IBADAH ANAK SEKOLAH MINGGU ONLINE, 01 Agustus 2021
https://youtu.be/CnW-ftFq9rQ
https://youtu.be/CnW-ftFq9rQ
https://youtu.be/sH-N2eUlo84
1 Timotius 1:1-11"Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan." (ayat 7) Paulus mengenal dirinya sebagai rasul, yaitu utusan dari Kristus Yesus berdasarkan perintah Allah dan Kristus Yesus, yang menyelamatkan Paulus dan setiap kita (ayat 1). Paulus juga menyatakan bahwa Timotius adalah anaknya dalam iman yang diberi kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus (ayat 2). Di gereja Efesus tempat Timotius melayani, rasul Paulus mendapatkan laporan tentang adanya beberapa orang yang mengajarkan ajaran lain (ayat 3). Artinya, ada sekelompok orang yang berusaha mengaitkan…
2 Tesalonika pasal 3"Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu," (ayat 7) Pernahkah Saudara memainkan permainan "Tirulah Teladanku"? Dua orang berhadapan di mana seorang berdiri di depan cermin, dan salah satunya perlu menirukan semua gerakan dan perubahan mimik wajah dari orang yang lain. Permainan tersebut menarik, karena kita diajak untuk benar-benar melepaskan semua keakuan kita dan mencoba mengikuti semua tindakan serta gerak gerik dari rekan kita. Bagian akhir dari suratnya yang kedua kepada jemaat Tesalonika, sekali lagi rasul Paulus menekankan pentingnya hidup dalam doa dan ketaatan kepada Allah. Paulus…
2 Tesalonika 2:13-17"Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita." (ayat 14) Sebagai anak, kita merasa bangga jika kita mendengar orang lain berkata betapa miripnya kita dengan orangtua kita. Namun, pernahkah kita bertanya apakah orangtua kita merasa bangga memiliki anak seperti kita? Ketika Alkitab berbicara tentang memperoleh kemuliaan Kristus, Alkitab mengacu kepada pemahaman tentang kebanggaan yang timbul saat kita menampakkan ciri kemuliaan tersebut. Paulus menegaskan ucapan syukurnya kepada jemaat Tesalonika karena karya dan tindakan Allah dalam Kristus sungguh nyata dalam kehidupan mereka (ayat 13). Itu sebabnya, sudah selayaknya…
2 Tesalonika 2:1-12"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa," (ayat 3) Sebuah dongeng anak-anak menceritakan seorang anak kecil yang berteriak kepada orang-orang di desanya, bahwa ada serigala yang datang menyerang. Ketika penduduk desa berdatangan, ternyata anak tersebut hanya bercanda. Di lain waktu, ketika si anak ini berteriak lagi, maka penduduk desa menganggap itu hanya sebuah candaan. Anak ini belajar sebuah fakta yang menyakitkan: "berhati-hatilah dalam melontarkan candaanmu." Jemaat Tesalonika sedang dibingungkan oleh beberapa pengajar yang menyandarkan ajaran mereka kepada…
2 Tesalonika pasal 1"sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:" (ayat 4) Paulus merindukan jemaat Tesalonika yang didirikannya seperti bapa rindu anaknya dari jauh. Jemaat ini berkembang sendiri, sebab Paulus terpaksa menyingkir dari daerah itu karena ancaman orang Yahudi (Kis 17.10). Ia senang mendengar bahwa jemaat itu teguh dalam penderitaan dan penganiayaan; meski dalam kesulitan dan kesusahan mereka saling mempedulikan (ayat 3-4). Rasul Paulus menuliskan surat ini untuk memberikan mereka kekuatan, sekaligus mengajarkan kepada mereka tentang kekuatan dan kedaulatan Allah, yang mengatasi segala pergumulan dan penderitaan…
1 Tesalonika 5:12-28"Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang." (ayat 15) Sikap hidup orang percaya dalam bergereja maupun kehidupan sehari-hari begitu penting. Dalam mengakhiri suratnya, Paulus memberikan beberapa nasihat demikian.Pertama, agar memiliki sikap yang benar terhadap pemimpin mereka dengan menghormati, menaati, mengasihi, dan mendoakan mereka (ayat 12), karena para pemimpin telah bekerja keras dalam memimpin dan melayani mereka. Sikap demikian akan membuat persekutuan mereka hidup dalam damai. Kedua, dalam hubungan dengan saudara seiman, mereka harus saling peduli dan menguatkan. Mereka harus berani dan penuh cinta…
https://youtu.be/dSiq6fHwJp4
https://youtu.be/qxldT0WtiIs