuhan (ayat 2). Menjadi manusia yang dikasihi orang lebih berharga daripada memiliki kekayaan besar dalam perak dan emas (ayat 1). Mengapa?…

Continue ReadingSenin, 21 April 2025 (Manusia Sejati)

Sabtu, 19 April 2025 (Tuhan yang tak tertandingi)

Amsal 21:16-31"Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN." (ayat 30) Kitab Amsal kental sekali dengan pengajaran tentang kehidupan orang yang berhikmat dan yang tidak berhikmat, seperti halnya yang terdapat pada bagian ini. Sekali lagi, pengamsal memberikan gambaran yang mendetail tentang kehidupan orang yang tidak berhikmat. Contohnya, orang yang tidak mau menerima pengajaran (ayat 16); orang yang suka berfoya-foya dan gila harta (ayat 17); orang fasik dan pengkhianat (ayat 18, 27); orang yang suka bertengkar dan pemarah (ayat 19); orang yang bebal (ayat 20); orang yang kurang ajar dan sombong (ayat 24); orang yang malas…

Continue ReadingSabtu, 19 April 2025 (Tuhan yang tak tertandingi)

Kamis, 17 April 2025 (Diciptakan dengan tujuan)

Amsal 21:1-15"Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban." (ayat 3) Tuhan menciptakan setiap manusia unik adanya. Dia memberikan kita tubuh untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Ironisnya, sering kali manusia tidak memakai anggota-anggota tubuhnya sesuai tujuan yang Tuhan tetapkan. Sebaliknya, kita justru memakainya demi kesenangan dan kenikmatan dalam dosa, seperti yang digambarkan oleh pengamsal dalam bagian ini sebagai berikut: mata yang congkak (ayat 4), hati yang sombong (ayat 4), lidah yang berdusta (ayat 6), mulut yang suka bertengkar (ayat 9), dan telinga yang ditutup (ayat 13). Pengamsal dengan tegas menyebutkan bahwa mata yang congkak dan hati yang sombong adalah…

Continue ReadingKamis, 17 April 2025 (Diciptakan dengan tujuan)

Rabu, 16 April 2025 (Pikir baik-baik)

Amsal 20:16-30"Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat." (ayat 18) Dalam hidup ini, kita perlu membuat pertimbangan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Kita perlu berpikir dua kali sebelum memutuskan sesuatu dari berbagai pilihan yang ada. Hal itu berlaku untuk apa saja termasuk dalam ritual agama, finansial, dan berelasi dengan sesama. Setiap keputusan memiliki konsekuensi positif maupun negatif. Keputusan yang dipertimbangkan dengan baik akan berhasil (ayat 18). Sementara itu, keputusan yang tidak dipertimbangan dengan baik akan mendatangkan penyesalan (ayat 25). Dengan kata lain, berpikir baik-baik adalah keniscayaan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pengamsal mengingatkan bahwa setiap keputusan haruslah…

Continue ReadingRabu, 16 April 2025 (Pikir baik-baik)

Selasa, 15 April 2025 (Kendalikan amarahmu)

Amsal 20:1-15"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak." (ayat 3) Kemarahan adalah bagian dari emosi manusia yang sangatlah wajar dan normal. Selayaknya api yang berpotensi mencelakakan jika berlebihan, demikianlah kemarahan yang tak jarang mendatangkan akibat buruk bila tidak dikendalikan dengan benar. Pertengkaran dan perselisihan yang tak kunjung usai sering kali dimulai dari luapan kemarahan yang tak terkendali. Bacaan kali ini memuat peringatan khusus terhadap kemarahan yang bisa timbul dalam hati manusia. Kemarahan yang membuncah diidentikkan sebagai karakteristik orang bodoh (ayat 3). Saat berbicara mengenai orang bodoh maupun kebodohan, Kitab Amsal memang tidak pernah melekatkannya…

Continue ReadingSelasa, 15 April 2025 (Kendalikan amarahmu)

Senin, 14 April 2025 (Mendidik Dan Dididik Dalam Hikmat Tuhan)

Amsal 19:18-29"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan." (ayat 20) Pengajaran atau pendidikan bagi generasi penerus/anak-anak diperhatikan secara serius dalam tradisi kehidupan bangsa Israel. Beberapa bagian di dalam Perjanjian Lama (PL) dengan jelas mencantumkan petunjuk pendidikan/pengajaran untuk anak. Kitab hikmat seperti Amsal adalah salah satunya. Perlu dipahami sebelumnya bahwa pengajaran anak dalam PL ialah elaborasi antara pengetahuan, karakter, dan kerohanian. Menurut perikop yang kita baca kali ini, tujuan mendidik anak ialah: pertama, anak bertumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam menjalani kehidupan (ayat 20); kedua, anak menghormati orang tua dan tidak mempermalukan keluarga (ayat 26). Tersirat…

Continue ReadingSenin, 14 April 2025 (Mendidik Dan Dididik Dalam Hikmat Tuhan)

Sabtu, 12 April 2025 (Berikan, Berakal budi dan Berbelas kasih)

Amsal 19:1-17"Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan." (ayat 8) Salah satu persoalan dunia modern adalah kegamangan dalam memposisikan pengetahuan/akal budi dan iman dalam hidup keseharian yang dijalani oleh manusia. Demikianlah konflik abadi dunia modern: satu pihak berkata bahwa akal budilah yang terpenting, sementara pihak lainnya berpendapat bahwa imanlah yang paling penting. Menjawab situasi di atas, mari kita gali lebih dalam Kitab Amsal yang memiliki posisi yang cukup bijak dalam menjawab persoalan perdebatan akal budi dengan iman. Kitab Amsal merupakan sebuah kitab yang berisi petuah kehidupan. Petuah itu merupakan hikmat, yang dalam beberapa bagian diidentikkan…

Continue ReadingSabtu, 12 April 2025 (Berikan, Berakal budi dan Berbelas kasih)