Rabu, 14 Juni 2023 (Jangan pernah menyerah)

Lukas 18:1-8"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (ayat 7) Ketika kita berdoa, sesungguhnya kita sedang menyatakan kebutuhan kita akan Allah. Selain itu juga menyatakan ketergantungan kita pada-Nya. Melalui perumpamaan si janda, Yesus mengajarkan pada murid-murid-Nya bahwa mereka harus selalu berdoa dan jangan pernah menyerah sampai mendapatkan jawaban atas permohonan mereka. Lamanya penantian atas sebuah jawaban doa, hendaknya tidak membuat para murid menyerah lalu berhenti berdoa. Untuk itu perlu dipahami bahwa doa yang terus menerus dinaikkan bukanlah tanda kurangnya iman, tetapi justru merupakan ciri kegigihan orang beriman dalam…

Continue ReadingRabu, 14 Juni 2023 (Jangan pernah menyerah)

Selasa, 13 Juni 2023 (Jangan hanya meminta)

Lukas 17:11-19"lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria." (ayat 16) Jika kita mengalami masalah dan penderitaan, seberapa sering kita mencari dan berteriak pada Tuhan? Pasti tidak terkira. Tetapi jika kita mengalami kesembuhan dan sukacita, apalagi yang menurut kita tidak seberapa, apakah kita masih bersyukur pada Tuhan? Kemungkinan besar, banyak orang akan lupa untuk mengucap syukur. Bacaan ini menceritakan sebuah kontras. Dari sepuluh orang yang berteriak agar Tuhan Yesus mengasihani mereka (ayat 13), hanya ada satu yang kemudian kembali untuk bersyukur kepada Tuhan (ayat 16). Dan "kebetulan", yang kembali itu adalah orang Samaria,…

Continue ReadingSelasa, 13 Juni 2023 (Jangan hanya meminta)

Senin, 12 Juni 2023 (Kualitas Seorang Murid)

Lukas 17:1-10"Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia." (ayat 3) Menjadi murid Tuhan bukan hanya bicara tentang hubungan pribadi dengan Dia, melainkan harus terkait juga dengan hubungan terhadap sesama. Bacaan ini mengajarkan bahwa orang percaya punya tanggung jawab atas sesamanya. Tak boleh hanya peduli diri sendiri. Harus perhatikan sesama juga. Yesus memperingatkan bahwa murid Tuhan tak boleh menyesatkan (ayat 1-3). Mereka yang menyesatkan orang lain akan berhadapan dengan hukuman: ditenggelamkan dengan batu kilangan! Begitu serius dampak sebuah penyesatan menurut Yesus sehingga hukuman bagi si penyesat pun tidak main-main! Murid Tuhan memang harus bertanggung…

Continue ReadingSenin, 12 Juni 2023 (Kualitas Seorang Murid)

Sabtu, 10 Juni 2023 (Peduli terhadap orang yang kekurangan)

Lukas 16:19-31"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan." (ayat 19) Kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga, begitulah harapan kebanyakan orang. Mungkin seperti itu pula harapan si orang kaya dalam bacaan kita hari ini, ketika ia masih hidup di dunia. Ia tidak menyangka bahwa kekayaannya di dunia bukanlah modal apalagi faktor penentu untuk masuk ke surga dan menikmati kesenangan di sana. Itu sebabnya ia meminta Abraham untuk mengutus Lazarus memperingatkan kelima saudaranya yang masih hidup. Apa yang menyebabkan si orang kaya menderita sengsara di alam maut…

Continue ReadingSabtu, 10 Juni 2023 (Peduli terhadap orang yang kekurangan)

Kamis, 08 Juni 2023 (Seperti Dia menerima kita)

Lukas 15:11-32"Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (ayat 32) Perumpamaan ini merupakan rangkaian dengan dua kisah sebelumnya. Masa itu, orang Farisi dan ahli Taurat heran melihat keberadaan orang-orang berdosa di sekitar Yesus, yang ikut mendengarkan pengajaran-Nya (ayat 1-2). Maka Yesus menyampaikan kisah ini. Ada kontras antara sikap si bapak dan si anak sulung dalam menyambut kembalinya si anak bungsu. Sang bapak begitu antusias. Gambaran bahwa si bapak telah mengenali si bungsu walau masih jauh (ayat 20), seolah memperlihatkan bahwa si bapak selalu menanti-nantikan si bungsu. Ia sering…

Continue ReadingKamis, 08 Juni 2023 (Seperti Dia menerima kita)

Rabu, 07 Juni 2023 (Sukacita karena ditemukan)

Lukas 15:1-10"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." (ayat 7) Pernahkah Anda kehilangan sesuatu yang sangat berharga? Orang yang kehilangan sesuatu yang sangat berharga pasti akan merasa sedih. Namun sedih akan berganti suka bila barang itu ditemukan kembali sesudah dicari-cari. Itulah gambaran yang dipakai Tuhan Yesus untuk melukiskan sukacita surga yang terjadi apabila ada orang berdosa yang bertobat. Perumpamaan tentang domba yang hilang (ayat 1-7) dan dirham yang hilang (ayat 8-10) memperlihatkan bagaimana pemilik domba dan pemilik…

Continue ReadingRabu, 07 Juni 2023 (Sukacita karena ditemukan)

Selasa, 06 Juni 2023 (Harus Rendah Hati)

Lukas 14:7-14"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (ayat 11) Biasanya orang sangat senang menerima penghargaan, karena itu menunjukkan kemampuan dan kelebihannya. Namun bisa saja penghargaan membuat seseorang menjadi tinggi hati. Dalam perumpamaan pertama, Yesus memperingatkan bahwa penghargaan bukan merupakan sesuatu yang seharusnya menjadi ambisi, tetapi merupakan anugerah. Karena itu jangan pernah merasa layak untuk mendapatkan tempat kehormatan, atau memburu penghargaan demi gengsi, harga diri atau untuk menaikkan status sosial (ayat 8). Bisa saja itu jadi berbalik mempermalukan diri kita sendiri, terlebih bila kita berhadapan dengan orang yang memang benar-benar pantas mendapatkannya (ayat…

Continue ReadingSelasa, 06 Juni 2023 (Harus Rendah Hati)

Senin, 05 Juni 2023 (Jangan Keras Kepala)

Lukas 14:1-5"Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" (ayat 3) Keberadaan Yesus selalu menarik perhatian orang Farisi. Mereka selalu saja ingin tahu apa yang akan Yesus katakan atau lakukan, walau dengan maksud negatif. Begitu pula ketika Yesus berada di tengah-tengah mereka saat perjamuan makan di rumah salah seorang pemimpin mereka (ayat 1). Mungkin karena takut salah bicara, mereka tak mau memberikan pendapat tentang penyembuhan yang dilakukan pada hari Sabat. Mungkin juga mereka berdiam diri karena berharap Yesus terjebak dalam perkataan atau perbuatan-Nya. Tetapi sampai Yesus selesai menyembuhkan seorang…

Continue ReadingSenin, 05 Juni 2023 (Jangan Keras Kepala)