Sabtu, 11 September 2021 Pendamaian Yang Sempurna

Ibrani 9:1-10"tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar." (ayat 7) Penulis Ibrani melanjutkan uraiannya mengenai keterbatasan Perjanjian Sinai dengan menunjukkan sifat kemah suci, pusat ibadah umat Perjanjian Lama. Pertama, kemah suci dibangun oleh tangan manusia, karena itu sifatnya tidak permanen (ayat 1). Kedua, ruang kudus di bagian depan kemah suci menunjukkan "jalan masuk" ke ruang mahakudus masih terbatas (ayat 2-5, 8). Hanya imam besar yang dapat masuk ke ruang mahakudus, satu tahun sekali…

Continue ReadingSabtu, 11 September 2021 Pendamaian Yang Sempurna

Jumat, 10 September 2021 Imam Besar Perjanjian Baru

Ibrani pasal 8"Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga," (ayat 1) Setelah menjelaskan keunggulan imamat Kristus dari imamat Lewi, penulis Ibrani melanjutkan dengan menunjukkan keunggulan perjanjian yang baru dari Perjanjian Sinai. Imam Besar Kristus dihadirkan Allah karena Perjanjian Sinai tidak dapat menyelesaikan tuntas masalah dosa umat Tuhan di PL (ayat 7). Mengapa demikian?Pertama, keberdosaan umat menyebabkan mereka tidak mampu setia kepada Allah (ayat 9).Kedua, Perjanjian Sinai dengan perangkat ritualnya yang dicatat dalam Hukum Taurat, merupakan bayang-bayang dari pelayanan pendamaian sejati yang hanya mungkin dilakukan…

Continue ReadingJumat, 10 September 2021 Imam Besar Perjanjian Baru

Kamis, 09 September 2021 Betapa Sempurna

Ibrani 7:11-28"Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga," (ayat 26) Penjelasan tentang Imamat Yesus mencapai puncaknya. Ia adalah seorang Imam Besar yang agung dan sempurna; semua imam yang ada sebelumnya dalam Perjanjian Lama tidak mungkin dan tidak akan pernah mencapai kesempurnaan. Karena itu tidak dibutuhkan seorang imam lain lagi, kecuali Dia. Mengapa demikian? Yesus adalah Imam menurut peraturan Melkisedek (Mazmur 110:4), yang jauh melebihi kedudukan para imam seperti Abraham, Harun, dan Lewi.Yesus adalah Imam sejati yang dipilih bukan berdasarkan silsilah…

Continue ReadingKamis, 09 September 2021 Betapa Sempurna

Rabu, 08 September 2021 Kristus dan Melkisedek

Ibrani 7:1-10"Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia." Iman, kasih, dan kesetiaan Kristen Yahudi kepada Yesus perlu terus diteguhkan, terutama tentang keimaman Yesus Kristus menurut Melkisedek yang mengatasi keimaman Harun dan keturunannya. Bukanlah hal yang mudah. Orang Yahudi dibesarkan dan dididik dalam adat istiadat Yahudi yang sangat menghormati seorang Imam Besar. Pelecehan terhadap seorang imam berarti pemberontakan besar terhadap Allah. Karena itu ada ikatan emosi yang mendalam antara orang Yahudi dan Imam Besar mereka. Maka peran Yesus sebagai Imam Besar harus dilegitimasi (6:20). Artinya…

Continue ReadingRabu, 08 September 2021 Kristus dan Melkisedek

Selasa, 07 September 2021 Kepastian Keselamatan

Ibrani 6:9-20"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir," (ayat 19) Iman yang sejati pasti terwujud melalui ketekunan kasih dan kepastian pengharapan. Walaupun surat Ibrani berisikan teguran keras bagi para pembacanya karena kedangkalan iman mereka, penulis surat ini tetap yakin bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan sejati (ayat 9). Dasarnya bukan perbuatan-perbuatan baik yang mereka perbuat melainkan karena keadilan Allah (ayat 10). Penerima surat Ibrani sudah mengalami pengampunan dosa karena Kristus dan tinggal di dalam Dia maka menurut keadilan Allah mereka adalah anak-anak Allah. Dengan demikian, pekerjaan kasih yang mereka telah…

Continue ReadingSelasa, 07 September 2021 Kepastian Keselamatan

Senin, 06 September 2021 Kesejatian Iman

Ibrani 5:11-6:8"Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." (5:14) Ingatkah perumpamaan Kristus mengenai lalang dan gandum? Pada waktu keduanya masih kecil dan sedang bertumbuh, sulit untuk membedakan antara lalang dan gandum. Namun, setelah gandum bertambah besar maka perbedaannya dari lalang akan terlihat. Penulis Ibrani menegur para pembaca suratnya karena mereka masih kanak-kanak rohani padahal seharusnya sudah dewasa rohani. Mereka belum mengerti ajaran-ajaran kebenaran firman Tuhan padahal kebenaran itu akan membuat iman mereka kukuh saat menghadapi tekanan dan penganiayaan (5:11-14). Sebaliknya, mereka justru memperdebatkan ajaran yang tidak…

Continue ReadingSenin, 06 September 2021 Kesejatian Iman

Sabtu, 04 September 2021 Setia Seperti Kristus

Ibrani 4:14 - 5:10"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita." (4:14) Dengan kekuatan diri sendiri, tidak seorang pun sanggup setia kepada Allah. Tantangan dan godaan yang berat, khususnya di masa pandemi saat ini, dapat menyebabkan seseorang tidak setia. Itu juga yang dialami oleh umat Israel. Oleh karena itu, Allah menyediakan perangkat keimaman dan seorang imam besar untuk menolong umat-Nya bertahan setia baik dalam perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian maupun ketika mereka sudah tiba di sana. Imam besar berfungsi mewakili umat manusia yang lemah…

Continue ReadingSabtu, 04 September 2021 Setia Seperti Kristus

Jumat, 02 September 2021 Syarat Masuk Perhentian Kekal

Ibrani 4:1-13"Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya." (ayat 10) Sejarah Israel memberitahukan ada banyak orang yang tidak boleh masuk Tanah Perjanjian. Mereka gagal karena tidak percaya kepada Allah yang telah terbukti mencurahkan kasih karunia-Nya. Kekerasan hati mereka yang terus-menerus menolak Tuhan menyebabkan mereka binasa di padang gurun. Penulis Ibrani mengingatkan para pembacanya yang sedang dicobai imannya untuk meninggalkan Tuhan, agar mereka tetap bertahan supaya jangan akhirnya ditolak oleh Tuhan. Tanah Perjanjian bukanlah perhentian terakhir bagi umat Tuhan (ayat 8). Penulis Ibrani memakainya sebagai lambang bagi perhentian…

Continue ReadingJumat, 02 September 2021 Syarat Masuk Perhentian Kekal