Sabtu, 11 Februari 2023 (Mendengar, bertumbuh, berbuah)

Matius 13:1-23"Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (ayat 23) Menabur benih adalah proses awal dari bercocok tanam. Berbeda dengan yang mungkin kita ketahui, penabur dalam bacaan ini tidak mempersiapkan tanahnya terlebih dahulu sebelum ditebari benih. Tanah tempat benih ditaburkan pun tampaknya begitu terbuka sehingga orang bisa saja lalu lalang di situ. Si penabur menebar benih di berbagai tempat. Ia seolah memberi kesempatan seluas-luasnya pada setiap jenis tanah untuk menerima benih.…

Continue ReadingSabtu, 11 Februari 2023 (Mendengar, bertumbuh, berbuah)

Jumat, 10 Februari 2023 (Yang melakukan kehendak Bapa)

Matius 12:38-50"Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (ayat 50) Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1). Namun bila orang yang sudah melihat masih sulit untuk percaya, apa lagi yang dapat dilakukan? Setelah Yesus melakukan mujizat penyembuhan (ayat 13, 22-23), masih saja ada ahli Taurat dan orang Farisi yang meminta tanda dari Yesus (ayat 38). Seolah mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus belum cukup untuk membuat mereka percaya. Jelas Yesus menolak permintaan semacam ini. Tanda diberikan oleh Allah sebagai sebuah karunia, bukan sebagai jawaban bagi permintaan…

Continue ReadingJumat, 10 Februari 2023 (Yang melakukan kehendak Bapa)

Kamis, 09 Februari 2023 (Dosa menghujat Roh Kudus)

Matius 12:22-37"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." (ayat 31) Peristiwa pengusiran roh jahat dari seorang yang buta dan bisu melatari peringatan Yesus tentang dosa menghujat Roh Kudus. Jenis dosa ini, menurut Yesus, "tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak" (ayat 32). Ucapan Yesus di atas harus dimengerti dengan mengacu pada konteks saat itu. Penyembuhan terhadap orang yang kerasukan itu telah menuai dua reaksi. Pertama, reaksi takjub dari orang banyak. Mereka menyatakan kemungkinan bahwa Yesus adalah Anak Daud, Mesias…

Continue ReadingKamis, 09 Februari 2023 (Dosa menghujat Roh Kudus)

Rabu, 08 Februari 2023 (Mesias Sejati)

Matius 12:15-21"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa." (ayat 18) Usai perdebatan dengan orang Farisi, Yesus pergi menyingkir (ayat 15a). Yesus menghindari konfrontasi yang lebih terbuka dengan orang Farisi guna melanjutkan pelayanan-Nya kepada orang banyak yang mengikuti Dia. Namun, Ia melarang mereka untuk bercerita tentang diri-Nya, karena mereka salah mengerti tentang misi-Nya yang bukan hanya melakukan mukjizat. Matius mengutip Yesaya 42:1-4 untuk menjelaskan misi Yesus. Nubuat Mesianis tentang sosok Hamba Tuhan digenapi dengan sempurna dalam diri Yesus.Pertama, Ia adalah Hamba yang terpilih dengan…

Continue ReadingRabu, 08 Februari 2023 (Mesias Sejati)

Selasa, 07 Februari 2023 (Mengasihi Sabat dengan Kasih)

Matius 12:1-15"Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (ayat 8) Orang Farisi mempersoalkan murid-murid Yesus yang memetik bulir gandum pada hari Sabat. Para murid dituduh melanggar peraturan Sabat. Jawaban Yesus membongkar pemahaman keliru akan prinsip Sabat. Prinsip Sabat adalah aturan Sabat yang tertuang dalam Taurat Musa. Sedangkan peraturan Sabat di atas adalah buatan manusia. Peristiwa Daud memakan roti sajian yang diperuntukkan para imam (Im 24:9), dan tindakan imam yang bekerja justru pada hari Sabat merupakan contoh penerapan prinsip Sabat yang benar. Kalau untuk yang kedua orang Farisi tidak mempersalahkan, seharusnya demikian juga untuk yang pertama. Bagi Yesus keduanya sesuai…

Continue ReadingSelasa, 07 Februari 2023 (Mengasihi Sabat dengan Kasih)

Senin, 06 Februari 2023 (Agar Beroleh Kelegaan)

Matius 11:20-30"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (ayat 28) Respons orang terhadap Yesus tidak sama. Ada yang menerima, ada juga yang menolak. Masalahnya, respons itu berdampak pada hidup mereka karena, sadar atau tidak, hidup mereka ada di tangan Yesus. Orang akan celaka bila menolak Yesus dan akan selamat bila menerima Dia. Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum dikecam oleh Yesus. Padahal Dia banyak mengajar dan melakukan mujizat di kota-kota itu (ayat 20). Bagaimana respons mereka? Orang-orang di kota itu memang senang mendengar Yesus. Mereka berduyun-duyun mendatangi Yesus untuk menyaksikan dan mengalami mujizat-Nya. Malah mereka…

Continue ReadingSenin, 06 Februari 2023 (Agar Beroleh Kelegaan)

Sabtu, 04 Februari 2023 (Melangkah Bersama Tuhan)

            Melangkah bersama Tuhan adalah suatu hal yang sangat penting yang harus dipahami oleh setiap orang percaya. Karena ketika memahami arti melangkah bersama dengan Tuhan maka itu akan berpengaruh bagi kehidupan khususnya dalam pertumbuhan iman kita. Ada banyak manfaat ketika kita tahu bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Salah satunya adalah kita akan hidup dengan penuh ketenangan dan damai sejahtera karena kita tahu bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita (Matius 28:20b; Ibrani 5b). Melangkah bersama dengan Tuhan artinya kita melangkah dengan Tuhan yang penuh kasih dan kuasa yang…

Continue ReadingSabtu, 04 Februari 2023 (Melangkah Bersama Tuhan)

Jumat, 03 Februari 2023 (Ketika Keraguan Datang)

Matius 11:2-19"Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (ayat 6) Sungguh pun mengaku orang beriman, dalam situasi tertentu kita bisa meragukan Tuhan. Itulah pengalaman Yohanes Pembaptis. Saat menjadi tahanan Raja Herodes, melalui muridnya ia menanyakan kemesiasan Yesus. Pertanyaan Yohanes sangat wajar. Ada alasan yang mungkin membuatnya meragu pada Yesus, yaitu yang dikaitkan dengan perannya meneladani nabi Elia. Jika Elia diluputkan Tuhan dari tangan musuh-musuhnya, tidak demikian dengan Yohanes. Ia dibiarkan berada lama dalam penjara karena berani menegur Herodes Antipas (14:1-4). Sementara itu, Mesias sama sekali tidak berbuat sesuatu apa pun untuk membebaskannya dari penjara. Bisa jadi Yohanes…

Continue ReadingJumat, 03 Februari 2023 (Ketika Keraguan Datang)