Kamis, 17 Juni 2021 Hidup Dalam Kepedulian

Efesus 6:21-24"Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu." (ayat 22) Pada umumnya, orang ingin agar orang lain memperhatikan dirinya. Namun biasanya ia sulit untuk memperhatikan dan mempedulikan orang lain juga. Rasul Paulus tidak demikian. Ketika jemaat Efesus mendengar bahwa Paulus di penjara, sebagian besar dari mereka menjadi gelisah dan mengkhawatirkan keadaannya. Oleh karena itu, mereka terus mencari informasi tentang keadaan Paulus yang telah mendirikan jemaat mereka. Respons Paulus terhadap kerinduan dan kepedulian mereka ialah dengan mengutus Tikhikus untuk menyampaikan keadaannya dan sekaligus membawa surat tulisan Paulus ini kepada mereka…

Continue ReadingKamis, 17 Juni 2021 Hidup Dalam Kepedulian

Rabu, 16 Juni 2021 Gunakan Perlengkapan Senjata Allah

Efesus 6:10-20"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;" Seorang prajurit memahami pentingnya menggunakan perlengkapan perang sebelum melangkah maju ke medan perang. Ini bukan hanya demi keselamatan diri sendiri, tetapi untuk kemenangan peperangan. Paulus yang hidup pada zaman kekuasaan Romawi dan pernah dipenjara, mengenal perlengkapan seorang prajurit Romawi. Dengan kiasan, Paulus menasihati jemaat agar mempergunakan seluruh perlengkapan senjata rohani dalam menghadapi musuh yang tidak kelihatan (ayat 11,13). Untuk itu, jemaat pertama-tama harus kuat di dalam Tuhan dengan mengandalkan kekuatan kuasa-Nya agar dapat bertahan dalam melawan segala tipu muslihat dan serangan Iblis dan antek-anteknya, melalui ajaran…

Continue ReadingRabu, 16 Juni 2021 Gunakan Perlengkapan Senjata Allah

Selasa, 15 Juni 2021 Keharmonisan Hubungan Di Dalam Tuhan

Efesus 6:1-9"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (ayat 1) Hubungan dalam keluarga dan dunia kerja banyak diuji. Kekerasan dalam rumah tangga terjadi di mana-mana: orangtua mengekploitasi anaknya atau anak membunuh orang ltuanya. Begitu pun dalam dunia kerja, majikan memeras keringat karyawan dengan gaji yang sangat minim, dan karyawan menyuarakan ketidakpuasan dengan kekerasan. Ini terjadi juga pada zaman Paulus, di mana ada istilah patria potestas (kuasa mutlak yang dimiliki ayah atas keluarga dan anak-anaknya), dan kuasa mutlak itu juga dimiliki tuan atas hamba-hambanya. Dalam dunia yang demikian, Paulus menasihati jemaat Efesus untuk memperhatikan keharmonisan dalam hubungan…

Continue ReadingSelasa, 15 Juni 2021 Keharmonisan Hubungan Di Dalam Tuhan

Senin, 14 Juni 2021 Tunduk dan Mengasihi

Efesus 5:22-33"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (ayat 22,25) Merendahkan diri terhadap orang lain bukan perkara mudah, karena itu berarti mengikis ego dan gengsi. Paulus menganjurkan jemaat Efesus agar hidup merendahkan diri, seorang kepada yang lain (ayat 21). Bukan karena takut kepada orang yang derajat atau pangkatnya lebih tinggi, karena bila demikian kita tidak akan melakukannya terhadap orang yang kita sebut berstatus lebih rendah. Sebab itu kondisi yang Paulus anjurkan adalah kondisi di dalam takut akan Kristus. Paulus kemudian mengambil konteks pernikahan untuk memberikan…

Continue ReadingSenin, 14 Juni 2021 Tunduk dan Mengasihi

Semua Terbuka Di Mata TUHAN

Amsal 15:3 : Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Salomo menuliskan bagaimana tentang kemampuan Tuhan dalam melihat semua orang. Baik itu orang yang baik maupun jahat. Tidak ada yang tersembunyi yang Tuhan tidak bisa lihat. Tentunya kemampuan Tuhan dalam melihat jauh lebih baik dan hebat dibandingkan dengan kemampuan penglihatan dari manusia, makhluk hidup yang lain ataupun dengan berbagai macam alat-alat yang dibuat oleh manusia. Ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi maka Tuhan melihat bahwa semua yang diciptakan-Nya itu baik (Kejadian 1:4, 10, 12, 18, 21, 25, 31). Ini menunjukkan bahwa dari awal penciptaan maka…

Continue ReadingSemua Terbuka Di Mata TUHAN

Jumat, 11 Juni 2021 Arfi atau Bebal ?

Efesus 5:15-21"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," Begitu berharganya waktu sehingga lahirlah ungkapan 'Time is money' (waktu adalah uang). Tiap menit bahkan tiap detik dihargai dengan nilai uang, sehingga waktu yang terbuang percuma dapat dinilai sama dengan pemborosan uang yang seharusnya dapat dihasilkan di dalam waktu yang terbuang itu. Berdasarkan perkataan Paulus, kita melihat dua jenis orang, yaitu orang bebal dan orang arif. Penggolongan ini dilihat berdasarkan cara hidup, yaitu berdasarkan pemanfaatan waktu. Karena orang percaya telah menerima terang maka orang percaya harus berjalan sesuai terang itu. Hidup sesuai terang…

Continue ReadingJumat, 11 Juni 2021 Arfi atau Bebal ?

Kamis, 10 Juni 2021 Transformasi Radikal

Efesus 5:7-14"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang," (ayat 8) Terang jelas berbeda dengan gelap, sebab itu terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Ketika terang datang maka gelap akan sirna karena terang akan menyingkapkan apa yang ditutupi oleh kegelapan. Paulus menjelaskan bahwa orang yang telah diselamatkan karena iman kepada Kristus bukan sekadar mengalami perbaikan, melainkan sebuah transformasi radikal dari gelap menjadi terang (ayat 8). Transformasi radikal ini seharusnya berdampak radikal pula pada perilaku orang yang sudah diselamatkan. Orang percaya seharusnya tidak lagi ambil bagian dalam perbuatan kegelapan (ayat…

Continue ReadingKamis, 10 Juni 2021 Transformasi Radikal

Rabu, 09 Juni 2021 Meniru Allah

Efesus 5:1-6"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (ayat 1-2) "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", demikian kata sebuah pepatah yang bermakna bahwa karakter, kebiasaan, atau hidup seorang anak tak akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan karakter, kebiasaan, atau hidup orang tuanya. Di ayat 1, Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Sebagai anak, orang percaya berbagian dalam natur keilahian Allah. Paulus mengajarkan bahwa orang percaya harus meniru Allah dengan…

Continue ReadingRabu, 09 Juni 2021 Meniru Allah