Tuhan yang selalu ada (06 Januari 2026)

Hidup sering kali terasa seperti berjalan di lorong gelap tanpa arah dan kejelasan. Kita melangkah dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Dalam Mazmur 139:5 menunjukkan bagaimana Tuhan selalu ada bagi kita dan membawa kita pada satu kebenaran yang menenangkan. Tuhan selalu ada bagi kita, Tuhan yang ada di “belakang” maka Dia juga Tuhan yang selalu ada di “depan”. Tuhan tidak menunggu kita sampai di masa depan untuk hadir di sana. Ia sudah mendahului kita.

Kita terbiasa memikirkan Tuhan sebagai Pribadi yang menyertai dari belakang (menopang, menghibur, mengampuni). Tetapi Daud menyatakan sesuatu yang lebih dalam: Tuhan juga ada di depan. Artinya, masa depan yang kita takuti tidak pernah kosong dari kehadiran-Nya.

Lewat pernyataan Daud menjadi perenungan kita bahwa, kekhawatiran kita sering lahir karena kita membayangkan masa depan tanpa Tuhan. Kita membayangkan kegagalan tanpa anugerah, penderitaan tanpa pertolongan, ketidakpastian tanpa arah. Padahal Firman berkata, Tuhan sudah ada di sana.

Persoalannya bukan pada absennya Tuhan, melainkan pada keterbatasan iman kita. Kita lebih percaya pada skenario terburuk di kepala kita daripada janji Tuhan di dalam Firman-Nya.

Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk berhenti hidup dari ketakutan, dan mulai hidup dari kepercayaan. Jika Ia sudah mendahului kita, mengapa kita masih berjalan dengan gemetar? Jika tangan-Nya sudah menunggu di depan, mengapa kita masih ragu akan langkah kehidupan kita ?

Iman sejati bukan berarti tidak takut, tetapi memilih untuk tetap melangkah dan percaya meski rasa takut belum sepenuhnya hilang.