Daniel 2:1-23
“Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.” (ayat 22)
Ada orang yang beranggapan bahwa doa adalah pelarian. Seharusnya orang bukan berdoa, melainkan berjuang. Apa pendapat Anda terhadap anggapan demikian?
Ancaman hukuman mati untuk para cendekiawan karena tidak mampu menceritakan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar, jelas meresahkan hati Daniel. Ia harus melakukan sesuatu! Jika tidak, maka bukan hanya dia, tetapi ketiga temannya dan seluruh cendekiawan di Babel terancam hukuman mati. Maka ia tidak tinggal diam. Ia mencari tahu penyebab raja mengeluarkan perintah hukuman mati itu. Setelah memahami masalahnya, Daniel tahu bahwa hanya ada satu jalan keluar. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir, dan para Kasdim (ayat 2) adalah mungkin dilakukan oleh Allah Israel. Allah Israel maha tahu. Daniel percaya bahwa mimpi Raja Nebukadnezar berasal dari Allah, dan karena itu hanya dapat ditafsirkan oleh Allah juga. Dalam situasi sulit yang tidak dapat diatasi dengan pikiran manusia, iman keempat hamba-Nya ini bertumbuh semakin kuat. Tak ada jalan lain, Daniel dan ketiga rekannya memohon belas kasihan Allah. Doa mereka kemudian terjawab. Allah menyingkapkan isi mimpi raja dan tafsiran maknanya kepada Daniel (ayat 19). Tentu saja Daniel segera memuji-muji Allah atas hikmat-Nya (ayat 20-23).
Krisis itu memperlihatkan perhatian Allah pada umat-Nya. Meski mereka berada di pembuangan, Allah tidak meninggalkan mereka. Di sisi lain, peristiwa itu memperlihatkan bahwa dewa sesembahan Babel beserta para penyembahnya tidak punya kemampuan dan pengetahuan atas masalah yang tidak terlihat. Namun apa yang tak mungkin bagi manusia dan di luar pemikiran manusia, adalah mungkin bagi Allah. Bahkan dalam cara yang tak pernah diperkirakan siapapun. Hanya Allah yang sanggup menyingkapkan segala rahasia dan misteri. Maka tak ada respons lain bagi kita selain bergantung pada-Nya dalam setiap masalah, yang tak terpecahkan sekalipun.
Amin, Tuhan Yesus memberkati