Melangkah dalam proses kehidupan (09 Januari 2026)

Proses Tuhan tidak selalu lembut, tetapi selalu bermakna. Dalam pembentukan rohani, sering kali ada pemangkasan, penundaan, dan pengujian. Semua itu menyakitkan, tetapi perlu. Adapun Tuhan melakukan dan menentukan hal itu untuk memberikan kita sebuah pelajaran bahwa dalam setiap proses kehidupan kita harus memiliki penyerahan dan kepercayaan kepada Dia yang akan selalu menolong kita. Perjalanan bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir ke tanah Perjanjian Kanaan memakan waktu 40 tahun (Bilangan 14:34). Proses mereka alami yang kemudian menjadi sebuah pembelajaran bahwa mereka harus berubah dari hidup yang tidak takut akan Tuhan menjadi hidup yang sepenuhnya takut akan Tuhan.

Banyak orang berhenti di tengah proses karena rasa sakit. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa didikan Tuhan menghasilkan buah kebenaran bagi mereka yang mau dilatih olehnya (Ibrani 12:11). Terus maju untuk Tuhan berarti percaya bahwa rasa sakit hari ini bukan tanpa tujuan. Tuhan seperti “Seorang Pelatih” yang terus melatih kita untuk terus bertahan dan maju dalam proses supaya pada akhirnya kita menjadi “Pemenang”. Dalam proses kehidupan, Tuhan tidak sedang menghancurkan, Ia sedang membentuk.

Jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa berat. Di balik proses, ada kedewasaan yang sedang Tuhan siapkan. Proses kehidupan adalah jalan menuju kemenangan dengan catatan kita selalu percaya akan penyertaan Tuhan yang selalu ada buat kita. Tetaplah kuat !