Selasa, 18 Mei 2021 Hindari Kebodohan Iman

Galatia 3:1-14"Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?" Seseorang yang sudah mengalami pembaharuan hidup tentunya tidak akan kembali lagi ke dalam kehidupan yang lama. Ketika seseorang kembali lagi ke dalam kehidupan yang lama, dia dapat disebut bodoh. Kebodohan jemaat di Galatia bukanlah masalah intelektual, melainkan masalah iman. Paulus mengecam iman mereka yang lemah karena mereka kembali percaya bahwa mereka dibenarkan karena melakukan hukum Taurat. Paulus juga mengecam kebanggaan mereka sebagai keturunan Abraham. Sangat disayangkan bahwa iman jemaat Galatia dibangun di atas dasar perbuatan dan garis…

Continue ReadingSelasa, 18 Mei 2021 Hindari Kebodohan Iman

Senin, 17 Mei 2021 Hidupku Bukannya Aku Lagi

Galatia 2:15-21"namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (ayat 20) Paulus telah dengan tegas menegur Petrus yang tidak jelas pendiriannya. Paulus kemudian menegaskan kenyataan bahwa sesungguhnya orang Yahudi sama dengan orang nonYahudi, sama-sama orang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri dengan ketaatan melakukan Taurat. Karena hanya Kristuslah yang dapat membenarkan seseorang. Kaum Yudaisme berkata bahwa apa yang dilakukan orang Kristen tidaklah sempurna. Tidak cukup bila…

Continue ReadingSenin, 17 Mei 2021 Hidupku Bukannya Aku Lagi

Sabtu, 15 Mei 2021 Keagungan Karya Allah

Galatia 1:1-5"kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita." (ayat 3-4) Pemahaman seseorang akan jati dirinya mempengaruhi cara berpikir dan pola sikapnya. Di awal surat yang ditujukan kepada jemaat di Galatia, Paulus merasa perlu untuk menegaskan jati dirinya. Ini penting agar jemaat Galatia memahami otoritasnya dalam menyampaikan setiap kalimat. Paulus menerima panggilan rasul bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Sebelumnya, yang disebut rasul adalah murid-murid Tuhan yang selalu bersama-sama dengan…

Continue ReadingSabtu, 15 Mei 2021 Keagungan Karya Allah

Jumat, 14 Mei 2021 Kekuatan Dalam Kelemahan

2 Korintus 12:1-10"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (ayat 9-10) Jika aku lemah, maka aku kuat" (ayat 10b). Pernyataan yang paradoks ini, kita kenal dalam perjalanan rasul Paulus setelah melampaui banyak penderitaan dalam upaya penyebaran Injil. Walau Paulus merasa tidak perlu untuk mengungkapkannya kembali, ia bermaksud agar…

Continue ReadingJumat, 14 Mei 2021 Kekuatan Dalam Kelemahan

Rabu, 12 Mei 2021 Bermegah Dalam Kelemahan

2 Korintus 11:22-33"Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku." (ayat 30) Karena para lawannya terus menerus melancarkan tuduhan palsu terhadap dirinya, mau tidak mau Paulus memperlihatkan identitas dan kualitas dirinya sebagai rasul Tuhan. Ketika para guru Yahudi mempunyai alasan untuk bermegah, Paulus menunjukkan bahwa ia pun sebenarnya punya banyak alasan untuk bermegah. Bisa saja Paulus membanggakan garis keturunannya, pengalaman pertobatan, atau latar belakang teologisnya (ayat 22).Siapa leluhur Paulus sudah menunjukkan kualifikasi dirinya sebagai rasul, lebih dari cukup. Ia adalah seorang Israel, keturunan Abraham (ayat 22). Ia juga seorang Ibrani. Sebenarnya, Paulus memahami bahwa faktor keturunan bukanlah hal…

Continue ReadingRabu, 12 Mei 2021 Bermegah Dalam Kelemahan

Selasa, 11 Mei 2021 Bermegah Di Dalam Tuhan

2 Korintus 10:12-18"Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (ayat 17) Kita mungkin sering bermegah atas banyak hal dalam kehidupan kita. Misalnya bermegah atas hasil kerja yang memuaskan. Sebagai orang percaya, bolehkah kita bermegah? Apa yang Alkitab katakan tentang bermegah? Sekelompok orang di Korintus ternyata memiliki kebiasaan untuk memegahkan diri mereka sendiri (ayat 12b). Bagi Paulus sikap mereka itu dapat menjadi ancaman bagi kemurnian iman jemaat Korintus. Oleh karena itu, Paulus merasa berkepentingan untuk mengoreksi kebiasaan mereka tersebut. Apakah itu berarti Paulus melarang orang memegahkan diri? Dalam teks yang kita baca ini, tidak ada kesan bahwa Paulus melarang…

Continue ReadingSelasa, 11 Mei 2021 Bermegah Di Dalam Tuhan

Senin, 10 Mei 2021 Memberi Dengan Sukacita

2 Korintus 9:6-15"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (ayat 7) Seorang petani yang menabur benih, akan kehilangan benih itu ketika benih itu jatuh dari tangannya. Namun benih itu tidak hilang begitu saja, karena ada harapan bahwa benih itu akan memberikan hasil yang berlipat ganda dikemudian hari. Jika si petani ingin terus menggenggam benih itu maka ia hanya akan memanen sedikit hasil. Sementara petani yang melepaskan lebih banyak benih akan menghasilkan panen lebih banyak pula. Ketika menjelaskan berkat yang diperoleh dalam pemberian kasih, hukum tabur tuai…

Continue ReadingSenin, 10 Mei 2021 Memberi Dengan Sukacita