Yesaya pasal 43:22-28
“Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.” (ayat 24)
Pastilah kita memiliki pengalaman ditegur orang tua selagi kita masih kecil. Dari pengalaman itu kita belajar apa itu disiplin dan sopan santun; hingga pada usia dewasa, kita baru merasakan bagaimana pengalaman itu membawa kebaikan. Kita baru mengerti mengapa orangtua kita pada waktu itu bertindak demikian.
Umat Israel mendapat teguran yang keras dari Allah. Mereka dilepaskan untuk masuk ke dalam pembuangan di bawah penindasan bangsa Babel. Ini karena mereka terbukti bersalah di hadapan Tuhan (ayat 26-28).
Bangsa Israel hidup dalam pemeliharaan Allah, namun rupanya mereka mengecewakan Allah. Mereka tidak memanggil-Nya, dalam arti mereka meninggalkan doa-doa kepada Allah (ayat 22). Padahal, Yakub leluhur Israel adalah seorang pendoa. Mereka tidak lagi mempersembahkan korban penebusan dosa kepada Allah. Mereka bersungut-sungut karena harus mengeluarkan biaya untuk ibadah mereka kepada Allah (ayat 23). Mereka tidak pula bersedia mengeluarkan biaya untuk membeli tebu wangi bagi minyak kudus sebagai wewangian dalam ibadah (ayat 24a).
Sebagian di antara mereka bersikap ceroboh dan munafik, padahal Allah telah memberikan keringanan bagi mereka (ayat 24b). Umat Israel tidak mau diberatkan dengan perintah Allah; tetapi sebaliknya, mereka memberatkan Allah dengan dosa dan pemberontakan mereka.
Teguran Allah adalah wujud kasih sayang dan belas kasihan Allah yang dinyatakan kepada umat Israel. Sebab, Ia tetap menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang mengampuni dosa (ayat 25). Apa yang dinyatakan Allah mendorong umat untuk bertobat, sebab dalam Allah ada pengampunan.
Jika saat ini kita sedang ditegur oleh Allah, hayatilah bahwa di dalamnya ada kasih dan rahmat Allah. Dia tengah membentuk kita menjadi pribadi yang makin kuat dan taat kepada-Nya. Bersyukurlah dalam melakukan kehendak-Nya. Dalam keadaan yang berat, mintalah ajaran Allah supaya kita mengerti bahwa apa yang kita alami adalah cara-Nya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya.
Amin, Tuhan Yesus memberkati