Dasar dan Kesimpulan Kehidupan (03 Januari 2026)

Bagi kehidupan setiap orang percaya yang hidup dalam iman maka ada hal yang harus dijadikan Dasar kehidupan sekaligus sebagai kesimpulan kehidupan. Kalau berbicara dasar/fondasi kehidupan orang percaya(Gereja) tentunya adalah Kristus “sebab Allah sudah menempatkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya pondasi rumah itu, tidak ada pondasi yang lain” (1 Korintus 3:11-Alkitab Terjemahan dalam Bahasa Sederhana (BSD). Kristus menjadi fondasi dari “rumah” (gereja). Dia menjadi dasar iman, sehingga iman yang benar/sejati haruslah berpusat kepada Kristus.

Ketika orang percaya menjadikan Kristus sebagai dasar kehidupan, maka akan berdampak dalam sikapnya kepada Tuhan. Sikap itu adalah “Takut akan Tuhan”. Takut akan Tuhan akan menjadikan hidup kita berhikmat dan penuh kebijaksanaan sehingga setiap keputusan yang berbuah kepada tindakan kita semuanya tepat dan benar. Penulis kitab Amsal berkata “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7). Lebih diperjelas lagi dalam terjemahan lain yang berkata bahwa “Sikap hormat dan takut akan TUHAN adalah cara yang pertama dan terutama untuk menjadi bijak, tetapi orang-orang bebal tidak menghargai kebijaksanaan dan tak mau diajar(Amsal 1:7-TSI). Sikap takut akan Tuhan bukan hanya menjadi sikap dasar kehidupan tetapi juga menjadi sikap yang menyatakan tentang kesimpulan dalam kehidupan, seperti yang dinyatakan “Inilah kesimpulan akhir: Takutlah akan Allah dan taatilah perintah-perintah-Nya karena itulah kewajiban setiap orang(Pengkhotbah 12:13-FAYH).

Mari kita jadikan sikap takut akan Tuhan sebagai perenungan kita setiap saat. Setiap apapun yang kita lakukan biarlah kita lakukan semuanya dengan sikap takut akan Tuhan. Seandainya kita diperhadapkan dalam suatu keputusan untuk memilih melakukan sebuah tindakan maka harus dipikirkan dulu, kalau itu tidak sesuai dengan Kehendak Tuhan maka kita tidak boleh melakukannya tapi kalau itu kehendak Tuhan maka lakukanlah dengan segenap hati. Jadikanlah Takut akan Tuhan sebagai dasar dan kesimpulan hidup kita. Waktu kita melakukannya itulah bukti nyata hidup yang bersumber/berdasar kepada Kristus.