Takut akan Tuhan (04 Januari 2026)

Takut akan Tuhan adalah cerminan dari orang yang beriman kepada Kristus dan menjadikan Kristus sebagai sumber dan pusat kehidupan. Takut akan Tuhan juga bisa digambarkan sebagai “pantulan cahaya” dari hidup kita yang seperti kaca yang disinari oleh Terang Kristus. Jadi orang yang takut akan Tuhan selalu terhubung dengan Kristus, akan selalu terhubung dengan Cahaya atau Terang Kristus.

Takut akan Tuhan, khususnya dari kata “takut” bukan dalam pengertian mengenai ketakutan akan sesuatu yang sosok yang kejam/menakutkan. Dimana ketakutan itu yang berpotensi menimbulkan fobia, tetapi “takut” disini adalah kekaguman yang membuat munculnya rasa penghormatan dan penghargaan yang tinggi akan Tuhan. Takut akan Tuhan diistilahkan sebagai “kekaguman kudus”. Dalam Perjanjian Lama, takut akan Tuhan, kata “takut” disini dari kata “Yirah” yang berarti “kagum, hormat, takut”. Kata takut akan Tuhan adalah rasa hormat yang mendalam. Ketika kita menyadari bahwa kita memiliki Tuhan yang begitu dashyat dan luar biasa maka akan mendorong kita untuk mengagumi, menghormati akan kebesaran Tuhan yang dinyatakan lewat tindakan ketaatan. Takut akan Tuhan adalah perwujudan sebuah kombinasi dari sikap yang kagum akan kebesaran/kemuliaan Tuhan dan hormat kepada Tuhan sebagai Sosok yang tidak ada bandingan serta taat akan segala perintah-Nya.

Dalam Alkitab ada sebuah tulisan yang menyatakan bahwa “Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; “(Ulangan 6:13a). Ada sebuah kewajiban untuk hidup kita memiliki sikap yang takut akan Tuhan. Kita harus menghormati Tuhan lebih dari pada apapun juga yang ada. Tuhan harus selalu menjadi yang utama dan pertama dalam kehidupan kita. Kalau menghormati Tuhan maka dipastikan kita akan taat kepada Tuhan. Karena takut akan Tuhan akan membawa kita kepada sikap yang taat kepada Tuhan.