Jumat, 29 September 2022

Hiduplah dengan benarAmsal 28:15-28"Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan." (ayat 25) Dalam kehidupan kita, seorang pemimpin sangat menentukan nasib rakyatnya. Ketika pemimpin berperilaku seperti orang fasik, ia akan menghancurkan rakyatnya sendiri. Seperti seekor singa atau pun beruang memangsa yang lemah (ayat 15). Begitu pula dengan seorang pemimpin tidak bijaksana yang mengejar laba yang tidak halal akan banyak menindas rakyatnya (ayat 16). Karena itu, seseorang yang melakukan kesalahan akan menanggung akibat dari perbuatannya (ayat 18). Tidak baik jika kita berusaha menolongnya menghindari konsekuensi dosanya. Lebih baik kita membiarkan dia menerima konsekuensi dosanya, sebab orang yang…

Continue ReadingJumat, 29 September 2022

Kamis, 29 September 2022

Tegakkan hukumAmsal 28:1-14"Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka." (ayat 14) Salah satu perangkat penting untuk menjalankan suatu pemerintahan adalah aturan main atau hukum yang jelas dan adil. Untuk menerapkan hukum yang mengatur segala sesuatu pada tempatnya dibutuhkan orang yang takut akan Tuhan, tak mencari kepentingan diri sendiri, dan berdedikasi tinggi terhadap kesejahteraan rakyat. Pasal 28 ini berbicara mengenai pentingnya hukum dan pengelolaannya baik dalam tingkatan suatu negara maupun dalam komunitas-komunitas yang lebih kecil. Yang menarik adalah ayat 4, 7, 9 menggunakan kata torah (Ibrani) yang diterjemahkan hukum. Ini berarti…

Continue ReadingKamis, 29 September 2022

Rabu, 28 September 2022

Hubungan dengan sesamaAmsal 27:15-27"Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (ayat 21) Hubungan dengan sesama merupakan tema yang juga banyak dibahas oleh penulis Amsal. Orang memang harus belajar memelihara hubungan antar personal agar tercipta keharmonisan. Pandai bersikap dan membawa diri adalah kunci penting dalam menjalin relasi dengan orang lain. Kita tidak bisa seenaknya membawa kebiasaan dan karakter kita di tengah orang lain, walau kita menganggap itu baik. Belum tentu orang bisa menerimanya. Akibatnya terjadilah gesekan yang merusak keharmonisan hubungan. Misalnya bersikap terlalu ramah, tetapi pada waktu yang tidak tepat (ayat…

Continue ReadingRabu, 28 September 2022

Selasa, 27 September 2022

Hikmat dalam bersikapAmsal 27:1-14"Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (ayat 1) Nas hari ini memberikan kita nasihat bagaimana bersikap dalam keseharian. Pertama, kita jangan bersikap sombong berkenaan dengan hari esok, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Begitu pula jangan menyombongkan diri tentang kehebatan sendiri, dan biarlah orang lain yang memuji (ayat 1-2). Kemudian nas ini mengajarkan kita berhati-hati tentang perasaan kita, terutama perasaan negatif. Sakit hati manusia merupakan sesuatu yang terasa berat, terutama sakit hati yang ditimbulkan orang bodoh (ayat 3). Perasaan negatif lain yang sangat berat adalah…

Continue ReadingSelasa, 27 September 2022

Senin, 26 September 2022

Lidah tak bertulangAmsal 26:17-28"Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran." (ayat 28) Sebagai makhluk sosial, manusia bersosialisasi dengan lingkungannya. Di era digitalisasi yang canggih, komunikasi massa tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Sebelum manusia berkenalan dengan teknologi yang canggih, manusia sudah memiliki alat komunikasi yang luar biasa yang dibawa sejak lahir, yaitu lidah. Dengan lidah, manusia belajar menyampaikan informasi. Berkata-kata yang benar dan baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Jika berkata-kata hal yang tidak sepantasnya, pasti menimbulkan perpecahan, ibarat menembakkan panah api (ayat 18-19). Pertengkaran tidak akan terjadi apabila informasi yang disampaikan tidak diplintir kebenarannya (ayat…

Continue ReadingSenin, 26 September 2022

Sabtu, 24 September 2022

Belajar menjadi bijakAmsal 26:1-16"Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia." (ayat 4) Belajar adalah aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang, sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Aktivitas ini sudah dilakukan setiap orang sejak mereka masih bayi. Jika tidak ada perubahan, maka pertumbuhan si bayi menjadi keprihatinan bagi orang tuanya. Agaknya penulis amsal memberikan gambaran mengenai seseorang yang tidak pernah mau berubah melalui proses belajar. Orang seperti ini disebut sebagai seorang bebal dan pemalas. Seperti salju di musim panas dan dan hujan di musim panen (ayat…

Continue ReadingSabtu, 24 September 2022

Jumat, 23 September 2022

Bara di atas kepalaAmsal 25:15-28"Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu." (ayat 21-28) Perselisihan yang berujung pada peperangan, sering kali mewarnai sejarah umat manusia. Melalui pelajaran sejarah, kita dapat memperoleh bukti mengenai hal itu. Dalam Alkitab sendiri, kita juga menjumpai pelbagai kisah tentang peperangan demi peperangan, baik yang sudah pernah terjadi hingga peperangan yang bersifat nubuatan dalam kitab Wahyu. Sebuah negara berada dalam kondisi damai atau tidak, semuanya itu tergantung pada para penguasa. Mereka yang menentukan ada…

Continue ReadingJumat, 23 September 2022

Kamis, 22 September 2022

Menjadi pembawa damaiAmsal 25:1-14"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak." (ayat 11) Biasanya seorang raja akan berjuang keras mempertahankan kerajaan yang dipimpinnya. Untuk itu, ia tidak dapat berjuang seorang diri. Ia memerlukan kepercayaan dari rakyatnya, dan kepercayaan itu tidak didapatkan begitu saja, melainkan didapatkan dengan kerja keras. Tentu saja sang raja tidak dapat bekerja sendiri. Ia memerlukan orang-orang yang dapat menjadi penasihatnya dalam mengambil keputusan. Para penasehat ini dapat memberikan berbagai gagasan dan saran, tetapi keputusan akhir tetap ditangan sang raja. Keputusan akan diambil sang raja berdasarkan apa yang ada di dalam hatinya…

Continue ReadingKamis, 22 September 2022

Rabu, 21 September 2022

Dua kewarganegaraanAmsal 24:19-34*Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya." (ayat 21) Setiap orang percaya memiliki dua kewarganegaraan, yaitu warga Kerajaan Allah dan warga negara di dunia. Dua status tersebut menuntun pada hak dan kewajiban seseorang. Dalam perikop ini, kita melihat bagaimana sang ayah memberitahukan putranya tentang kewajiban yang harus dilakukannya, yaitu "takut akan Tuhan dan raja" (ayat 21). Raja di sini ada hubungannya dengan sistem pemerintahan dalam zaman Salomo. Sebagaimana kita ketahui bahwa Israel kuno menganut sistem pemerintahan teokrasi, yang artinya Tuhan adalah Raja dan Ia mengatur segala sesuatunya melalui perantara-Nya. Para pemimpin yang dipilih oleh Tuhan…

Continue ReadingRabu, 21 September 2022

Selasa, 20 September 2022

Otak bukan ototAmsal 24:1-18"Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat." (ayat 5) Beberapa kesalahan kecil berakibat fatal karena dapat merusak reputasi seseorang. Banyak orang hanya tahu menggunakan kekuatan fisik dalam menyelesaikan pelbagai masalah. Dalam bagian ini, penulis Amsal berkata bahwa memiliki otak lebih baik daripada memiliki otot dan mempunyai hikmat lebih baik daripada mempunyai kekuatan. Otak di sini bukan menunjuk pada pengetahuan dan kemampuan intektual, melainkan hikmat (ayat 5). Hikmat dilukiskan sebagai madu yang baik dan manis bagi jiwa (ayat 13-14). Selain itu, hikmat menjanjikan imbalan di masa…

Continue ReadingSelasa, 20 September 2022