Rabu, 23 Juli 2025 (Meneruskan Kabar Baik)

Yesaya pasal 61
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,” (ayat 1)

Bagaimana respons kita ketika mendengar kabar baik? Pastinya kita akan bersukacita, bukan? Bahkan kita menceritakan kembali kepada orang lain dan menginginkan agar mereka pun merasakan sukacita yang sama seperti yang kita rasakan.

Melalui perantaraan Nabi Yesaya, Allah menyampaikan kabar baik kepada bangsa Yehuda (ayat 1). Tidak hanya membebaskan mereka dari pembuangan, tetapi juga memulihkan kehidupan mereka menjadi satu bangsa. Yesaya juga memberitakan tahun rahmat Tuhan (ayat 2) yang dikiaskan sebagai tahun Yobel, di mana tahun itu merupakan tahun pembebasan dari semua hutang dan dimerdekakan dari perhambaan. Tahun penuh sukacita yang dinanti oleh setiap orang dari bangsanya.

Respons bangsa Yehuda ketika mendengar ini semua adalah mereka mengenakan pakaian pesta sebagai ganti kain kabung dan menyanyikan puji-pujian sebagai ganti semangat mereka yang pudar supaya orang menyebut mereka “pohon tarbantin kebenaran” (ayat 3).

Pohon Tarbantin merupakan pohon besar di Timur Tengah dengan akar yang kuat. Fungsi akar itu untuk menyokong berdirinya pohon serta menyerap air dari dalam tanah untuk kehidupannya. Pohon ini istimewa karena dapat bertahan saat musim kering dengan akarnya yang sangat dalam. Alkitab mengibaratkan pohon tarbantin sebagai tanaman Tuhan untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Anugerah kasih Allah dinubuatkan Nabi Yesaya agar umatnya punya dasar yang kuat dalam kehidupan mereka sehingga mereka percaya dan menantikan pembebasan yang Allah janjikan. Setelah itu, mereka akan disebut imam Tuhan dan dinamai pelayan Allah (ayat 6). Mereka berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran firman Allah agar sesama mereka yang masih tertawan dapat memperoleh pengharapan sama seperti mereka.

Sebagai umat milik Allah, kita pun mempunyai kewajiban untuk meneruskan kabar baik penyelamatan dari-Nya kepada orang-orang yang masih tertawan dalam belenggu dosa. Janganlah kita menikmatinya sendiri!
Amin, Tuhan Yesus memberkati