Jumat, 11 April 2025 (Hati-hati Dalam Berkata)

Amsal pasal 18"Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir." (ayat 4) Kita mungkin sering mendengar sebuah nasihat berupa pepatah untuk berhati-hati dalam berkata-kata: "mulutmu harimaumu". Nasihat senada juga dapat kita temukan dalam bacaan kita hari ini. Perkataan yang diucapkan oleh orang bebal akan menimbulkan perbantahan (ayat 6). Ayat ini menegaskan, perkataan yang diucapkan dengan sembarangan akan membawa perselisihan bagi yang mengucapkannya dan bahkan bisa berdampak buruk pada orang lain. Senada dengan peringatan tersebut adalah perkataan fitnah terhadap orang lain (ayat 8). Celakanya, banyak orang-walaupun sudah mengetahui jika seseorang tengah memfitnah…

Continue ReadingJumat, 11 April 2025 (Hati-hati Dalam Berkata)

Kamis, 03 April 2025 (Perjuangan Mengasihi)

Amsal 14:21-35"Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita." (ayat 21) Mengasihi sesama bukanlah perkara mudah. Sering kali kita terjebak oleh berbagai pengertian dan pengalaman pribadi sehingga kita menjadi terhalang untuk mempraktikkan kasih Allah kepada sesama. Kali ini Amsal menunjukkan pentingnya mengasihi sesama (ayat 21). Mengasihi sesama bukan masalah perkataan, melainkan tindakan yang didasari oleh kebaikan hati (ayat 22-23). Mengasihi sesama adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, jika kita menghina dan berbuat jahat kepada sesama, itu berarti kita berdosa di hadapan Allah. Bukan hanya mengasihi dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan…

Continue ReadingKamis, 03 April 2025 (Perjuangan Mengasihi)

Selasa, 01 April 2025 (Terang Orang Benar)

Amsal 14:1-20"Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia." (ayat 2) Saat hidup berada di persimpangan jalan, kita harus mengambil sebuah keputusan yang akan menentukan jalan kita ke depan. Tidak setiap jalan akan membawa kita sampai ke tujuan yang dikehendaki. Bagaimana kita mengetahui jalan mana yang "benar", ketika ada begitu banyak pilihan dalam hidup? Amsal 14 menguraikan perbandingan jalan orang bijak dengan orang bodoh. Si bijak membangun rumah yang kokoh, sementara si bodoh membangun rumah yang rapuh (ayat 1) Jalan orang bodoh digambarkan sebagai: menghina Tuhan (ayat 2), membenci teguran dan didikan (ayat 3),…

Continue ReadingSelasa, 01 April 2025 (Terang Orang Benar)

Senin, 31 Maret 2025 (Terang Orang Benar)

Amsal 13:13"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." (ayat 13) Dengan ukuran seperti apakah kita ingin dinilai oleh Tuhan? Apakah dengan harta, kekuasaan, atau kesalehan? Ini adalah salah satu pertanyaan penting yang ditujukan pada diri kita. Bagaimana kita menyikapi panggilan hidup dalam kekayaan menurut ukuran Tuhan? Amsal pada bagian ini bisa dibagi dalam tiga tema besar: Pertama, pentingnya seorang yang bijaksana memelihara kebenaran (ayat 1-6). Kedua, perenungan tentang hakekat kekayaan sejati dalam kehidupan (ayat 7-11). Ketiga, perenungan tentang akibat yang diterima baik oleh orang bijak maupun orang fasik, ketika mereka menerapkan nilai…

Continue ReadingSenin, 31 Maret 2025 (Terang Orang Benar)

Sabtu, 29 Maret 2025 (Benar Dalam Berkata)

Amsal 12:15-28"Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata." (ayat 19) Tuhan mengasihi orang yang jujur dan membenci orang yang berdusta. Orang berdusta atau orang tidak jujur melakukan ketidakadilan atau tipu daya (ayat 17b). Sebaliknya, orang yang jujur atau berkata benar menegakkan keadilan. Melakukan tipu daya atau tidak jujur sama dengan melakukan kejahatan, tetapi berkata benar membuat hidup sejahtera dan dipenuhi dengan sukacita. Itulah penegasan Amsal hari ini. Penulis Amsal mengingatkan orang-orang beriman agar berhati-hati menggunakan mulutnya. Jika orang beriman ingin hidupnya diperkenan Tuhan, maka dia harus memilah apa yang dia ucapkan dengan mulutnya.…

Continue ReadingSabtu, 29 Maret 2025 (Benar Dalam Berkata)

Sabtu, 08 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Keluarga)

Amsal 4:1-9"Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," (ayat 1) Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mengenalkan pendidikan anak melalui wadah Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga (orangtua), guru (sekolah), dan masyarakat. Namun, pendidikan anak yang paling utama adalah keluarga (orangtua). Orangtua memiliki tanggung jawab utama dalam pendidikan anak, sebab Tuhan menitipkan anak kepada orangtua untuk dididik dan diasuh. Pewarisan nilai-nilai luhur kepada anak, utamanya terjadi dalam keluarga. Salomo telah menerima pengenalan jalan-jalan Allah dari ayahnya. Selanjutnya, ia mengajarkannya juga kepada anak-anaknya. Allah menghendaki agar hidup di jalan-jalan-Nya diajarkan terutama melalui pengajaran dan teladan orangtua…

Continue ReadingSabtu, 08 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Keluarga)

Jumat, 07 Maret 2025 (Hidup Dalam Kebaikan)

Amsal 3:27-35"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (ayat 27) Ada peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna". Peribahasa tersebut bisa menjadi gambaran penyesalan kalau kita menunda melakukan kebaikan dan berdampak pada penderitaan orang lain, padahal sebenarnya kita mampu melakukan perbuatan baik. Ajakan untuk hidup dalam kebaikan itu disampaikan juga oleh penulis Amsal. Pertama, kita harus memberikan kepada semua orang apa yang sepantasnya diterima, baik karena keadilan maupun karena belas kasihan, dan janganlah menunda-nunda melakukannya. Sebuah kesalahan besar jika kita tidak melakukan hal yang adil atas hak orang lain, atau tidak menunjukkan belas…

Continue ReadingJumat, 07 Maret 2025 (Hidup Dalam Kebaikan)

Kamis, 06 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Tuhan)

Amsal 3:11-26"Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya." (ayat 11) Semua orangtua tentu menginginkan anaknya memperoleh pendidikan yang terbaik. Orangtua mau anaknya mengenyam pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi yang terbaik, dididik oleh guru atau dosen yang terbaik sehingga anaknya memperoleh kualitas pendidikan yang terbaik. Seorang pendidik yang baik tentu diyakini memiliki ilmu yang diperoleh dari sumber yang baik dan mampu menerapkan metode pembelajaran yang tepat sehingga anak didik akan terdidik secara lebih baik. Salomo, penulis amsal, berharap agar anaknya mau dididik oleh Tuhan. Ia yakin, Tuhan selalu menginginkan yang terbaik untuk umat-Nya. Terkadang,…

Continue ReadingKamis, 06 Maret 2025 (Hidup Dalam Didikan Tuhan)

Selasa, 04 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-II)

Amsal 2:1-10"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Cara hidup orang berhikmat. Hikmat yang dibicarakan sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jika kita memberi respons yang sesuai dengan kehendak-Nya, maka buah-buah kehidupan dengan hasilnya akan mengalir. Bagaimana caranya?Pertama, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal (ayat 5-6);Kedua, bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan tidak pada diri sendiri (ayat 7-8);Ketiga, memuliakan Tuhan dengan harta (ayat 9-10).Cara hidup seperti inilah yang menjadi manifestasi ketergantungan manusia kepada Tuhan, Sang Sumber Hikmat. Berkat dan hikmat. Bila kita memiliki cara hidup orang berhikmat, maka…

Continue ReadingSelasa, 04 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-II)

Senin, 03 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-I)

Amsal 2:10-22"kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau" (ayat 11) Kita tidak dapat memungkiri bahwa salah satu motivasi seseorang melakukan atau memperjuangkan sesuatu adalah karena keuntungan. Jika tidak ada untungnya, buat apa berusaha melakukannya? Sayang sekali, banyak orang tidak menyadari bahwa memiliki hikmat mendatangkan keuntungan besar dalam kehidupan manusia. Apakah untungnya memperoleh hikmat? Perikop bacaan hari ini memaparkan keuntungan dari hikmat yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan. Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa keuntungan memiliki hikmat adalah memelihara dan menjaga kehidupan kita (ayat 11). Pertanyaannya adalah memelihara dan menjaga kehidupan kita dari apa? Jawabannya, hikmat akan menjaga dan memelihara kita…

Continue ReadingSenin, 03 Maret 2025 (Keuntungan Memiliki Hikmat-I)