“Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.”
Salah satu penghalang terbesar untuk terus maju bersama Tuhan adalah keterikatan pada masa lalu. Masa lalu menjadi suatu pengikat yang membuat kita mengalami banyak kerugian dan hal-hal yang tidak bermananfaat lainnya. Rasul Paulus menuliskan hal ini kepada jemaat Filipi karena dia sendiri menerapkan hal itu. Masa lalunya yang kelam dan penuh dengan rasa sedih karena perbuatan kejahatannya tidak membuatnya untuk berdiam diri dan terus merasa bersalah. Masa lalu bisa berupa kegagalan yang melumpuhkan, tetapi juga bisa berupa keberhasilan yang membuat kita puas diri. Keduanya sama-sama berbahaya.
Paulus mengajarkan kita untuk tidak hidup dengan menoleh ke belakang. Bukan karena masa lalu tidak penting, tetapi karena masa lalu tidak boleh menjadi penentu arah hidup kita hari ini. Tuhan adalah Allah yang hidup dan terus bekerja. Ia memanggil kita untuk bergerak bersama-Nya, bukan berdiam di kenangan.
Terus maju untuk Tuhan berarti berani melepaskan beban lama: rasa bersalah yang sudah diampuni, luka yang perlu diserahkan, dan kenyamanan yang membuat kita berhenti bertumbuh.Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk fokus pada panggilan-Nya yang ada di depan. Jangan biarkan masa lalu mencuri masa depan rohanimu. Ingatlah bahwa perjalanan iman kita itu seperti pelari yang harus terus berlari (melangkah kedepan) untuk memperoleh hadiah.