Jumat, 11 Juni 2021 Arfi atau Bebal ?

Efesus 5:15-21"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," Begitu berharganya waktu sehingga lahirlah ungkapan 'Time is money' (waktu adalah uang). Tiap menit bahkan tiap detik dihargai dengan nilai uang, sehingga waktu yang terbuang percuma dapat dinilai sama dengan pemborosan uang yang seharusnya dapat dihasilkan di dalam waktu yang terbuang itu. Berdasarkan perkataan Paulus, kita melihat dua jenis orang, yaitu orang bebal dan orang arif. Penggolongan ini dilihat berdasarkan cara hidup, yaitu berdasarkan pemanfaatan waktu. Karena orang percaya telah menerima terang maka orang percaya harus berjalan sesuai terang itu. Hidup sesuai terang…

Continue ReadingJumat, 11 Juni 2021 Arfi atau Bebal ?

Kamis, 10 Juni 2021 Transformasi Radikal

Efesus 5:7-14"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang," (ayat 8) Terang jelas berbeda dengan gelap, sebab itu terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Ketika terang datang maka gelap akan sirna karena terang akan menyingkapkan apa yang ditutupi oleh kegelapan. Paulus menjelaskan bahwa orang yang telah diselamatkan karena iman kepada Kristus bukan sekadar mengalami perbaikan, melainkan sebuah transformasi radikal dari gelap menjadi terang (ayat 8). Transformasi radikal ini seharusnya berdampak radikal pula pada perilaku orang yang sudah diselamatkan. Orang percaya seharusnya tidak lagi ambil bagian dalam perbuatan kegelapan (ayat…

Continue ReadingKamis, 10 Juni 2021 Transformasi Radikal

Rabu, 09 Juni 2021 Meniru Allah

Efesus 5:1-6"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (ayat 1-2) "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", demikian kata sebuah pepatah yang bermakna bahwa karakter, kebiasaan, atau hidup seorang anak tak akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan karakter, kebiasaan, atau hidup orang tuanya. Di ayat 1, Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Sebagai anak, orang percaya berbagian dalam natur keilahian Allah. Paulus mengajarkan bahwa orang percaya harus meniru Allah dengan…

Continue ReadingRabu, 09 Juni 2021 Meniru Allah

Selasa, 08 Juni 2021 Manusia Baru

Efesus 4:7-32"dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (ayat 24) Kesadaran akan identitas diri biasanya membuat orang berusaha hidup sesuai identitas itu. Walaupun ada orang yang tidak menyukai identitasnya sehingga hidup berlawanan dengan identitas itu. Dalam identitas sebagai manusia baru, jemaat Efesus dinasihati Rasul Paulus agar tidak lagi hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah (ayat 17-19). Mengapa? Sebab Yesus menyelamatkan manusia agar hidup sesuai kehendak Allah, yang berbeda dari kehidupan orang yang tidak percaya. Lahir baru yang membuat orang menjadi manusia baru memang merupakan sebuah perubahan radikal dari cara…

Continue ReadingSelasa, 08 Juni 2021 Manusia Baru

Senin, 07 Juni 2021 Kesatuan Yang Tidak Menghilangkan Jati Diri

Efesus 4:7-16"Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus." (ayat 7) Bersatu bukan berarti menghilangkan keunikan kepribadian setiap orang dan juga bukan berarti meleburkan diri dalam sebuah komunitas sehingga kehilangan jati diri. Dalam bagian ini Paulus meneruskan pembahasan dengan menekankan bahwa panggilan Allah agar kita menjadi satu, tidak akan membuat kita kehilangan jati diri dan talenta/kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita. Karena itu Paulus menuliskan bahwa Allah tidak menganugerahkan kasih karunia yang sama kepada kita, tetapi masing-masing dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus (ayat 7). Paulus berbicara tentang anugerah Allah dalam konteks kemampuan jemaat melayani…

Continue ReadingSenin, 07 Juni 2021 Kesatuan Yang Tidak Menghilangkan Jati Diri

EL-ROI

Kejadian 16:13 "Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi. Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihatDia yang telah melihat aku?“ Dalam Kejadian 16:1-16 menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi. Dimana Allah lewat malaikat-Nya menjumpai Hagar dan menyampaikan sebuah pesan dan akhirnya membuat Hagar menyatakan akan pertolongan Tuhan dan menyatakan bahwa "El-Roi". El-Roi memiliki Arti yaitu Allah yang Maha melihat, (memperhatikan dengan seksama/mengawasi/mengamati). El-Roi menunjukkan sifat Allah. El-Roi ditunjukkan Allah dengan tindakan-tindakan-Nya yaitu : Allah yang melihat dan memperhatikan setiap kelemahan/kesusahan(Kejadian 16:13) Peristiwa yang dialami Hagar menunjukkan bagaimana Allah yang selalu memperhatikan setiap kelemahan/persoalan kita. Allah yang…

Continue ReadingEL-ROI