Selasa, 30 Maret 2021 Kuat dan lemah

Roma 15:1-13"Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri." (ayat 1) Paulus meminta kita untuk meneladani Yesus dalam hal lebih memperhatikan sesama dibandingkan memperhatikan diri sendiri (ayat 3). Permintaan Paulus ini berkenaan dengan kewajiban kita sebagai orang yang dianggap kuat (ayat 1). Kita diminta untuk menanggung kelemahan orang yang lemah dengan cara memperhatikan mereka dan mendukung mereka agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Kita yang kuat diharuskan untuk memperhatikan dan menerima mereka yang lemah agar iman mereka dibangun. Paulus menggunakan istilah "kuat" dan "lemah" untuk menggambarkan keadaan rohani orang percaya. Istilah…

Continue ReadingSelasa, 30 Maret 2021 Kuat dan lemah

Senin, 29 Maret 2021 Jangan jadi batu sandungan

Roma 14:14-23"Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu." (ayat 21) Menjadi batu sandungan jelas merupakan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang percaya. Mengapa? Karena akan menghalangi orang untuk datang kepada Kristus. Dalam perikop sebelumnya Paulus mengingatkan pihak yang "kuat" dan yang "lemah" dalam jemaat untuk saling menerima dan tidak saling menghakimi. Kini Paulus memberikan satu prinsip, khususnya bagi pihak yang "kuat" agar tidak menjadi batu sandungan bagi pihak yang "lemah" (ayat 13, 21). Dalam hal makanan, Paulus menegaskan bahwa tidak ada yang najis (ayat 14, 20), maka pihak yang "kuat"…

Continue ReadingSenin, 29 Maret 2021 Jangan jadi batu sandungan

Sabtu, 27 Maret 2021 Jangan Menghakimi

Roma 14:1-13"Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah." (ayat 10) Seorang hakim bertugas menyatakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Untuk menjadi hakim yang baik, seseorang perlu memenuhi persyaratan tertentu. Kenyataan yang memprihatinkan adalah banyak orang yang senang menjadi hakim atas hidup orang lain. Kekristenan pada mulanya sulit dibedakan dari agama Yahudi. Peranan Taurat dalam kehidupan orang Kristen abad pertama diperdebatkan. Bagi sebagian orang, tidak semua daging boleh dimakan dan ada hari-hari yang dianggap sakral (ayat 2,5). Secara sosial, golongan yang terikat dengan Taurat disebut lemah. Sebaliknya,…

Continue ReadingSabtu, 27 Maret 2021 Jangan Menghakimi

Jumat, 26 Maret 2021 Hidup baru realitas baru

Roma 13:8-14"Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat." (ayat 8) Hutang adalah kewajiban yang harus selalu dilunasi. Namun ada hutang yang akan terus ada, yaitu hutang mengasihi. Terjemahan harfiah dari ayat 8a adalah, "Janganlah kamu berhutang apa pun kepada siapa pun kecuali (berhutang) untuk mengasihi satu sama lain." Kuasa Injil memang mencondongkan orientasi hidup kita untuk mengasihi sesama, dan kasih adalah kegenapan dari hukum Taurat (ayat 8-10). Dalam pasal 6:14-15, Paulus berkata bahwa orang percaya tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat. Ini tidak…

Continue ReadingJumat, 26 Maret 2021 Hidup baru realitas baru

Kamis, 25 Maret 2021 Takluk kepada pemerintah

Roma 13:1-7"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah." Pemerintah yang baik tentu disukai rakyat. Lalu bagaimana jika kita berada di bawah pemerintahan yang lalim? Rasul Paulus mengingatkan bahwa bagaimana pun baik atau buruknya pemerintah, orang percaya tetap harus tunduk. Paulus sendiri menulis Surat Roma ini ketika Nero menjadi kaisar Romawi yang sangat kejam (54-68 M). Apa alasan Paulus menyatakan demikian? Pertama, karena keberadaan semua pemerintah ada di dalam kedaulatan Allah (ayat 1). Jika pemerintah itu jahat maka Allah sendiri yang akan menumbangkan…

Continue ReadingKamis, 25 Maret 2021 Takluk kepada pemerintah

Rabu, 24 Maret 2021 Wujud nyata kasih

Roma 12:9-21"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (ayat 9) Betapa ajaib sikap dan tindakan Tuhan Yesus, ketika Ia dalam kasih mengerjakan rencana penyelamatan Allah untuk kita. Akan dahsyat juga kenyataan hidup dan pelayanan kita, bila kasih yang sama kita izinkan beroperasi nyata! Apa saja wujud kasih dalam kehidupan dan pelayanan kita?Pertama, kasih serasi dengan kekudusan dan kebaikan. Kasih akan membuat kita tidak menjahati sesama, tetapi melakukan hal yang membangun dan membuat indah hidup sesama (ayat 9).Kedua, kasih menempatkan penilaian tentang diri dan sesama jadi serasi dengan penilaian Allah terhadap setiap orang (ayat 16). Kasih…

Continue ReadingRabu, 24 Maret 2021 Wujud nyata kasih

Selasa, 23 Maret 2021 Melayani sesuai karunia

Roma 12:6-8"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita." (ayat 6) Tahukah Saudara ciri apa yang ada pada orang yang mengalami kemurahan Allah, dalam gaya hidup keseharian dan dalam konteks persekutuan? Ia insyaf bahwa dirinya bukan lagi miliknya. Maka ada dorongan kuat untuk memberi, memberkati, dan melayani sesamanya! Inikah ciri kita? Dalam ayat 1-5 (renungan kemarin, 22 Maret) kita telah melihat bahwa hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, tetapi milik Kristus sebab Kristus telah membeli kita dari perbudakan kejahatan, dengan korban…

Continue ReadingSelasa, 23 Maret 2021 Melayani sesuai karunia

Senin, 22 Maret 2021 Mempersembahkan hidup

Roma 12:1-5"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (ayat 1) Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan. Paulus mengatakan bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan (ayat 1-2) dan konsep hidup berjemaat sebagai tubuh Kristus (ayat 3-5). Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Kata "mempersembahkan" di dalam PL berkaitan dengan para imam yang mempersembahkan korban kepada Tuhan. Ada syarat agar…

Continue ReadingSenin, 22 Maret 2021 Mempersembahkan hidup