Senin, 27 Maret 2023 (Menaati hukum Allah tanpa kasih adalah kehampaan)

Matius 22:34-40"Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (ayat 37) Seorang istri pada awalnya tidak mencintai suaminya, tetapi terpaksa menikah karena perjodohan kedua orang- tua mereka. Setiap hari ia hanya melayani suaminya karena kewajibannya sebagai istri. Namun suaminya ini sangat mencintai istrinya dan cintanya ternyata mengubah sikap istrinya. Lama kelamaan sang istri jatuh cinta juga kepada suaminya. Sejak itulah ia tidak lagi melayani suaminya karena kewajiban tetapi karena cintanya. Kedua pasangan suami istri ini tidak lagi hidup dalam kehampaan yang dipenuhi kewajiban, karena bunga-bunga kasih sayang yang mendasari kehidupan…

Continue ReadingSenin, 27 Maret 2023 (Menaati hukum Allah tanpa kasih adalah kehampaan)

Sabtu, 25 Maret 2023 (Buta Terhadap Kebenaran)

Matius 22:23-33"Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (ayat 29) Ada empat orang buta yang meraba seekor gajah. Ada yang meraba ekornya, kakinya, belalainya, dan badannya.Mereka berdebat mati-matian tentang makhluk bernama gajah.Masing-masing bersikeras dengan pendiriannya dan merasa benar. Demikian halnya dengan orang-orang Saduki yang buta terhadap kebenaran tentang kebangkitan. Apa yang menyebabkan mereka buta terhadap kebenaran? Pertama, karena berpegang pada ajaran yang salah (ayat 23).Orang-orang Saduki tidak percaya bahkan menertawakan kebangkitan orang mati. Orang Saduki bercerita tentang seorang perempuan yang menikah lalu suaminya mati. Dasar cerita ini memang ada di PL yang disebut…

Continue ReadingSabtu, 25 Maret 2023 (Buta Terhadap Kebenaran)

Jumat, 24 Maret 2023 (Tidak Bercela)

Matius 22:15-22"Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (ayat 21) Permusuhan para pemuka agama terhadap Tuhan Yesus semakin menjadi-jadi. Mereka menggunakan segala cara untuk menghentikan Dia. Orang Farisi yang anti penjajah Romawi, kini berkomplot dengan orang Herodian sahabat Herodes, boneka kaisar. Mereka bersatu untuk menjebak Tuhan Yesus (ayat 15-16). Mereka ingin menggiring Yesus ke jalan buntu (ayat 15). Bila Yesus mengatakan tidak perlu membayar pajak, orang Herodian akan menuduh Yesus memberontak terhadap pemerintahan Romawi. Sebaliknya, bila…

Continue ReadingJumat, 24 Maret 2023 (Tidak Bercela)

Kamis, 23 Maret 2023 (Undangan Keselamatan)

Matius 22:1-14"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." (ayat 14) Yesus sering memakai perumpamaan untuk menyampaikan suatu kebenaran tentang Kerajaan Surga. Melalui perumpamaan ini kita belajar beberapa kebenaran penting tentang ajaran keselamatan. Pertama, undangan keselamatan tetap diberikan kepada manusia, sekalipun mereka menganggap sepi undangan Allah. Kerajaan Surga bagaikan pesta pernikahan yang menyediakan segala yang terbaik. Mereka yang diundang ke dalam perjamuan ini adalah orang yang berbahagia. Ironisnya, banyak orang yang menolak dengan berbagai alasan (ayat 3-6). Hal ini menggambarkan orang-orang yang tidak mengerti akan keindahan dan sukacita hidup bersama Allah. Yesus telah mengutus para murid-Nya untuk menyampaikan undangan Kabar…

Continue ReadingKamis, 23 Maret 2023 (Undangan Keselamatan)

Rabu, 22 Maret 2023 (Kesadaran rohani)

Matius 21:28-46"Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga." (ayat 30) John Newton menyadari bahwa di sepanjang hidupnya ia menerima banyak anugerah Allah. Pada usia 80 tahun, John menjadi pikun. Namun ia berkata, "Tetapi ada dua hal yang saya tidak bisa lupa, bahwa saya adalah pendosa besar, dan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang Besar." Dari dua perumpamaan, kita akan belajar tentang dua kesadaran rohani yang harus dimiliki saat berhadapan dengan kebesaran anugerah Allah. Pertama, kesadaran bahwa kita dahulu adalah orang-orang yang…

Continue ReadingRabu, 22 Maret 2023 (Kesadaran rohani)

Selasa, 21 Maret 2023 (Jangan Mengabaikan Kebenaran)

Matius 21:23-27"Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" (ayat 23) Di dalam pengadilan, terdakwa atau saksi disumpah untuk mengucapkan kebenaran dan tak ada yang lain kecuali kebenaran. Saat mereka mengabaikan kebenaran, hal itu berdampak buruk kepada diri sendiri juga orang lain. Para imam dan tua-tua Yahudi dalam bacaan hari ini telah mengabaikan kebenaran.Apa yang terjadi ketika kita mengabaikan kebenaran? Pertama, kita menjadi tidak fokus terhadap hal yang esensial. Para pemuka Yahudi…

Continue ReadingSelasa, 21 Maret 2023 (Jangan Mengabaikan Kebenaran)

Senin, 20 Maret 2023 (Siap setiap saat)

Matius 21:18-22"Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu." (ayat 19) Seorang mahasiswa yang merasa tidak siap mengikuti ujian, meminta dosennya menunda ujian tersebut. Sang dosen menolak karena jadwal ujian sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya. Siap atau tidak, mahasiswa tersebut harus mengikuti ujian. Tindakan Yesus menjelang saat sengsara-Nya ditujukan untuk mempersiapkan murid-murid-Nya. Karena lapar dalam perjalanan (ayat 18), Tuhan Yesus ingin makan buah ara, tapi saat itu belum musimnya.…

Continue ReadingSenin, 20 Maret 2023 (Siap setiap saat)

Sabtu, 18 Maret 2023 (Rumah dia atau sarang penyamun?)

Matius 21:12-17"dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." (ayat 13) Hal pertama yang Yesus lakukan setelah tiba di Yerusalem adalah menyucikan Bait Allah. Ini menegaskan bahwa Yesus memang datang sebagai raja dalam hal rohani, bukan fisik. Tapi mengapa Bait Allah harus disucikan? Seharusnya Bait Allah adalah rumah doa (ayat 13 ; Yes 56:7) tempat umat beribadah dan menyembah Allah. Bait Allah juga melambangkan kehadiran Allah yang memancarkan kemuliaan dan kasih di tengah umat-Nya. Maka tidak heran Yesus melakukan mukjizat penyembuhan bagi mereka yang datang ke situ (ayat 14). Sebagai akibatnya, Yesus…

Continue ReadingSabtu, 18 Maret 2023 (Rumah dia atau sarang penyamun?)