Senin, 30 Juni 2025 (Dengar dan patuhi)

Yesaya 48:12-22
“”Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!” (ayat 12)

Bangsa Israel tiga kali diminta Tuhan untuk mendengarkan (ayat 12, 14, 16). Kata “dengar” pertama dilanjutkan dengan pernyataan kemahakuasaan-Nya. Yang kedua disambung dengan pernyataan pimpinan-Nya terhadap bangsa Babel. Yang ketiga berhubungan dengan rencana penebusan-Nya (ayat 17-22).

Kata “dengar” atau “mendengarkan” dalam bahasa Ibrani mempunyai arti tidak mengizinkan adanya pemisahan antara persepsi dengan tindakan. Jika kita benar-benar “mendengar” peringatan, maka kita harus menaatinya. Jika kita tidak mematuhinya, itu artinya kita tidak “mendengar”.

Kata “dengar” pertama menunjukkan siapa Tuhan bagi umat Israel. Umat Israel diminta untuk mematuhi dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah yang telah memanggil mereka. Ayat 12-16 memberikan alasan mengapa orang harus mendengarkan dan menempatkan iman mereka kepada Allah. Dia adalah satu-satunya Pencipta, sebelum dan setelah segalanya.

Kata “dengar” kedua menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa pula atas bangsa-bangsa lain khususnya Babel. Bangsa Babel sebenarnya merupakan alat di tangan Tuhan. Sama seperti Dia memanggil bintang-bintang dari langit dan mereka taat (ayat 13), Ia juga bisa memanggil raja Persia, yang akan melakukan apa yang telah Allah tentukan (ayat 14). Ayat 15 secara tegas menyatakan bahwa karena kehendak-Nya maka bangsa Babel maupun bangsa Persia dapat menguasai umat Allah.

Kata “dengar” ketiga menyatakan bahwa Allah Israel akan menyelamatkan umat-Nya. Mereka dijanjikan keselamatan dari penindasan Babel. Mereka diingatkan akan kesalahan mereka karena mereka tidak memiliki “perhatian” (ayat 18-19) kepada Allah di masa lampau. Itulah sebabnya Allah mengambil damai sejahtera mereka dan membiarkan hidup dalam pengasingan.

Sebagai orang percaya dan pelayan Tuhan kita senantiasa “mendengar” firman Tuhan. Mendengar dan melakukan kehendak-Nya. Maka, janji-Nya kepada Israel pun menjadi janji untuk kita (ayat 18-19).
Amin, Tuhan Yesus memberkati