Rabu, 22 Februari 2023 (Firman Tuhan Yang Utama)

Matius 15:1-20"Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?" (ayat 3) "Mengutamakan hal yang utama" tampaknya bukan menjadi perhatian pokok orang Farisi dan ahli Taurat. Hukum Taurat adalah hal yang utama karena Allah yang memberikan kepada umat Israel. Namun yang diutamakan orang Farisi dan ahli Taurat adalah hukum-hukum tambahan yang mereka buat sendiri untuk melengkapi hukum Taurat. Maka ketika murid-murid Tuhan Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan, ini dianggap masalah besar oleh ahli Taurat dan orang Farisi. Lebih jauh lagi, tampaknya mereka menganggap bahwa Yesuslah yang mengajar murid-murid-Nya bertindak melawan tradisi agama…

Continue ReadingRabu, 22 Februari 2023 (Firman Tuhan Yang Utama)

Selasa, 21 Februari 2023 (Yesus Penguasa Alam Semesta)

Matius 14:22-33"Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (ayat 27) Orang Israel menganggap laut/danau sebagai teritorial kuasa jahat. Maka diombang-ambingkan badai ketika berada di danau saat malam gelap merupakan hal yang mengerikan. Seolah berhadapan dengan si jahat sendiri. Namun yang lebih menakutkan adalah saat melihat sesosok tubuh berjalan di atas air mengamuk pada jam tiga pagi. Bayangkan air sedang bergejolak, tetapi ada orang yang berjalan dengan tenang di atasnya. Siapa yang tak akan takut? Tak heran bila para murid mengira sosok itu adalah hantu. Mereka tak mengira bahwa Yesus adalah Guru mereka, yang telah melakukan mujizat…

Continue ReadingSelasa, 21 Februari 2023 (Yesus Penguasa Alam Semesta)

Senin, 20 Februari 2023 (Berbelas kasihan)

Matius 14:13-21"Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit." (ayat 14) "Belas kasihan", itulah yang membedakan Yesus dan para murid dalam kisah ini. Belas kasihan adalah rasa simpati dan perhatian bagi orang yang sedang membutuhkan. Suatu emosi mendalam yang tertuju pada orang yang sedang mengalami kesakitan, kemiskinan, atau keputusasaan. Belas kasihan inilah yang menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit yang mendatangi Dia (ayat 14). Padahal waktu itu Ia bermaksud menyendiri (ayat 13). Belas kasihan pula yang membuat Yesus memberi makan lima ribu orang (ayat…

Continue ReadingSenin, 20 Februari 2023 (Berbelas kasihan)

Sabtu, 18 Februari 2023 (Akibat Menolak Kebenaran)

Matius 14:1-12"Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya." (ayat 3) Banyak pertikaian dan pembunuhan yang terjadi karena satu pihak tersinggung oleh teguran dari pihak lain. Inilah yang terjadi pada diri raja Herodes Antipas dan Herodias. Karena menolak teguran yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis karena Herodes menikahi isteri dari saudaranya sendiri (ayat 3), mereka berusaha untuk menyingkirkan Yohanes. Sebenarnya Herodes ingin membunuh Yohanes, tetapi ia takut terhadap pengagum Yohanes (ayat 5). Namun, tidak demikian dengan Herodias yang terus memendam kebencian terhadap Yohanes, sehingga ia memikirkan berbagai cara untuk menyingkirkan Yohanes. Maka…

Continue ReadingSabtu, 18 Februari 2023 (Akibat Menolak Kebenaran)

Jumat, 17 Februari 2023 (Warga Kerajaan Sorga)

Matius 13:44-58"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu." (ayat 44) Tak ada upaya yang dapat dilakukan orang untuk dapat menjadi warga Kerajaan Sorga. Semuanya hanya bisa terjadi karena anugerah melalui iman kepada Kristus. Namun tidak semua orang bersedia memercayai Kristus karena mereka tidak memahami nilai anugerah itu. Contohnya orang-orang di tempat asal Yesus, mereka sulit memahami ke-Tuhan-an Yesus sebab Yesus memiliki latar belakang yang sama dengan mereka (ayat 54-56). Karena itu sulit bagi mereka untuk memahami asal hikmat dan…

Continue ReadingJumat, 17 Februari 2023 (Warga Kerajaan Sorga)

Kamis, 16 Februari 2023 (Jadilah Gandum sampai Masa Menuai)

Matius 13:36-43"Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." (ayat 36) Yesus memberitakan kedatangan Kerajaan Surga. Tetapi mengapa kejahatan tidak berkurang, malah semakin merajalela? Inilah yang Yesus jelaskan melalui perumpamaan lalang dan gandum. Di sini kita menjumpai tiga pokok ajaran. Pertama, penaburan benih baik. Ketika Anak Manusia berada di dunia, Ia menabur benih yang baik yaitu anak-anak Kerajaan Surga.Kedua, penaburan benih jahat. Musuh menabur benih jahat yakni anak-anak si jahat (ayat 38).Ketiga, benih baik dan benih jahat dibiarkan tumbuh bersama.Namun, pertumbuhan keduanya memiliki batas. Ada…

Continue ReadingKamis, 16 Februari 2023 (Jadilah Gandum sampai Masa Menuai)

Rabu, 15 Februari 2023 (Bagai Biji Sesawi dan Ragi)

Matius 13:31-35"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya." (ayat 31) Di kalangan Yahudi, biji sesawi banyak dipakai sebagai istilah untuk menggambarkan sesuatu yang kecil. Kontras antara kecilnya benih dan begitu besarnya pohon di kemudian hari merupakan hal yang ingin ditekankan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi (ayat 31-32). Perumpamaan itu merupakan gambaran Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran dan pelayanan Yesus. Semula dianggap sepele dan diragukan oleh para pemimpin Yahudi, karena Yesus tampil bukan sebagai seorang raja yang berkuasa. Ia tampil hanya dengan rupa seorang…

Continue ReadingRabu, 15 Februari 2023 (Bagai Biji Sesawi dan Ragi)

Selasa, 14 Februari 2023 (Kasih)

1 Korintus pasal 13"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (ayat 13) Gereja di Korintus adalah gereja pascaYerusalem, pascaAntiokhia. Maksudnya gereja sudah bergeser dari tanah Ibrani ke tanah Yunani. Namun Injil bukan Ibrani bukan Yunani, melainkan benih surgawi yang berakar di mana saja di bumi ini. Ketika Injil tumbuh di Korintus, benih surgawi itu tidak lagi tumbuh di tanah Ibrani melainkan di tanah Yunani. Maka gereja adalah fenomena blasteran, maksudnya Injil yang tumbuh dalam budaya setempat menghasilkan corak gereja yang khas dibandingkan gereja di budaya lain lagi. Mengatakan ini…

Continue ReadingSelasa, 14 Februari 2023 (Kasih)

Senin, 13 Februari 2023 (Gandum atau lalang?)

Matius 13:24-30"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya." (ayat 24) Tumpang sari adalah penanaman dua jenis tanaman atau lebih pada satu lahan tanam dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan. Si pemilik ladang -dalam perumpamaan yang Yesus sampaikan- tidak bermaksud mengadakan tumpang sari di ladangnya saat ia menyuruh hamba-hambanya membiarkan lalang tumbuh bersama gandum yang dia tanam. Karena jelas lalang tidak meningkatkan produktivitas lahan. Si pemilik ladang hanya tidak mau kalau gandum yang telah ditanam ikut tercabut bila hamba-hambanya mau mencabuti lalang…

Continue ReadingSenin, 13 Februari 2023 (Gandum atau lalang?)