Sabtu, 19 Juli 2025 (Menjadi Saksi)

Yesaya 59:9-21
“Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.” (ayat 21)

Setelah berbicara tentang keberdosaan Israel, Yesaya menyampaikan konsekuensi dari segala tindakan dosa yang mereka lakukan. Mereka telah menolak untuk berlaku adil, akibatnya mereka sendiri kemudian tidak mengalami keadilan dan kebenaran itu (ayat 9). Mereka mengharapkan masa depan yang cerah, tetapi kondisi mereka saat itu begitu gelap. Mereka berharap dapat berjalan dalam terang kehadiran Allah, tetapi terang itu tidak ada pada mereka. Akibatnya, mereka bagai orang buta yang meraba-raba dalam gelap (ayat 10). Sungguh menyedihkan, kegelapan telah menjadi realitas dari umat yang sebenarnya telah mengenal terang. Bahkan mereka tidak dapat menyuarakan kesedihan mereka, karena yang bisa mereka lakukan hanyalah meraung dan merintih (ayat 11). Namun umat kemudian sadar bahwa penyebab ketiadaan keadilan dan kebenaran itu adalah pelanggaran dan pemberontakan yang mereka lakukan dalam semua aspek kehidupan (ayat 12-15).

Lalu bagaimana sikap Tuhan memandang semuanya? Di akhir ayat 15, kita melihat bahwa Tuhan memperhatikan semua itu. Tuhan juga melihat bahwa tidak ada yang menjadi mediator antara diri-Nya dengan umat-Nya. Maka sebagaimana seorang prajurit bersiap untuk berperang, demikianlah Tuhan bersiap untuk membebaskan umat-Nya (ayat 16-17). Allah murka terhadap lawan-lawan-Nya dan akan memberikan ganjaran kepada mereka (ayat 18). Tindakan-Nya untuk menebus umat (ayat 20) membuat semua orang menjadi takut akan Dia (ayat 19).

Kepada umat-Nya, Tuhan berjanji tidak akan mengambil Roh atau firman-Nya dari mereka (ayat 21). Roh Tuhan akan tinggal di dalam umat dan firman-Nya berdiam di mulut mereka agar mereka menjadi saksi Tuhan, yang memberitakan kebesaran-Nya. Itulah tujuan Tuhan membebaskan mereka, dan itu jugalah tujuan Tuhan membebaskan kita. Umat Allah sejati memang akan menjadi saksi yang memberitakan kebenaran Injil dalam kuasa Roh Kudus. Sudahkah kita menyadari panggilan ini dalam keseharian kita sehingga seluruh aspek hidup menyatakan pemberitaan kita akan Injil?
Amin, Tuhan Yesus memberkati