Kamis, 19 Juni 2025 (Jangan takut!)

Yesaya pasal 44:1-8"Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!" (ayat Seorang anak lebih mudah percaya orangtuanya daripada orang dewasa percaya Bapa di Sorga. Mengapa demikian? Karena seorang anak menatap wajah orangtuanya dan memegang tangan mereka ketika ia merasa takut. Sebaliknya, orang dewasa mengarahkan pandangannya pada keadaan di sekitarnya dan lupa bahwa Tuhan bersamanya. Ketika Israel masih hidup dalam pembuangan di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Allah, Israel takut dan imannya goncang. Mengapa demikian? Karena mereka memandang kesulitan dan masalah sebagai…

Continue ReadingKamis, 19 Juni 2025 (Jangan takut!)

Rabu, 18 Juni 2025 (Ditegur Allah)

Yesaya pasal 43:22-28"Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu." (ayat 24) Pastilah kita memiliki pengalaman ditegur orang tua selagi kita masih kecil. Dari pengalaman itu kita belajar apa itu disiplin dan sopan santun; hingga pada usia dewasa, kita baru merasakan bagaimana pengalaman itu membawa kebaikan. Kita baru mengerti mengapa orangtua kita pada waktu itu bertindak demikian. Umat Israel mendapat teguran yang keras dari Allah. Mereka dilepaskan untuk masuk ke dalam pembuangan di bawah penindasan bangsa Babel. Ini karena mereka terbukti bersalah…

Continue ReadingRabu, 18 Juni 2025 (Ditegur Allah)

Selasa, 17 Juni 2025 (Kamulah Saksi-saksi-Ku)

Yesaya pasal 43:8-21"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi." (ayat 10) Menjadi saksi dalam sebuah kasus tentu tidak enak. Saksi harus dapat memberikan keterangan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Banyak orang merasa takut untuk bersaksi di pengadilan. Bagaimana jika kita dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan? Di tanah Babel, umat Israel diperhadapkan dengan kenyataan akan keberadaan berhala-berhala Babel. Bangsa ini mengeklaim dapat meramalkan masa depan; namun bagi Tuhan, mereka hanya bangsa yang buta dan…

Continue ReadingSelasa, 17 Juni 2025 (Kamulah Saksi-saksi-Ku)

Senin, 16 Juni 2025 (Janganlah Takut)

Yesaya pasal 43:1-7"Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku." (ayat 1) Dalam hidup ini, ada banyak pengalaman yang dapat meredupkan pengharapan kita. Dalam ketidakpastian sampai kapan kesusahan ini berlangsung, kita menjadi takut, cemas, dan khawatir. Padahal, semua perasaan itu hanya memperkeruh keadaan. Serba salah! Ketakutan juga dialami oleh Israel pada waktu pembuangan di Babel. Ada kegamangan untuk dapat melewati proses demi proses penderitaan sebagai orang-orang buangan. Mereka terus berharap, kapan semuanya akan berakhir. Di saat itulah…

Continue ReadingSenin, 16 Juni 2025 (Janganlah Takut)

Sabtu, 14 Juni 2025 (Pengharapan bagi orang yang ditebus)

Yesaya pasal 35"Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" (ayat 4) Menjadi seorang Kristen tidak menjamin bahwa kehidupan lancar dan mudah. Dari sejarah gereja dan kehidupan pribadi, kita tahu bahwa kesulitan orang percaya tidak lebih ringan dari kesulitan mereka yang bukan orang beriman. Lalu apa yang membedakan? Penyertaan Tuhan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan serta pengharapan yang kita miliki. Nas ini berbicara tentang pengharapan akan umat yang diselamatkan dan mendapat kehidupan penuh damai dan sukacita. Ayat 1-2 menunjukkan pembalikan dari kutukan terhadap tanah yang…

Continue ReadingSabtu, 14 Juni 2025 (Pengharapan bagi orang yang ditebus)

Jumat, 13 Juni 2025 (Allah Saja Andalanku)

Yesaya 37:1-20"Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi." (ayat 16) Siapakah andalan kita? Raja Hizkia pernah mengandalkan manusia dan akibatnya, ia kecewa. Setelah utusan Sanherib menyampaikan penghinaan atas bangsa Yehuda, Raja Hizkia meratap dan pergi ke Bait Allah (ayat 1). Atas perintahnya, beberapa utusan menemui Nabi Yesaya, memohon perlindungan Tuhan. Nabi menyampaikan firman Allah kepada mereka, jangan takut (ayat 5); Allah akan menjatuhkan raja Asyur. Raja Sanherib berusaha memengaruhi Raja Hizkia bahwa pasukan Asyur begitu dahsyat dan Allah mereka tidak akan bisa…

Continue ReadingJumat, 13 Juni 2025 (Allah Saja Andalanku)

Kamis, 12 Juni 2025 (Jangan salah berharap!)

Yesaya pasal 31"Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." (ayat 1 Setiap orang memerlukan pengharapan. Pengharapan terkait dengan sumber-sumber pertolongan yang ada. Sebenarnya tidak salah berharap pada pertolongan tertentu sepanjang tidak menggantikan kedudukan Tuhan atau melanggar prinsip kebenaran firman-Nya. Kesalahan Israel berharap kepada Mesir ada dua , yaitu: 1) percaya kepada kekuatan Mesir lebih daripada mengandalkan Tuhan, 2) tidak mentaati kehendak Tuhan yang dengan jelas melarang tindakan itu. Bukannya…

Continue ReadingKamis, 12 Juni 2025 (Jangan salah berharap!)

Rabu, 11 Juni 2025 (Allah andalanku)

Yesaya 41:21-29"Sebagai yang pertama Aku memberitahukannya kepada Sion, dan Aku memberikan orang yang membawa kabar baik kepada Yerusalem." (ayat 27) Pernahkah Anda menonton film tentang pertarungan antara jagoan dengan pecundang? Biasanya si pecundang berkoar-koar bahwa dirinya akan dengan mudah mengalahkan lawannya. Tetapi kita tahu, omongan si pecundang hanya omong kosong yang tidak dapat dibuktikan. Hal seperti itulah yang terjadi ketika Allah menantang bangsa-bangsa yang meminta tolong kepada dewa-dewa mereka agar dewa-dewa itu memberikan bukti kekuasaannya. Sekali omong kosong tetap omong kosong. Itulah yang menjadi persoalan bagi para ilah yang menjadi pemujaan banyak bangsa. Tidak ada satu pun dari para ilah…

Continue ReadingRabu, 11 Juni 2025 (Allah andalanku)

Selasa, 10 Juni 2025 (Allah yang menolong dan menguatkan)

Yesaya 41:8-20"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (ayat 10) Allah tidak pernah berjanji bahwa hidup kita sebagai anak-anak-Nya akan selalu lancar dan tanpa kesulitan. Namun jangan putus asa, karena Allah menjanjikan bahwa Ia akan menuntun, menyertai, dan memberi kita kekuatan dalam menjalani kehidupan yang penuh permasalahan yang rumit. Ayat 1-7 menggambarkan ketidakbergunaan berhala-berhala dan dilema orang-orang kafir yang memilih untuk bergantung kepada sesamanya, dan kepada berhala (ayat 5-7). Lalu Allah berseru kepada Israel yang telah Dia pilih…

Continue ReadingSelasa, 10 Juni 2025 (Allah yang menolong dan menguatkan)

Jumat, 06 Juni 2025 (Allah Pencipta yang perduli)

Yesaya 40:12-31"Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." (ayat 28-29) Kebesaran Allah sebagai Pencipta langit dan bumi merupakan doktrin yang seharusnya memberi kita keyakinan akan kedahsyatan dan kemampuan Allah kita. Namun ada saja orang yang mengira bahwa Allah yang Mahakuasa tidak peduli pada manusia yang hina. Umat Israel sendiri pernah berkata "Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku." (ayat 27) Padahal Allah Pencipta yang dahsyat…

Continue ReadingJumat, 06 Juni 2025 (Allah Pencipta yang perduli)