Amsal 4:1-9
“Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,” (ayat 1)
Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mengenalkan pendidikan anak melalui wadah Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga (orangtua), guru (sekolah), dan masyarakat. Namun, pendidikan anak yang paling utama adalah keluarga (orangtua). Orangtua memiliki tanggung jawab utama dalam pendidikan anak, sebab Tuhan menitipkan anak kepada orangtua untuk dididik dan diasuh. Pewarisan nilai-nilai luhur kepada anak, utamanya terjadi dalam keluarga.
Salomo telah menerima pengenalan jalan-jalan Allah dari ayahnya. Selanjutnya, ia mengajarkannya juga kepada anak-anaknya. Allah menghendaki agar hidup di jalan-jalan-Nya diajarkan terutama melalui pengajaran dan teladan orangtua dalam keluarga.
Orangtua sungguh mengasihi anaknya, karena itulah mereka mendidiknya. Mereka mendidik anaknya secara rohani, membimbingnya supaya rajin belajar, dan menerapkan kedisiplinan. Orangtua tentu tidak akan membiarkan anaknya hidup seenaknya, namun akan terus membimbing agar anaknya hidup dengan baik dan benar. Orangtua mendidik anak bukan sekadar supaya anak belajar, tetapi agar anak pun mengajarkan pengenalan akan Allah kepada anak-anaknya kelak (ayat 1-4).
Hubungan pribadi dengan Allah menjadi langkah pertama dalam memperoleh hikmat sejati. Hikmat merupakan perkara yang utama dalam hidup. Hal itulah yang mendekatkan kita dengan Allah, yang memperindah jiwa, dan yang memampukan kita mencapai tujuan penciptaan, sehingga hidup pun akan menjadi lebih bermakna. Hikmat akan mendatangkan kehidupan dan kebahagiaan. Hikmat akan menjadi pembimbing, pelindung, dan pemimpin dalam menghadapi mara bahaya dan kesulitan hidup. Hikmat juga akan menjadi kehormatan dan nama baik kita (ayat 5-9).
Betapa pentingnya pendidikan di dalam keluarga agar terjadi pewarisan nilai-nilai luhur Kerajaan Allah. Oleh karenanya, setiap anggota keluarga perlu berkomitmen untuk terus menghidupi pendidikan kerohanian di dalam keluarga.
Amin, Tuhan Yesus memberkati